Menu

10 Cara Menjaga Mental Agar Tetap Sehat

"Eh, kamu tahu si A kena mental illness nggak? Dia posting di medsosnya, lho, pasti dia jarang beribadah", "si B katanya lagi stres banget, tuh, sampe-sampe melakukan percobaan bunuh diri, lebay banget, ya", "Ih, ngapain, sih, self-harming gitu? Nyari perhatian apa gimana?", "ah, apaan, sih, mental illness mental illness-an, itu mah kamunya aja yang jarang ibadah", "Baru gitu aja udah stres, liat dong orang lain, mereka juga punya penderitaan kayak kamu, bahkan lebih berat".

Well, pernah nggak, sih, kamu mendengar orang lain berbicara seperti di atas setelah mendengar kabar dari seseorang yang terkena mental illness? Atau jangan-jangan, kamu lagi, yang suka merespon seperti itu ketika ada temanmu yang sedang bercerita tentang perasaannya? Nah, lho...

Sebelum kita bahas lebih lanjut tentang mental illness ini, sebenarnya apa, sih, pengertian dari mental illness itu sendiri? Well, mental illness adalah suatu keadaan dimana seseorang memiliki satu atau beberapa penyakit dan gangguan kejiwaan yang dapat memberikan pengaruh pada pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang. Biasanya, mental illness ini dapat muncul karena beberapa keadaan seperti kondisi depresi yang berkepanjangan, stress, tekanan yang dalam terhadap kesehatan mental, hingga sikap traumatik akan suatu hal.

Mental illness ini nggak hanya dapat terjadi oleh orang dewasa saja, lho, anak sekolah atau anak kuliah pun dapat terkena hal yang satu ini. Mental illness bukanlah suatu hal yang bisa diremehkan, justru mental illness merupakan suatu hal yang perlu banget untuk kita cegah. Dengan mental illness, seseorang bisa saja melakukan suatu hal yang membahayakan untuk dirinya atau orang lain.

Nah, daripada kamu membicarakan suatu hal yang nggak-nggak kepada teman-temanmu yang memiliki mental illness atau yang memiliki tanda-tanda bahwa ia adalah seseorang yang terkena mental illness, lebih baik kamu sarankan dan ajak temanmu untuk merawat mentalnya. Hah? Merawat mental? Gimana tuh caranya merawat mental? Penasaran? Berikut cara yang bisa dilakukan dalam merawat mental!

1. Usahakan agar dirimu aktif

memiliki banyak aktivitas

Kalau kamu merasa banyak hal yang mengganggu pikiranmu, saran saya, kamu jangan diam saja, ya. Janganlah kamu hanya tiduran saja di rumah sambil scrolling media sosial. Bukannya, kamu merasa fresh yang ada kamu tambah memikirkan apa yang mengganggumu, lagi.

Saran saya, cobalah untuk cari aktivitas lain yang dapat membuatmu senang, apapun itu. aktivitas yang bisa kamu lakukan misalnya seperti jalan-jalan santai di taman, pergi ke luar kota, main bersama teman-teman terdekatmu, mengikuti organisasi atau sukarelawan, aktif di karang taruna dan sebagainya,

Memangnya kenapa, sih, kamu lebih baik aktif beraktivitas ketika kamu sedang memiliki pikiran yang mengganggumu? Jawabannya karena ketika kamu memiliki banyak aktivitas, kamu akan teralihkan dari apa yang sedang mengganggumu. Dengan begitu, kamu nggak akan memikirkan terus-menerus hal yang menganggumu.

2. Makan dan minum makanan yang sehat

Seperti yang kita tahu, makanan dan minuman yang sehat pastinya baik juga untuk tubuh. Selain baik untuk tubuh, makanan yang sehat ini pun baik juga, lho, untuk kesehatan mental. Kalau kamu merasa banyak pikiran dan cenderung merasa bahwa pikiran tersebut dapat mengganggumu, coba deh kamu lebih banyak memakan dan meminum makanan atau minuman yang dapat meningkatkan hormon serotonin dan juga vitamin C.

Makanan dan minuman yang dapat meningkatkan hormon serotonin misalnya seperti oatmeal, cokelat, yogurt, alpukat, susu, teh dan sebagainya. Kalau kamu ingin memperbanyak vitamin C dalam tubuhmu kamu bisa memakan buah-buahan seperti buah berry, stroberi, jeruk dan sebagainya. Makanan dan minuman tersebut merupakan hal-hal yang mudah ditemukan, kan, gaes? Jadi, jangan malas untuk mencobanya, ya!

3. Lakukan sesuatu yang kamu gemari

Nah, tadi saya sudah bilang, kan, kalau kamu ingin menghilangkan pikiran yang dapat mengganggumu, kamu bisa menyibukkan dirimu dengan mengikuti berbagai aktivitas. Nah, aktivitas yang perlu kamu ikuti ini harus merupakan aktivitas yang kamu gemari, ya, gaes. Janganlah untuk memperbanyak aktivitas dengan aktivitas-aktivitas yang nggak kamu sukai.

Kalau kamu nggak menyukai suatu aktivitas namun kamu tetap mengikuti aktivitas tersebut untuk mengurangi pikiranmu, yang ada, kamu akan merasa tambah stres dan tertekan atas apa yang kamu lakukan. Jadi, perhatikan dulu, ya, apakah kamu menggemari kegiatan tersebut atau nggak. Kalau ternyata kamu nggak menyukai kegiatan tersebut, maka, tinggalkan atau jangan mengikuti kegiatan tersebut, ya! Don’t push yourself!

4. Terima kamu apa adanya

Kadang penyebab seseorang stres hingga menderita mental illness ialah karena mereka suka membandingkan diri mereka dengan orang lain. Pada akhirnya, mereka jadi nggak bisa menerima apa yang ada di dalam dirinya. Lebih parahnya, bisa saja orang tersebut malah merasa insecure dengan apa yang ada di dalam dirinya.

Nah, supaya kamu nggak memiliki rasa insecure, coba deh untuk terima diri kamu apa adanya. Apa yang kamu lihat dari orang lain merupakan hanya bagaian depannya saja. Kamu nggak tahu apa yang ada di belakangnya. Maka dari itu, gaes, membandingkan diri sendiri dengan orang lain merupakan suatu perlakukan yang nggak ada untungnya. Jadi, buat apa melakukan suatu perbuatan yang nggak memiliki keuntungan buat dirimu?

5. Peduli pada orang lain

Ketika kamu peduli pada orang lain, kamu akan mengasah sifat simpatimu. Dengan memiliki sifat simpati, kamu akan merasakan bagaimana kesulitan yang dijalani oleh seseorang. Kalau kamu merasakanya, apakah kamu masih mau membandingkan kamu dengan orang lain yang menurut kamu memiliki banyak kelebihan dari kamu? Well, perlu diingat, nih, gaes, setiap orang pastinya memiliki kehidupan yang berbeda-beda, ada yang memiliki kelebihan jika dibandingkan kamu, namun, ada juga yang dimana kamu lebih beruntung dibandingkan orang tersebut. Maka dari itu, gaes, jangan selalu membandingkan diri dengan orang lain, namun, cobalah untuk asah kepedulian kepada orang-orang di sekitarmu. Kamu pun akan belajar untuk selalu bersyukur.

6. Ceritakan perasaanmu

Kalau cara-cara di atas masih belum juga mempan untukmu, cobalah untuk ceritakan semua perasaan gundah gulana yang sedang kamu rasakan. Tetapi, carilah teman bercerita yang benar-benar dapat mendukungmu bukan malah menjatuhkanmu. Well, bisa saya bilang, banyak, lho, orang-orang yang suka menjatuhkan perasaan dan pikiran orang lain ketika orang tesebut sedang bercerita tentang apa kesulitannya. Maka dari itu, carilah orang yang pas untuk diajak bercerita, ya!

7. Buatlah jurnal bersyukurmu

Nah, kamu pun bisa membuat jurnal bersyukurmu, nih, gaes. Kalau biasanya orang lain membuat jurnal keseharian, disini, kamu membuat jurnal khusus untuk hal-hal yang patut kamu syukuri setiap harinya. Kamu bisa menulis tentang apapun misalnya kamu hari ini bersyukur nggak telat datang ke sekolah, kamu hari ini bersyukur karena kamu dapat driver ojek online yang enak diajak ngobrol dan sebagainya.

Yang namanya bersyukur, kamu nggak perlu menunggu suatu hal yang besar, gaes, seperti mendapatkan hadiah jutaan rupiah, bisa jalan-jalan keluar negeri atau bisa beli barang mewah, gaes. Kamu pun harus mensyukuri hal-hal apapun yang dianggap sepele. Perlu kita ketahui, nih, gaes, apapun yang sepele, biasanya kalau dilupakan akan menjadi suatu kekurangan, lho.

8. Meditasi

Nah, kalau kamu nggak suka memiliki banyak aktivitas, well, it’s very okay. Kamu bisa melakukan meditasi di kamarmu. Wah, meditasi itu apa, ya? Meditasi merupakan latihan pernapasan yang dapat membuatmu lebih fokus dan dapat membuatmu merasa lebih tenang. Meditasi ini merupakan suatu hal yang patut banget untuk kamu coba kalau kamu ingin mencari suatu ketenangan di dalam dirimu.

9. Puasa media sosial

Nah, kadang, rasa insecure, rasa stres dan sebagainya yang mengarah kepada mental illness merupakan hal-hal yang kamu temui di media sosial. Misalnya, kamu lagi buka media sosial lalu tiba-tiba lihat temanmu sedang jalan-jalan ke luar negeri atau misalnya kamu melihat seseorang dengan tubuh yang kalau kata anak sekarang body goals banget. Nah, kalau kamu melihat hal ini dan malah menjadikan hal tersebut pembanding bagi dirimu sendiri dan malah buat kamu stres, mendingan, puasa media sosial, deh.

10. Treat yourself well

treat yourself

Yang terakhir, kamu harus memperlakukan dirimu sendiri dengan sebaik mungkin. Janganlah terlalu mendorong dirimu terlalu kuat. Nggak ada orang lain yang paham dirimu sebaik dirimu sendiri. Kalau kamu merasa bahwa kamu sudah merasa nggak kuat atau merasa nggak suka akan sesuatu, maka, ambillah tindakan yang sesuai dengan keinginanmu sendiri. Kalau bukan kamu sendiri yang bisa memperlakukan dirimu sebaik mungin, maka, siapa lagi yang akan melakukan hal tersebut?

***

Well, sebenarnya, tips di atas nggak hanya bisa kamu sarankan kepada teman-temanmu, tetapi, kamu pun bisa melakukan kelimabelas hal di atas. Kamu kan sudah tahu, nih, kalau mental illness merupakan suatu hal yang nggak baik, maka, yuk, mulai dari sekarang rawat mental kita dan orang-orang di sekeliling kita. Kalau pun ada orang di sekeliling kita yang memiliki mental illness, janganlah kita menghakimi orang tersebut. Justru, kita harus mengulurkan tangan untuk membantu atau memberi support kepada orang tersebut. Semangat!

Baca juga:

(Sumber gambar: blog.pure-beauty.co.uk, wellness.mcmaster.ca, p-a-c.org.uk)

LATEST COMMENT
Genius Revanza | 1 hari yang lalu

Wahhhh bagus ni kak artikel nya next sma sama smk kak hehe

5 Kemampuan yang Sama-Sama Dimiliki Anak IPA dan IPS
Khusnul Khotimah Hamzah | 6 hari yang lalu

Temen²ku juga kayak gitu. Malahan mereka udah janjian dari awal, nanti pas presentasi gak usah ada yang berpendapat macam². Padahal kan kita mau diskusi itu berjalan supaya semuanya paham :(

6 Sifat yang Harus Kamu Hindari Agar Kamu Dapat Meraih Kesuksesan
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©