Cari tahu tentang semua jurusan kuliah disini

Temukan pengalaman dan jawaban dari Mentor Rencanamu dan pengguna lain

Nuzulul Istiqomah
6 tahun yang lalu

Saya dulu bercita-cita menjadi dokter tetapi ternyata gagal masuk kedokteran :( Ternyata dengan kuliah di jurusan/program studi Biologi tidak menutup kemungkinan untuk kita tetap meraih kcita-cita berkecimpung di dunia medis. Ada bidang ilmu yang disebut sebagai Biomedis, merupakan kajian biologis yang penting untuk mendukung aplikasi di bidang medis. Ilmu-ilmu yang terkait di dalamnya antara lain biologi sel, anatomi, histologi, fisiologi, patologi, biokimia, biologi molekular, toksikologi, mikrobiologi, genetika, bioteknologi, dll. Semuanya dipelajari di jurusan/program studi Biologi dan apabila ditekuni, maka setelah lulus nanti bisa bekerja di bidang kesehatan, baik manusia maupun hewan. Meskipun tidak bisa praktik seperti dokter, tetapi orang Biologi bisa berperan di pengembangan ilmunya, misalnya di laboratorium yang terkait.

Salah satu penelitian dalam Biomedis adalah penelitian praklinik, yaitu penelitian menggunakan model seperti hewan coba atau kultur sel untuk mempelajari efek suatu bahan terhadap fungsi sistem tubuh. Orang Biologi boleh melakukan penelitian praklinik ini, jadi nanti kita seperti dokter tapi pasiennya tikus putih, kelinci, atau sel kanker :D 

Baca selengkapnya
2 3974
Zurraida
6 tahun yang lalu

1.) S1 atau D3, jawabannya tentu S1. Dari sisi gelar, S1 mempunyai competitive advantage daripada D3 jika dilihat dari perspektif perusahaan. Lulusan S1 dipersiapkan untuk menjadi pemikir, sedangkan lulusan D3 (vokasi) dipersiapkan agar siap kerja. Namun demikian, bukan berarti lulusan D3 "hanya" bisa kerja dan tidak bisa jadi pemikir. Lihat point #3 dibawah.

2.) S1 Pertanian atau D3 Teknik Sipil? Maaf susah dijawab karena dua jalur dan jurusan yang sama sekali berbeda.

3.) Prospek D3 di dunia kerja nggak bisa diukur hanya berdasarkan gelar tapi balik lagi ke karakter, pengalaman dan skill yang dimiliki. Banyak juga lho anak2 lulusan D3 yang siap kerja dan sukses. Toh kalo kamu minat ke D3, kamu selalu punya opsi untuk bisa melanjutkan kuliah program ekstensi.

Siapa tau membantu, coba baca:
http://www.youthmanual.com/post/profil/pengalaman-ike-mengambil-kuliah-ekstensi

http://www.youthmanual.com/post/review/apa-sih-beda-antara-universitas-institut-sekolah-tinggi-politeknik-dan-akademi

Semoga membantu.

Baca selengkapnya
1 952
Zefanya
6 tahun yang lalu

Zefanya, ada plus minus nya dan tergantung orientasi/rencana/cita-cita kamu setelah lulus nanti.  Melanjutkan S2 bidang Bio (Kelautan) akan menguatkan kamu sebagai spesialis (sisi positive) dan akan menambah value kamu jika kamu ingin berprofesi sebagai researcher (peneliti), scientist (ilmuwan), dosen dll tetapi ruang lingkup kamu terbatas di dunia perairan dan kelautan (sisi negative). Mengambil S2 di Bio (Kehutanan) akan membuat kamu sedikit menjadi generalis dan membuka peluang karena mempunyai flexibilitas untuk bekerja di bidang non-maritim (sisi positive), tapi tidak sekuat jika kamu S1 dan S2 nya jurusan Bio Kelautan.

Karena S2 lebih menitik beratkan pada riset dan spesialisasi, sebaiknya kamu lakukan riset lebih dalam lagi tentang mata kuliah yang ditawarkan pada masing2 program S2 tersebut. Setelah itu cocokan dengan rencana dan tujuan karir jangka panjang kamu setelah lulus nanti.

Baca selengkapnya
2 475
Zefanya
6 tahun yang lalu

Hi Zefanya, kalo terkait peluang kerja kedua jurusan tersebut mempunyai peluang yang sangat bagus mengingat Indonesia adalah negara yang sumberdaya-nya didominasi oleh maritim, kehutanan dan pertanian.

Tetapi kalo kamu tanya bidang industri dan profesi tentunya berbeda karena keahlian di bidang kelautan, perairan, maritim sangat berbeda dengan bidang kehutanan, perkebunan dan pertanian. Walaupun di spesialisasi atau profesi2 tertentu ada beberapa irisan.

Baca selengkapnya
1 356
Sekar Nabila
6 tahun yang lalu

Hi Sekar, asumsi saya kamu bertanya mengenai profesi Detektif yang biasanya profesi tersebut adalah profesi swasta dan  banyak bergerak dibidang Private Investigator.
Karena Detektif dalam konteks kepolisian atau militer biasa disebut Intel, dan tentu kamu harus melalui sekolah seperti Akpol, Akmil, Secaba untuk bisa menjadi Intel yang bekerja di lembaga negara seperti Polisi, TNI, BIN, BAIS, KPK, Kejaksaan dll.

Sayangnya untuk menjadi Detektif swasta belum ada sekolah/kampus yang resmi menawarkan jurusan tersebut, padahal kalo diluar neger banyak lho. Untuk saat ini yang paling mendekati untuk menjadi Detektif adalah jurusan Kriminologi, karena dijurusan ini kamu akan mempelajari berbagai mata kuliah penting seperti Sosiologi, Psikologi Kriminal yang akan menunjang kemampuan kamu sebagai Detektif. Selain itu, jurusan Psikologi biasanya juga menawarkan mata kuliah pilihan Psikologi Forensik yang terkait dengan profesi ini. Selebih nya kamu harus secara proaktif mengasah hard-skill dan soft-skill kamu secara mandiri untuk menjadi Detektif.


Berikut Link jurusan Kriminologi sebagai gambaran:
http://www.youthmanual.com/cari-jurusan/humaniora/kriminologi

Profesi-profesi Detektif:
http://www.youthmanual.com/profesi/hukum-dan-kriminalitas/detektif-dan-investigator-swasta

http://www.youthmanual.com/profesi/hukum-dan-kriminalitas/detektif-polisi

Semoga membantu!

Baca selengkapnya
4 399
nisa nurul fauziah
6 tahun yang lalu

Hi Nisa, ada banyak banget caranya. Kamu bisa mulai bekerja atau mulai berwirausaha. Kalo kamu memutuskan untuk coba berwirausaha, dengan era teknologi yang serba digital dan saling terhubung, ada banyak banget lho cara untuk kamu dapetin uang tambahan yang bahkan bisa membiayai kuliah kamu sepenuhnya. Banyak kok anak2 mahasiswa yang berwirausaha ataupun bekerja part-time dari awal masuk kuliah Kalo mau coba berwirausaha, syaratnya: observasi, mempunyai bisnis akumen yang baik, berani mencoba, dan tekun.

Coba baca-baca:
http://www.youthmanual.com/post/life/how-to/6-cara-nambah-uang-jajan-buat-kamu-yang-masih-sekolah-atau-kuliah

http://www.youthmanual.com/post/life/how-to/agar-sukses-membangun-usaha-ketika-masih-kuliah-lakukan-hal-hal-berikut-ini

http://www.youthmanual.com/post/dunia-sekolah/aktifitas-luar-kelas/kenapa-kamu-perlu-pengalaman-usaha-dan-jualan-saat-sekolah-atau-kuliah

http://www.youthmanual.com/post/dunia-kerja/persiapan-kerja/cara-membuat-business-plan-simpel-untuk-pelajar-dan-mahasiswa

http://www.youthmanual.com/post/life/how-to/tips-jual-beli-barang-preloved


Atau kalo kamu tetap mau coba bekerja untuk dapetin uang tambahan, banyak banget manfaatnya selain keuntungan "finansial".

http://www.youthmanual.com/post/dunia-kerja/persiapan-kerja/magang-sebagai-pekerja-kasar-apa-sih-manfaatnya

Intinya, pilihan mau bekerja atau berusaha sangat baik bukan hanya karena untuk mendapatkan uang semata, tapi dampak positive lainnya yang kamu dapatkan, seperti untuk pengembangan diri kamu, mendapatkan  pengalaman, dan mengasah soft-skill yang nggak akan kamu dapetin di bangku kuliah.

Mudah2an sukses selalu.


Baca selengkapnya
1 464
Valencia VD
6 tahun yang lalu

Waduh, seperti apa ya ciri khas mahasiswa Biologi? Berkaca mata tebal karena keseringan melihat mikroskop? Tidak juga. Yang kutu buku ke sana ke mari nenteng buku? Tidak juga. Yang hafalannya kuat? Yang ngga suka olah raga? Yang ngga gaul karena sibuk praktikum jadi ngga ada waktu untuk organisasi atau nongkrong? Tidak juga. Sepertinya ngga ada patokan deh ciri khas mahasiswa Biologi seperti apa, karena itu pembawaan masing-masing :)

Apakah menyukai pelajaran Biologi sudah cukup untuk menjadi mahasiswa Biologi? Itu menjadi langkah pertama untuk menjadi mahasiswa Biologi. Selanjutnya juga harus tekun belajar dan senantiasa mengembangkan diri dengan mempelajari materi selain yang disampaikan oleh dosen pada saat kuliah/praktikum. Di perkuliahan, mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri, belajar sendiri, mencari tambahan referensi sendiri, karena yang disampaikan pada saat kuliah/praktikum maksimal hanya sekitar 75 % saja dari materi yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Apabila memang sudah menyukai ilmunya, maka tidak akan mengalami kesulitan untuk mempelajarinya. Jangan takut untuk berdiskusi atau berkonsultasi dengan dosen apabila mengalami kesulitan memahami materi kuliah. Dosen biasanya juga akan membantu mengarahkan cara belajar apabila mahasiswa mengalami kesulitan. Oleh karena jumlah mahasiswa banyak, maka kadang dosen tidak ngeh sama mahasiswa. Jadi, proaktif lah untuk menjemput bola.

Di sekolah biasanya ada guru BP/BK yang bisa membantu untuk memilih jurusan/program studi. beberapa sekolah bekerja sama dengan biro konsultasi psikologi yang fokus untuk membantu siswa SMA memilih jurusan/program studi yang diinginkan untuk lanjut kuliah. Di YOUTHMANUAL.COM ini juga bisa lho membantu kalian yang masih ragu/tidak yakin dengan pilihan jurusan/program studi yang sesuai :)

Baca selengkapnya
1 944
Annisa zaqiya fitri
6 tahun yang lalu

Hmm pertanyaannya agak membingungkan nih.. Kalau kalimatnya seperti itu, maka jawabannya adalah: "Tidak ada yang mengharuskan kita milih Biologi" hehe.. :D Memilih jurusan/program studi itu dimulai dari kemauan dan kemampuan. Kalau tidak mau atau tidak berminat, maka pelajaran akan sulit dipahami karena menerimanya hanya dengan setengah hati, padahal kalau serius dan fokus sebenarnya bisa. Sebaliknya, kalau tidak mampu tetapi memaksakan diri, maka akan capek sendiri karena terlalu berambisi. Oleh karena itu kenali diri sendiri dahulu, minatnya di mana, dan seberapa kemampuan untuk menjalani minat tersebut.

Biologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang organisme hidup sangat penting karena menyangkut kelangsungan hidup makhluk di alam semesta. Tuhan menciptakan berbagai makhluk, dari yang renik hingga raksasa, dari yang bermanfaat hingga yang bikin sakit, dari yang hidup di dalam tanah hingga yang tinggi terbang di angkasa ataupun yang hidup sebagai parasit di dalam tubuh makhluk lainnya. Itu semua dihadapkan kepada kita supaya kita mempelajarinya. Melestarikan yang langka (contoh: teknik kultur jaringan), menekan yang buruk (contoh: mematikan sel-sel kanker), membuat yang buruk menjadi baik (contoh: membuat vaksin), meningkatkan kesejahteraan hidup (contoh: teknologi untuk budidaya tumbuhan dan ternak), dan seterusnya. Ilmu-ilmu tersebut diperoleh di Biologi sebagai ilmu dasar yang selanjutnya dapat diterapkan ke berbagai ilmu terapannya (biology-based). Hal-hal seperti itulah yang bisa menjadi motivasi mengapa kita harus belajar Biologi. Semoga jawabannya sesuai dengan yang dimaksud ya :)

Baca selengkapnya
1 1594
Sarma Alvionita S
6 tahun yang lalu

Halo, Sarma! Membandingkan diri itu kebiasaan yang kurang sehat, lho. Kamu harus percaya bahwa setiap orang itu punya jalan hidup masing-masing yang unik.

Berikut artikel Youthmanual tentang 5 Momen Ketika Kamu Harus Berhenti Membandingkan Hidup Kamu dengan Orang Lain. Semoga masalah kamu bisa teratasi, ya!

http://www.youthmanual.com/post/sudut-pandang/5-momen-ketika-kamu-harus-berhenti-membandingkan-hidup-kamu-dan-hidup-orang-lain

Juga tentang tipe-tipe persahabatan :)

http://www.youthmanual.com/post/dunia-kuliah/kehidupan-mahasiswa/macam-macam-tipe-persahabatan-yang-mungkin-sedang-kamu-alami-saat-ini

Baca selengkapnya
2 174
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1