Cari tahu tentang semua jurusan kuliah disini

Temukan pengalaman dan jawaban dari Mentor Rencanamu dan pengguna lain

Shofia Salsabilah
6 tahun yang lalu

Halo, Shofia!

Banyak faktor yang menentukan quota masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui penerimaan jalur SNMPTN. Antara lain: nilai rata-rata kelulusan siswa di setiap daerah, banyaknya peminat di jurusan pilihan dan hak prerogatif kampus dalam menentukan kursi untuk pendaftar jalur SNMPTN.

Jadi agak sulit menjawab dengan pasti pertanyaan Nabila. Karena lagi-lagi, semua bergantung pada kampus yang dituju.

Youthmanual pernah membahas soal SNMPTN. Silakan dibaca-baca, ya. Semoga membantu :)

http://www.youthmanual.com/post/dunia-kuliah/kehidupan-mahasiswa/anak-ipa-daftar-jurusan-ips-di-snmptn

http://www.youthmanual.com/post/dunia-kuliah/kehidupan-mahasiswa/gimana-sih-peluang-kesuksesan-snmptn-lintas-jurusan

http://www.youthmanual.com/post/dunia-sekolah/persiapan-kuliah/5-tips-menembus-snmptn-untuk-anak-smk

Kalau untuk jurusan Biologi, kamu pernah mengadakan program tanya jawab jurusan Biologi. Silakan lihat di sini:

http://www.youthmanual.com/tanya-youthmanual/topik/jurusan-biologi


Baca selengkapnya
1 577
zulfan febriawan
6 tahun yang lalu

Tentu bisa! Dari pengalaman saya pribadi, saya memiliki beberapa teman yang bekerja di bidang perminyakan. Mereka bekerja di bidang R and D yang bertugas untuk melakukan penelitian dalam penemuan biofuel yang efektif dan terbarukan. Nah, untuk dapat menjadi seperti mereka, pemahan terhadap bidang ilmu mikrobiologi dan genetika sangat penting.

Baca selengkapnya
2 1132
Marsuki Hardjo
6 tahun yang lalu

Saya juga pernah seperti itu, tapi akhirnya berkuliah di jurusan Biologi UI. Saat kecil sangat bercita-cita menjadi dokter, namun saat SMA tersadar, bukan cita-cita yang saya kejar melainkan peluang. Begitu pun saat telah berukuliah, selalu memanfaat peluang besar yang ada di depan mata. Sampai akhirnya dapat bekerja pada bidang yang saya senangi dan digeluti semenjak perkuliahan. Saya harap kedepannya kamu juga demikian.

Baca selengkapnya
3 1263
Dewiayu Sekarini
6 tahun yang lalu

Sangat mungkin untuk lulusan Biologi untuk bekerja di bidang forensik. Saat kuliah tinggal diperkuat saja dengan ilmu genetika dan mikrobiologi. Selain itu ilmu lainya juga penting untuk mendukung seperti fisiologi dan histologi.

Tidak ada batasan untuk masuk di dunia forensik saat telah menyandang S2. Banyak kok lulusan biologi S1 yang bekerja di bidang forensik. Tapi jika ingin lebih memperdalam ilmu yang dapat mendukung kamu saat kerja nanti, akan lebih bagus kekita telah S2. 

Baca selengkapnya
2 2103
cassa vrd
6 tahun yang lalu

1. Dari Segi Gelar

Yang pertama, erbedaannya juga terletak pada title gelar yang akan didapat saat lulus nanti. 
untuk lulusan Biologi murni maka titlenya adalah S.Si (Sarjana sains), sedangkan lulusan Pendidikan Biologi gelarnya adalah S.Pd (Sarjana pendidikan). Lulusan biologi murni nantinya luarannya adalah menjadi pakar di bidang biologi yang mampu bekerja di bidang biological science maupun biologi terapan, pengembangan, lembaga riset, dll. Sedangkan lulusan Pendidikan Biologi nantinya dapat menjadi menjadi guru / pengajar Biologi.

2. Dari Segi Materi

Prodi Biologi Murni mempelajari aspek biologi yang lebih dalam, luas, dan banyak applied science nya.Misalnya Molecular biology, MEOR (Microbial-Enhanced Oil Recovery) yang merupakan integrasi ilmu biologi dengan teknik perminyakan, Biomedik, Ekologi, Konservasi, Bioteknologi, Biologi Perkembangan, dll. 

Sedangkan di Pendidikan Biologi, materi yang dipelajari adalah lebih ke biologi dasar dan umum. Selain itu, dipelajari juga mata kuliah dasar umum ( MKDU ) yang berhubungan dengan pendidikan dan keguruan, misal ilmu kejiwaan. Ini mempelajari tingkat2 kejiwaan manusia, jika umur sekian atau kelas sekian dia masih tahap ini itu dan teknik pengajarannya bagaimana. Selain ilmu kejiwaan, ada teknik/metode pengajaran, kode etik, dll.Saat akan lulus juga di prodi pendidikan harus membuat skripsi tentang kependidikan yang berhubungan dengan ilmunya (misalnya praktik mengajar di SMA). 

3. Dari Segi Biaya

Kalau untuk biaya, sudah bukan terkait dengan jenis jurusan nya, namun dari kampus nya. Karena pada jurusan yang sama pun jika berbeda kampus akan berbeda biaya kuliah. Untuk hal ini, silahkan cari informasi biaya kuliah tiap kampus / universitas.


Semoga membantu :)



Baca selengkapnya
2 9988
Mitha Yunda Pertiwi
6 tahun yang lalu

Kalau uintuk kuliahnya biasanya di kelas. Nah, asyiknya di Jurusan/Program Studi Biologi itu tidak hanya belajar di kelas tetapi juga ada kegiatan praktik di laboratorium (labwork atau praktikum), bisa juga di lapangan (field work atau field trip), atau mengunjungi instansi-instansi yang terkait dengan Biologi. Jadi, tergantung pada matakuliah dan minat studi. Untuk belajar Ekologi misalnya, akan lebih banyak kegiatan di luar/lingkungannya. Sebaliknya untuk pelajaran Anatomi dan Fisiologi akan lebih sering di laboratorium. Ada cabang Biologi yang namanya Ekofisiologi, yaitu gabungan pemahaman/pembahasan mengenai Ekologi dan Fisiologi. Ilmu ini mempelajari mekanisme tubuh pada lingkungan yang berbeda-beda. Untuk belajar lebih mendalam, perlu belajar langsung di alam, tetapi juga perlu di kelas untuk memahami teorinya. Kurang lebihs eperti itu. Menarik kan? :)

Baca selengkapnya
2 232
JODY THIA
6 tahun yang lalu

Kalau menyukai Biologi secara keseluruhan, silakan masuk ke Fakultas Biologi (promosi hihi).. Tapi kalau sudah mulai spesifik, misalnya pengen mendalami tentang pertanian, peternakan, kesehatan hewan, lingkungan, farmasi, dst, bisa langsung memilih fakultas/jurusan/program studi yang dimaksud. Pada semester awal akan ada matakuliah Biologi Umum yang isinya untuk mengingat kembali tentang pelajaran Biologi sebelum fokus ke ilmu yang akan dipelajari lebih lanjut. Atau bisa juga kuliah S1 di Fakultas Biologi dahulu, kemudian setelah lulus melanjutkan studi S2 ke jurusan/program studi yang lebih spesifik. Cara ini menguntungkan karena di jenjang S1 akan mendapat ilmu Biologi secara lengkap dan detil, baru selanjutnya dipilih cabang mana yang diminati untuk diperdalam di jenjang S2. Itu salah satu tips apabila kamu memang menyukai Biologi dan ingin menekuni salah satu cabangnya. Semoga sukses ya. Kalau sudah diterima di UGM jangan lupa nyari Bu Laks ya :)

Baca selengkapnya
2 511
JODY THIA
6 tahun yang lalu

Yang jelas bisa jadi guru atau dosen Biologi hehe.. Karena Biologi merupakan ilmu dasar (basic science), maka lapangan pekerjaannya luas, bisa mencakup hingga ke wilayah ilmu-ilmu terapan (applied science). Kalau berminat dengan kegiatan penelitian, baik di lapangan ataupun di laboratorium, maka lulusan Biologi bisa menjadi peneliti dan ahli/pakar di bidang kedokteran, pertanian, peternakan, perikanan, farmasi, ilmu lingkungan, bahkan bisa menjadi staf di kepolisian menjadi tim forensik. Keren kan? Bagi yang menyukai kegiatan lapangan (ekologi), bisa menjadi tim ahli dalam bidang konservasi tumbuhan dan satwa, membantu program budidaya flora dan fauna, konsultan ilmu lingkungan, pemanfaatan sumber daya hayati yang baik (tidak eksploitasi yang bisa menyebabkan kepunahan dan kerusakan lingkungan). Yang mendalami bidang mikrobiologi bisa menjadi tim ahli /staf laboratorium di perusahaan/industri makanan dan minuman, obat-obatan, dst. Intinya, di mana ada kehidupan maka orang-orang Biologi pasti dibutuhkan. Tinggal yang bersangkutan ulet, aktif, dan kreatif atau tidak dalam mencari pekerjaan. Tidak harus mencari pekerjaan, bisa bikin lapangan pekerjaan sendiri yang merekrut tenaga kerja. Alangkah kerennya! :)

Baca selengkapnya
2 1181
JODY THIA
6 tahun yang lalu

Sedikit yang saya ketahui mengenai perbedaan di antara keduanya adalah bahwa kajian mikrobiologi pertanian memfokuskan pada peranan mikrobia dalam bidang pertanian. Sementara itu kajian teknologi pertanian mempelajari upaya pengembangan dan penerapan berbagai teknologi di bidang pertanian, tidak hanya melibatkan mikrobiologi saja, namun juga seperti matematika, fisika, manajemen/tatakelola, teknik rancang bangun peralatan pertanian dan pengolahan pascapanen, analisis produk, dan sebagainya. Jadi kajian teknologi pertanian lebih luas daripada mikrobiologi pertanian. Semoga jawaban ini mencerahkan ya.

Baca selengkapnya
2 726
JODY THIA
6 tahun yang lalu

Biologi adalah ilmu dasar (basic science) bagi ilmu-ilmu terapan (applied science) yang mempelajari tentang makhluk hidup. Jadi dengan mempelajari Biologi, nantinya dapat dikembangkan di berbagai jurusan. Misalnya kalau mempelajari tentang tumbuhan nantinya bisa diterapkan di Pertanian, Peternakan, Farmasi. Kalau belajar tentang hewan bisa untuk mendasari pengembangan di wilayah medis/klinis, seperti Kedokteran, Kedokteran Hewan, bisa juga di Farmasi, Peternakan. Belajar tentang lingkungan (Ekologi) bisa mengarah ke Geografi, Teknik Lingkungan, Konservasi. Belajar tentang Mikrobiologi bisa untuk bekal di Kedokteran, Pertanian, Perikanan, Peternakan, dll. Dengan mempelajari ilmu dasar maka kita memiliki bekal untuk masuk ke jurusan-jurusan di ilmu terapan. Ilmu darsa selain Biologi ada Matematikan, Fisika, Kimia.

Baca selengkapnya
1 1584
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1