Menu

Cerita Alumni SMK: Dari SMK Tata Boga ke Sekolah Tinggi Ilmu Komputer, Nur Ali Akbar

As we all know, pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mempersiapkan siswa/i untuk langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus sekolah. Tapi, ternyata nggak sedikit lulusan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi alias berkuliah. Yuk, simak pengalaman mereka!

Gaes, meet Nur Ali Akbar, seorang lulusan SMK jurusan Tata Boga yang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke S1 ke jurusan yang sama sekali berbeda dengan masa SMK, yaitu Ilmu Komputer‍.

Halo, Ali. Dulu sekolah di SMK mana dan ambil jurusan apa?

"Dulu sekolah di SMK Negeri 57 Jakarta. Karena SMKN 57 adalah rumpun Pariwisata, pas kelas 1 belum penjurusan, masih umum soal dasar-dasar ilmu Perhotelan dan Food and Beverage atau Tata Boga. Begitu kelas 2, gue memilih jurusan Tata Boga."

Apa aja yang dipelajari di SMK jurusan Tata Boga?

"Belajar tentang hospitality terkait pelayanan prima dari dunia Perhotelan dan Tata Boga. Kita belajar teori dan praktek sebagai bartender, chef di hot kitchen (memasak makanan umum), chef di bagian pastry (membuat roti, pizza dan kue). Sejak sekolah, semua diajarkan sesuai dengan standar hotel berbintang pada umumnya. Ruang praktek juga disulap sedemikian rupa menyerupai ruang kerja asli di hotel atau dapur."

Kenapa dulu memutuskan untuk masuk SMK dibanding SMA?

"Supaya bisa langsung kerja, dong."

Setelah lulus SMK, kamu melanjutkan kuliah ke mana dan ambil jurusan apa?

"Gue nggak langsung melanjutkan kuliah. Setelah lulus SMK Tata Boga, gue sempat bekerja selama empat tahun di berbagai tempat, seperti hotel, café, dan restoran. Pendidikan yang gue dapat di SMK benar-benar bermanfaat. Kalau kita belajar dengan serius di SMK, kita bisa langsung kerja, kok. Meskipun tentu aja bekerja nggak langsung mulai dengan posisi tinggi. Setelah tabungan cukup, baru deh, gue kuliah di  STMIK Jakarta STI&K, mengambil jurusan Ilmu Komputer‍."

Apa alasan kamu mengambil jurusan yang sama sekali berbeda dengan masa SMK? Merasa sia-sia, nggak sih, ilmu yang didapat ketika SMK?

"Gue merasa zaman sekarang ini segala sesuatu berkaitan dengan komputer. Meskipun jurusan ini merupakan dunia baru (bagi gue), tapi gue harus bisa menguasainya, karena ini (teknologi komputer) tuntutan zaman. Kalau ilmu Tata Boga di SMK tentunya selalu bermanfaat. Soalnya dalam kehidupan sehari-hari, kita juga dekat dengan dunia makanan dan memasak. Meskipun cowok, bisa masak dan tahu soal bahan-bahan masakan bisa jadi nilai plus juga."

Waktu kuliah, merasa canggung atau minder nggak dengan lulusan dari SMA?

"Nggak canggung sih, tapi gue memang merasa "lucu". Soalnya, kebanyakan yang masuk kuliah anak-anak lulusan SMA. Selain itu, karena gap year gue empat tahun (bekerja dulu), gue jadi satu kampus sama angkatan yang jauh lebih muda. Untungnya, gue cuek aja bergaul dengan mereka. Kita toh sama-sama mencari ilmu. Nggak usah merasa berbeda."

Ada kendala nggak pas ujian masuk kuliah? Mengingat lulusan SMK nggak banyak pelajaran normatif dan adaptif?

"Nggak ada kendala khusus. Begitu mau ujian masuk, ya kita belajar dari buku. Karena waktu itu gue merasa buku gue kurang, gue rajin mencari pengetahuan soal dasar-dasar komputer lewat Google dan Youtube."

Siapa, sih, yang paling menginspirasi kamu di masa sekolah dan kuliah? Terutama untuk jurusan yang kamu ambil.

"Ibu dan nenek. Mereka berdua perempuan pejuang buat gue. Makanya setelah SMK, gue nggak mau menyia-nyiakan pendidikan dan langsung bekerja lalu kuliah."

Tips buat teman-teman SMK yang mau kuliah?

"Di SMK, kita belajar kemampuan. Karena lebih banyak kemampuan, ilmu yang sifatnya pengetahuan umum harus digali sendiri. Perbanyak kegiatan membaca. Jangan takut berkorban. Prinsip gue, nggak ada kemenangan tanpa pengorbanan."

(Sumber gambar: 4.bp.blogspot.com, republika.co.id)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©