10 Fakta Ilmiah Seru Seputar Kepribadian Ambivert

Sudah baca artikel Youthmanual tentang definisi dan ciri-ciri seorang ambivert?

Nah, kalau kamu merasa punya tipe kepribadian hibrida ini, kamu patut banget jadi jumawa. Because, seroiusly, you got the best of both worlds!

Menurut berbagai ilmuwan dan psikolog, tipe ambivert merupakan tipe kepribadian yang paling sulit dimengerti (caelah) dan diklasifikasikan. Nggak seperti kepribadian ekstrim introvert atau ekstrovert, para ambivert memiliki traits yang paling bervariasi satu sama lain.

Tapi, bukan berarti kepribadian ambivert adalah sebuah anomali, lho! Inilah beberapa fakta ilmiah yang sejauh ini dapat dikemukakan para ilmuwan, seperti yang dikutip dari situs The Stir.

1. Lebih dari sepertiga manusia di muka bumi adalah ambivert.

Nyangka, nggak, kalau ternyata sekitar 38% dari populasi manusia di dunia memiliki tipe kepribadian abu-abu ini? Which means, sebenarnya orang ambivert nggak langka atau unik-unik amat, hihihi. Bahkan, menurut teori Carl Jung, nggak ada yang namanya introvert atau ekstrovert murni, karena menurut Jung, orang seperti itu pasti bisa masuk rumah sakit jiwa. Duh!

ambivert1

2. Ambivert terdiri dari kombinasi sifat introvert dan ekstrovert.

Kepribadian ambivert berada di antara dua sisi spektrum tipe kepribadian, dan nggak semua ambivert berada tepat di pertengahan. Jadi, ada berbagai kombinasi traits antara introvert dan ekstrovert. It often swings both ways. Misalnya, seorang ambivert mungkin aja suka dugem, meskipun dia nggak suka bertemu orang baru.

Uniknya, menurut tes MBTI there is no such things as an ambivert. Mereka biasa menyebutnya sebagai socially adept introvert atau introspective extrovert. Walaupun penyebutannya beda, intinya, sama aja, sih, ya?

3. Kepribadian ambivert mudah beradaptasi.

Orang ambivert bisa bersikap layaknya seorang ambivert di suatu saat, namun bisa tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat—or stay still in the middle. Tenang, mereka nggak bipolar, kok! Justru sifat inilah yang membuat para ambivert mudah beradaptasi dalam berbagai situasi.

4. Orang ambivert adalah tenaga sales yang hebat.

Menurut sebuah studi di Wharton School, para ambivert dianggap memiliki kemampuan persuasif yang lebih baik dibandingkan tipe kepribadian lainnya. Kenapa? Karena mereka mampu menjadi sosok yang bersemangat dan pede dalam melakukan sesuatu, tanpa kelihatan arogan. Ambivert calon marketers semua, nih, ye...

ambivert2

5. Orang ambivert kerap meragukan diri mereka sendiri.

Asal tahu aja, orang-orang ambivert sering bingung dengan jati diri mereka sendiri. Mereka suka berpikir, apa sifat saya yang lebih dominan? Dalam keadaan tertentu, mereka juga mikir, apakah saya harus bersikap seperti seorang introvert? Atau ekstrovert? Akibatnya, para ambivert sering harus mikir berkali-kali dulu sebelum “menunjukkan” jati diri aslinya kepada orang lain.

6. Salah satu ciri orang ambivert adalah bisa merasa nyaman di mana saja, kapan saja.

Kalau orang ekstrovert lebih senang berada di lingkungan yang ramai, dan orang introvert lebih suka berada di lingkungan yang sepi dan tenang, maka ambivert merasa nggak masalah berada di lingkungan apa saja. Mereka nggak butuh lingkungan yang “ekstrem” untuk bisa nyaman menjadi diri mereka sendiri. Mau dibawa ke konser musik atau cuma ngobrol cantik di rumah pun ambivert nggak bakalan rewel!

7. Intuisi berperan penting dalam kehidupan seorang ambivert.

Nggak seperti introvert yang terkadang clueless, atau ekstrovert yang terkadang ignorant, ambivert paling jago membaca membaca situasi atau “kode-kode” yang tersirat. Intuisinya oke punya, sob! FYI, dalam tes MBTI, seorang ambivert cenderung punya tipe kepribadian I/EN-something.

 

ambivert3

8. Orang ambivert jago membaca emosi orang lain.

Social and people skill-nya ambivert itu jempolan banget, lho! Bahkan para ahli menganggap mereka sebagai “emotional bilingual” berhubung mereka mampu memahami sekian banyak jenis emosi yang sedang dialami orang lain. Duh, ini manusia biasa apa cenayang?

9. Online behavior para ambivert sangat sulit untuk ditebak.

Dalam media sosial, ketika si ekstrovert rajin mengunggah foto-foto selfie, dan si introvert rajin nge-share segala hal KECUALI tentang dirinya sendiri, maka ambiverts don’t do either way. Mereka nggak begitu suka ngikutin tren dan lebih memilih untuk menjaga “ambiguitas” mereka. Misterius abis!

10. Orang ambivert cenderung santai dan nggak banyak menuntut

Wah, kayaknya tipe ambivert adalah tipe pacar idaman, nih! Pasalnya, orang-orang ambivert bisa menyeimbangkan antara memberi dan menerima. Mereka nggak banyak nuntut dan bisa dibilang sangat “woles”. Hayo, dijamin kamu langsung pada lari PDKT ke orang-orang ambivert!

(sumber gambar: images.inc.com, cupofjo.com, tumblr.com, 

LATEST COMMENT
Vitra Anisya | 15 menit yang lalu

Kalau anak ipa kedua pilihan prodi soshum, bisa gak yaa kak?

Lintas Jurusan SBMPTN 2020: IPS Sulit Ambil Saintek, IPA Bebas Pilih Prodi
Fatimah Ibtisam | 1 jam yang lalu

Hai Claudya, untuk UTBK 2020 hanya ada TPS. Ini berlaku untuk semua pilihan prodi.

Tes Potensi Skolastik UTBK 2020: Tanpa Ujian Saintek, Soshum, dan Campuran, Apakah anak IPS bisa masuk Kedokteran?
Fatimah Ibtisam | 2 jam yang lalu

Cek link di dalam artikel, Rizky. Semoga berhasil!

Kuliah S1 Gratis dengan Beasiswa dari Telkom University x Rencanamu, Begini Caranya!
Fatimah Ibtisam | 2 jam yang lalu

IPA leluasa memilih prodi Saintek maupun Soshum. Namun supaya lebih pasti, cek syarat jurusan SMTA di prodi yang kamu minati tersebut.

Lintas Jurusan SBMPTN 2020: IPS Sulit Ambil Saintek, IPA Bebas Pilih Prodi
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1