7 Kualitas yang Harus Kamu Miliki Untuk Dapat Membangun Teamwork yang Baik

“Apakah kamu bisa bekerja dengan baik di dalam tim?”

Pertanyaan di atas adalah salah satu pertanyaan yang selalu ditanyakan pada setiap wawancara—mulai dari wawancara seleksi kepanitiaan di kampus sampai wawancara kerja. Soalnya, kemampuan bekerja dalam tim adalah salah satu soft skill yang paling penting dalam dunia kerja.

Nggak jauh berbeda dengan kepemimpinan, “pemain tim” yang baik sangat diidamkan oleh perusahaan guna membangun teamwork yang baik untuk berkontribusi dalam mengejar kesuksesan organisasi. Karena itulah individu dengan kemampuan bekerja dalam tim yang jempolan dianggap sebagai aset berharga yang tentunya sangat dibutuhkan di mana saja. Ahay!

Sialnya, hal ini tentunya terasa berbanding terbalik dengan kondisi yang kamu alami semasa menempuh ilmu. Banyak banget pelajar dengan otak cemerlang mengabaikan soft skill satu ini karena pengaruh tidak langsung dari persaingan prestasi. Alhasil, pencapaian akademik yang diraih pun jadi nggak berimbang dengan sikap mereka yang cenderung individualis. Duh...

Makanya, agar kamu bisa menjadi “pemain tim idaman” semua perusahaan dan bida membangun teamwork yang baik di dalamnya, kamu wajib banget punya kualitas-kualitas berikut ini dalam diri kamu.

1. Mudah beradaptasi

1

Apa gunanya kalau kamu ingin bekerja dengan baik di dalam tim tapi kamunya sendiri sulit banget untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan? Yang ada kamu malah kalah duluan sebelum ikut berperang!

Sikap fleksibel dan mudah beradaptasi adalah salah satu kunci penting untuk dapat menjadi pemain tim yang baik. Nggak ada yang konstan di muka bumi ini, gaes. Kamu harus pintar-pintar mengkondisikan diri kamu dalam berbagai situasi dan kondisi yang ada serta dengan interaksi antar individu yang ada di dalamnya. Jangan takut untuk meninggalkan zona nyaman yang cuma bisa bikin kamu membenci perubahan. Dengan itu, kamu nggak akan tertelan arus dan tentunya nggak dianggap sebagai beban yang memberatkan anggota tim lain.

2. Bisa diandalkan

Reliable atau bisa diandalkan bukan melulu soal menepati janji, lho, ya. Bisa diandalkan juga termasuk pada konsistensi dengan ucapan serta perbuatan kamu. Jadi, kalau bilang bisa dateng jam 10 pagi, ya kamu dateng jam 10 pagi. Kalau bilang bisa pakai photoshop dikit-dikit, ya kamu bisa bantu tim yang lagi kekurangan tenaga desain untuk bikin poster. Konsistensi performa kamu tentunya akan menambah nilai plus dalam kualitas satu ini.

Dalam bekerja sama, tentunya kamu harus bisa mengandalkan kemampuan dan ketersediaan satu sama lain agar dapat mengejar tujuan yang telah ditetapkan. Dan tentunya kamu pernah ngerasa bete dengan orang yang kerjaannya mangkir—alias nggak bisa diandalkan. So stop flaking from now on!

3. Proaktif

Ingat, ketika memasuki duna kerja, kamu udah bukan anak kecil yang masih harus disuapi. Kalau mau “kenyang”, kamu yang harus berusaha sendiri untuk itu. Jangan sekali-kali pelihara sifat pasrah, apalagi pasif!

Kamu akan bisa menjadi pemain tim yang baik apabila kamu memiliki rasa self-indulgement yang tinggi, karena kamu harus betul-betul merasa sebagai kesatuan dari tim agar dapat berkontribusi dengan baik. Inisiatif dan sedia membantu ketika dibutuhkan juga salah satu sikap yang harus kamu miliki demi menjadi individu yang proaktif.

4. Sikap positif

2

Pastinya kamu udah paham banget kalau mood emang memiliki pengaruh yang signifikan dalam apapun yang kamu lakukan. Terutama jika kamu bekerja dalam tim, rasanya mood yang jelek bisa banget “merusak” kekondusifan dalam bekerja. Gaswat!

Trus, gimana caranya biar mood dalam tim selalu cerah dan tentunya nggak menghambat kinerja? Dengan menjaga sikap positif, tentunya. Sikap positif dipercaya dapat mempengaruhi atmosfir di sekitarnya—dan dalam hal ini adalah lingkungan kerja. Kepositifan juga dapat memperkuat motivasi kamu dan anggota tim lain dari sudut pandang yang berbeda. dalam Jadi, tentunya kamu harus menanamkan sikap positif sejak dini dalam setiap aspek hidup kamu.

5. Dengar, dengar, dengar!

Karena tim nggak bekerja sendirian, pastinya kamu harus bisa berkomunikasi dengan efektif dengan anggota tim lain. Nah, komunikasi sendiri nggak cuma bisa menyampaikan maksud dan tujuan dengan jelas, lho, gaes. Menjadi pendengar yang baik juga menjadi salah satu aspek krusial di dalam skill satu ini.

Dengan menjadi pendengar yang baik, artinya kamu dapat menunjukan kualitas kamu sebagai pemain tim yang baik karena kamu aware dengan lingkungan sekitar serta nggak egois. Kamu juga akan terhindar dari kesalahpahaman karena kamu dapat memahami arahan dan kebutuhan dalam menyelesaikan tugas, yang artinya membuat kinerja tim kamu akan semakin optimal.

6. Nggak ragu untuk berbagi opini dan informasi

Kalau kamu pikir menyimpan rapat-rapat pengetahuan atau informasi yang berguna untuk diri kamu sendiri agar bisa menjadi lebih unggul dari orang lain, kamu salah besar, sob! Karena sesungguhnya orang yang cepat berkembang adalah orang yang selalu berbagi.

Karena itulah kamu dianjurkan banget untuk nggak pernah ragu berbagi opini, informasi, dan pengetahuan apapun yang kamu miliki kepada orang lain—terutama kepada anggota tim. Dengan begitu, anggota tim yang lain dapat memahami maksud dan tujuan kamu dalam bekerja sama alih-alih menyimpan semuanya sendirian dan menjadi orang yang individualis dan tentunya dapat merusak tim itu sendiri.

7. Suportif dan selalu menghargai

3

Di era globalisasi seperti sekarang ini, kamu tentunya harus bisa membuka pikiran kamu seluas-luasnya agar dapat menjadi pribadi yang modern dan berdaya saing yang tinggi. Tapi, berpikir terbuka saja nggak cukup untuk dapat membangun teamwork yang luar biasa. Sikap suportif dan selau menghargai juga menjadi kualitas dengan nilai tambah yang tinggi dalam bekerja sama.

Di dalam tim, beda kepala tentu beda pula isinya. Alih-alih menertawakan (atau merendahkan) opini anggota tim lain yang nggak sejalan dengan kamu, ada baiknya jika kamu menghargai opini tersebut sebagai suatu posibilitas. Penting diingat bahwa kamu juga akan dihargai oleh orang lain hanya jika kamu juga menghargai orang-orang di sekitar kamu.

Begitu pula juga jika ada yang memiliki ide dan masukan lebih bagus dari kamu, jangan merasa iri! Dukunglah apapun yang kontribusi yang dilakukan oleh anggota tim kamu, selama hal itu dapat membuat kinerja tim menjadi lebih baik. Dengan begitu, bukan nggak mungkin rasanya kalau kamu bisa membentuk dream team dalam lingkungan bekerja.

(sumber gambar: founderswire.com, shine.ms, momentsaday.com, cdn.com)

LATEST COMMENT
Dasri Dsr | 8 jam yang lalu

Nah klo tipe pelajar bunglon bagaimana biar efektif belajarnya sedangkan mood itu susah bgt diaturnya

Tipe Pelajar Macam Apakah Kamu? Cari Tahu Di Sini, Supaya Cara Belajar Kamu Nggak Sia-Sia!
Zainu Satria | 2 hari yang lalu

Mohon di cek kan kak. Saya kuliah di Universitas Asahan Prodi Bahasa Indonesia Nama:Winda Mentari NPM:14053010

Cuti Kuliah: Ketentuan dan Serba-Serbinya
Zainu Satria | 2 hari yang lalu

Assalamu'alaikum. Kak saya mau tanyak, saya kan pernah kulia dari tahun 2014.udh selesai semua, saya juga udh susun proposal.pas saya mau sempro kendala di uang kulia. Karena pada saat saya kulia ada ambil dispen. Disitu saya sama sekali tdk ad uang. Tu terus saya mau kerja. Dan ingin ambil cuti.…

Cuti Kuliah: Ketentuan dan Serba-Serbinya
maulaaa ya | 3 hari yang lalu

Emangnya gabisa yaa kalau anak ipa masuk ke psikologi soshum ?

5 PTN dengan Prodi Psikologi Saintek, Anak IPA Wajib Cek!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1