5 Alasan Kenapa Kamu Harus Datang ke Ubud Writers & Readers Festival 2016

Gaes, bulan depan Ubud Writers & Readers Festival hadir lagi, lho!

Bagi yang belum familiar dengan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF), saya kenalkan dulu, ya.

UWRF—yang pertama kali diadakan tahun 2004—adalah salah satu festival sastra berskala internasional terbesar di Asia Tenggara.

Meski begitu, jangan kira festival ini hanya bisa dinikmati para pencinta buku, karena sebenarnya tujuan dari UWRF adalah merayakan pemikiran, ide, serta isu-isu global. Dengan kata lain, UWRF lebih mengarah ke festival sosial, budaya, politik, dan seni, ketimbang “sekedar” festival sastra.

Coba aja lihat program-program UWRF selama festival berlangsung. Seru dan beragam banget! Ada panel diskusi, makan-makan bersama penulis-penulis terkenal, tur kuliner, adu puisi, pameran seni, pemutaran film, peluncuran buku, workshop—mulai dari workshop penulisan sampai workshop seni—dan banyak lainnya.

Setiap tahun, UWRF mendatangkan ratusan penulis, seniman, jurnalis, musisi, advokat, dan pegiat untuk mengisi program acara mereka. Tahun ini, ada 160 pengisi acara untuk 100 program lebih, pada tanggal 26-30 Oktober 2016.

Percaya, deh. Walaupun kamu merasa bukan “anak sastra banget”, kamu harus coba datang ke UWRF. Kenapa?

1. Karena kamu bisa sekalian lebih mengenal Bali.

Setiap tahun, UWRF selalu digelar di Ubud, jantung seni dan budaya pulau Bali. Jadi kalau kamu mau ikut seru-seruan di UWRF, sebaiknya kamu memang menginap di Ubud.

Lagipula kamu pernah nggak, sih, liburan di luar selatan Bali? Atau kamu memang hanya paham daerah-daerah “gaul” di Selatan, seperti Kuta, Seminyak, Canggu, atau Uluwatu? Dan kalau dengar kata Ubud, apa yang pertama muncul di kepala kamu? Restoran bebek goreng?

Jangan lah, gaes. Malu ngaku sering ke Bali, kalau masih saja mengidentikkan Bali dengan pantai, dan hanya mengidentikkan Ubud dengan bebek goreng. Bali jauh lebih luas daripada itu.

Jadi, yuk, buka cakrawala dan wawasan kamu tentang pulau kebanggaan kita ini, dimulai dari Ubud, dimulai dari UWRF.

2. Karena UWRF selalu menghadirkan penulis-penulis legendaris, termasuk tahun ini.

Pada UWRF 2016, ada tiga nama besar kesusastraan Indonesia yang dipastikan akan hadir untuk bertukar kisah, ide, dan inspirasi. Mereka adalah wartawan senior Seno Gumira Ajidarma, novelis Eka Kurniawan, dan penulis Dewi Lestari, yang pasti sudah sangat kamu kenal namanya.

Sementara dari luar negeri, UWRF juga mendatangkan para penulis pemenang penghargaan seperti Hanya Yanagihara, Charlotte Wood, Amit Chaudhuri, Kamila Shamsie, Hannah Kent, dan banyak lainnya.

3. Karena kalau kamu suka film, tahun ini UWRF juga akan mengangkat tema sinema.

FYI, sastra dan sinema adalah dua hal yang sangat berhubungan, lho. Bahkan ketika dulu saya kuliah di jurusan Sastra, ada mata kuliah Film dan Sastra. Kenapa? Karena karya sastra dan film punya persamaan kuat, yaitu sama-sama menghadirkan cerita.

Makanya, nggak heran kalau ada banyak sekali buku dijadikan film, dan sebaliknya.

Tahun ini, UWRF akan meng-highlight dunia perfilman Indonesia, yang sedang ramai sekali selama dua tahun terakhir ini.

Maka akan hadir sutradara muda Wregas Bhanuteja, yang film pendek karyanya, Prenjak, memenangkan penghargaan Semaine de la Critique di Cannes Film Festival 2016.

Juga akan hadir novelis, penulis naskah, sutradara, dan aktris Indonesia yang karyanya sering memancing kontroversi, Djenar Maesa Ayu. Selain itu ada penulis naskah dan sutradara Joko Anwar, serta legenda perfilman Indonesia, Slamet Rahardjo.

Dari luar Indonesia, akan ada Lionel Shriver, penulis pemenang novel We Need To Talk About Kevin yang telah memenangkan penghargaan dan kemudian disadur menjadi film pada tahun 2011. Ada juga Mitchell S Jackson, penulis autobiografi The Residue Years yang kini sedang dibuat film dokumenternya.

4. Karena kamu bakal ketemu dengan banyak anak muda inspiratif.

Anak-anak muda inspiratif yang kerap menyuarakan keinginannya untuk merubah dunia juga akan ikut meramaikan UWRF tahun ini.

Selain beberapa nama yang sudah disebutkan di atas—seperti Wregas Bhanuteja dan Emi Mahmoud—akan ada juga Emmanuela Shinta (pegiat konservasi alam), Yassmin Abdel-Magied (Queensland Young Australian of the Year dan seorang advokat untuk pemberdayaan remaja dan wanita), serta Bonni Rambatan (penulis dan ilustrator yang fokus pada kritik terhadap perubahan sosial).

Selain itu, akan ada 16 finalis kompetisi menulis yang diadakan UWRF, Emerging Indonesia, yang sudah terpilih pada bulan Juni lalu.

5. Karena program-program remajanya seru banget!

Selain program-program “serius” yang bakal membuka mata dan wawasan kamu, UWRF juga punya program-program untuk anak muda (umur 5 sampai 17 tahun) yang lebih ringan, tapi tetap seru dan berfaedah.

Misalnya, ada program Meet My Character (kelas menggambar ilustrasi tokoh), Press Club Mind Mind (kelas membuat berita untuk majalah / koran sekolah), Truth or Dare (kelas penulisan puisi yang dikemas dalam permainan Truth or Dare), Unlock Your Imagination (kelas pembuatan cerita fiksi), Make A Short Film: Tips & Tricks (kelas pembuatan film), The Urban Journalist (kelas jurnalisme untuk anak muda), dan banyak lainnya.

Semua kelas tersebut dipandu oleh para ahli dibidangnya, mulai dari jurnalis Al Jazeera Drew Ambrose, sampai penulis buku cerita anak muda yang sudah menerbitkan lebih dari 40 buku, Ken Spillman.

Pokoknya, rugi banget kalau kamu nggak datang ke acara besar yang hanya hadir setahun sekali ini. Try something new in your life, lah, sob. Termasuk datang ke Bali BUKAN hanya untuk santai di pantai.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website Ubud Writers & Readers Festival di www.ubudwritersfestival.com untuk informasi lebih lanjut.

Ubud Writers & Readers Festivel
26 – 30 Oktober 2016
Lokasi: Beberapa tempat di sekitar Ubud, Bali dengan program-program utama yang dipusatkan di Taman Baca, Jalan Raya Sanggingan, Ubud.
Tiket dapat dibeli di www.ubudwritersfestival.com atau di Box Office Taman Baca mulai tanggal 24 Oktober 2016.

(sumber gambar: Matt Oldfield, Anggara Mahendra, Stanny Angga, Wirasathya Darmaja dari https://www.flickr.com/photos/ubudwritersfest/)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Deni Y | kurang dari 1 menit yang lalu

apakah saya bisa berkontak dengan Pak Dimas

Profesiku: Kurator Musik, Dimas Ario
miaaa | 3 hari yang lalu

Assalamualaikum minn Saya baru masuk Smt 3 nih min saya mau ambil 24 SKS masing² 2 SKS per matkul Saya berencana memadatkan jadwal saya hanya Senin-Kamis aja Jadi dalam shari ada 4 matkul Apa itu wort it atau bagaimana Saran dong min

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
mustika | 3 hari yang lalu

Open pp/endorse : Klik Link Ig : https://www.instagram.com/naaan_n_n_/ cek ig : naaan_n_n_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Gina Ajeng | 4 hari yang lalu

Kalo aku maba dr kampus sdh otimatis

SKS dan KRS Itu Apa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1