Mengapa Kita Mendadak Ingin Merapikan Kamar Saat Harus Belajar Untuk Ujian?

Di momen krusial menjelang ujian, yang mana seharusnya kamu sibuk belajar, eh malah kepengen banget merapikan kamar dan mengubah tatanannya.  Ketika ada deadline tugas yang mepet, pengerjaannya jadi tertunda gara gara kamu asyik beberes lemari pakaian. Familiar dengan kisah di atas?

Well, you are not alone. Banyak orang yang merasakan dorongan mendadak untuk berbenah di saat “genting”, seperti ketika harus belajar untuk tes besok atau saat harus segera menyelesaikan pekerjaan.

Menurut Marie Kondo, penulis buku The Life Changing Magic of Tidying Up, banyak orang merasakan hasrat untuk berbenah ketika berada di dalam tekanan.  Marie pun mengalami hal serupa ketika masih sekolah dulu. Di malam sebelum ujian, ia nggak bisa belajar dan malah mengumpulkan kertas fotokopian, menata buku di rak, serta membongkari laci meja belajar hingga tanpa terasa sudah pukul 02.30 dini hari. Waduh!

Anehnya, setelah ujian berlalu, keinginan menggebu untuk beberes pun hilang. Saat selow, malah mager! Menurut Marie Kondo, dorongan mendadak untuk merapikan segala sesuatunya disebabkan tekanan yang dihadapi. Tanpa disadari, diri kita merasa perlu membereskan atau menuntaskan sesuatu.

Walaupun berberes dan rapi-rapi sangat baik untuk dirimu, tapi kalau dilakukan di saat yang nggak pas (malam sebelum UAS, misalnya), jadi kacau juga. Yup, yang seharusnya kamu mengulang materi dan istirahat untuk persiapan besok, malah menghabiskan malam dengan menguras energi. Ujian jadi nggak maksimal, manfaat bebenah pun kurang terasa.

Ingat Prioritas, Hingga Atur Nafas

Jadi, apa yang bisa kamu lakukan saat hasrat merapikan membuncah menjelang ujian atau saat batas pengumpulan tugas?

a. Ingatkan prioritasmu. Tahan diri dan lakukan apa yang menjadi prioritasmu. Meskipun tangan “gatel” ini membereskan ini itu, kamu harus tahu apa yang butuh menjadi fokusmu saat itu.

b. Jauhkan distraksi. Kamu pengen banget mengubah posisi lemari dan merapikan kamar saat harus belajar. Maka, coba belajar di luar kamar. Distraksi beberes ini bukan soal kamar aja lho, bisa pengen menyusun benda koleksi, menyortir file foto di hape, dan lainnya. Untuk sementara, jauhkan hal tersebut dari dirimu.

c. Kamu juga bisa bebenah seminggu sebelum pekan ujian. Dengan demikian kamar sudah rapi. Lagipula lebih enak dan mudah belajar jika segala sesuatunya teratur.

d. Jika telanjur (karena nggak tahan) membereskan kertas fotokopian, atau rak buku. Stop right there! Jangan diteruskan, salurkan energi serta perhatianmu pada hal yang mesti dikerjakan.

e. Tenangkan diri. Bisa dengan istirahat sejenak, mengatur nafas, dan makan. Sebab semakin gelisah dan kalut, keinginan beberes (dan godaan untuk melenceng dari tujuan utama, yakni belajar) akan semakin besar.   

(sumber gambar: Photo by Wendelin Jacober from Pexels)

LATEST COMMENT
Firana Fadzan | 35 menit yang lalu

Sayaaaa sekaliiiii

10 Tanda Kamu Anak IPA, Tapi Hatinya IPS. Ejiyeeee!
Najwa vika | 13 jam yang lalu

Kak aku mau tanya, untuk snmptn 2020 jurusan tata busana apakah menggunakan portofolio juga?

Ingin Masuk Jurusan Seni dan Olahraga di SNMPTN-SBMPTN 2019? Tanpa Uji Keterampilan, Inilah yang Perlu Disiapkan!
Yasmien Annisya Aulia | 22 jam yang lalu

kak maksud daya tampung snmptn itu apa ? misalnya jurusan fkip ppkn itu daya tampungnya 16 , nah itu daya tampung yang diterima dr setiap sekolah atau gimana ?

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Hikmah Rahmah | 22 jam yang lalu

memang lebih banyak diperlukan di perusahaan asuransi tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dapat bekerja di instansi pemerintah, dosen/peneliti, wirausaha dengan membuka kantor aktuaris sebagai konsultan aktuaria dll

Kalau Kamu Suka Akuntansi dan Matematika, Coba Lirik Jurusan Kuliah Aktuaria. Prospek Kerjanya Wow!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©