Kenapa Media Sosial (Bisa) Berbahaya Buat Masa Depanmu

Hari gini, siapa, sih, yang nggak eksis di media sosial? Jangankan anak muda. Om-om, tante-tante, sampai bocah-bocah aja asik ber-medsos-ria.

Saking serunya eksis di media sosial, kadang kita jadi kebablasan dan merasa sah-sah aja posting apapun di situ. Padahal ada banget, lho, hal-hal yang NGGAK BOLEH dipajang di medsos!

It's NEVER Just For Fun

"Ah, medsos 'kan just for fun!" kata kamu. Nope. Social media is NEVER just for fun.

Kenapa? Soalnya media sosial yang tadinya hanya untuk seseruan bisa berefek negatif buat masa depan. Ah, masa, sih? It’s just social media gitu, lho.

Eits, tau nggak sih, saat kalian melamar pekerjaan, daftar kuliah atau daftar beasiswa, HRD atau bagian penerimaan mahasiswa bakal kasak-kusuk stalking mencari tau lebih lanjut tentang kamu lewat media sosial?

Masih belum yakin? Simak penjelasan Novita Imelda, Director of Operations di Female Daily Network yang bertanggung jawab terhadap Human Resources and Recruitment, tentang proses seleksi kandidat pekerja di perusahaannya.

"Setelah membaca cover letter serta CV kandidat yang potensial, saya pasti akan googling namanya. Trus, lihat-lihat akun medsos dan posts-nya, deh. Biasanya dari situ karakter orangnya akan keliatan. Setelah itu baru diputuskan, apakah kandidat tersebut akan dipanggil wawancara atau nggak."

Nggak hanya Novita, HRD atau bagian penerimaan perusahaan atau organisasi lain juga melakukan hal serupa. Gimanapun juga, pekerja dan mahasiswa merupakan refleksi perusahaan dan universitas, sehingga mereka tentunya nggak mau memasukkan orang-orang yang berisiko memberikan image jelek.

Dengan kata lain, peluang kerja di tempat impian atau kesempatan beasiswa kamu bisa aja hilang gara-gara sebiji post “ngasal” di medsos. Huft!

Kehidupan Pribadi = image di Mata Publik

Tanpa disadari, satu post media sosial aja bisa "bercerita" banyak tentang diri kamu, seperti penampilan, kegiatan sehari-hari, cara menyampaikan opini, dan preference. Semua itu bakal membentuk image kamu di mata orang lain, bahkan dalam jangka panjang.

Bayangin gini, deh. Setelah bertahun-tahun kerja, akhirnya kamu dipromosiin jadi manajer di kantor. Eeh, ujung-ujungnya kamu batal dipromosiin hanya gara-gara sebuah post konyol (dan memalukan) dari zaman dulu yang mungkin kamu sendiri udah lupa. Trust me, this happens. Apalagi dengan adanya fitur Time Hop. Duh!

Ciptakan Reputasi Positif

Sebaliknya, apabila jeli, medsos itu bisa jadi bermanfaat banget untuk karir dan masa depan kamu. Pasalnya, selain bisa buat networking dan sumber informasi, medsos juga bermanfaat untuk pencitraan.

Caranya, coba kaitkan diri kamu sama hal-hal yang positif, misalnya posting foto pas jadi panitia acara kampus dan kegiatan volunteer. Boleh juga pamer hasil karya atau skill kamu. Kalau kamu jago ilustrasi, misalnya, ya upload deh hasil gambarmu. Kalau kamu jago ngegombal? Ya, udah lah, ya.

Yang pasti, bangun reputasimu dari sekarang. Pencitraan itu penting buat semua orang, gaes, bukan buat calon presiden aja. Tapi jangan lebay juga, sih. Intinya, bikin orang tertarik dan terinspirasi lewat akun medsosmu, deh.

Nggak Bisa Dikontrol

Sebelum nge-post sesuatu di medsos, please pikirkan baik-baik. Karena setelah tombol "post/share” diklik, post kamu bakal tersebar di dunia maya dan kamu nggak bisa dihentikan.

Tinggal delete aja, ‘kan? Weits, tunggu dulu! Orang lain bisa dengan mudah menyimpan screen shot post-an kamu, lho. Apalagi kalau udah terdata sama om Google. Trus jadi viral pula. Jangan-jangan, di masa depan nanti, anak-cucu kamu juga bisa liat! Waduh!

***

Intinya, kalau kamu aktif di medsos, otomatis kehidupan kamu jadi lebih transparan. Everyone can see you and, of course, judge you. Solusinya, sebelum nge-post sesuatu, tanyakan hal sederhana ini ke dirimu sendiri: "Kalau calon mertua bos perusahaan/pihak universitas ngeliat post ini, mereka akan mikir apa, ya?"

Pokoknya, bijak dan berhati-hati lah saat “main” medsos. Jangan sampai karir, masa depan serta berbagai kesempatan di kehidupan nyata dirusak oleh kehidupan virtual-mu.

(sumber gambar: Bruce Allan, Karma Macchiato, Reign Realty, Branding Personality, Adcorp)

LATEST COMMENT
Adinda Febriani Putri Irawan | 10 jam yang lalu

Kak, saya skrg baru masuk SMA. Dan memang dari awal saya kecepatan masuk sekolah. Sekarang umur saya 14 tahun. Apakah kira² saya bisa lulus kuliah dengan cepat? Karna biasanya ada jurusan kuliah yang tidak menganjurkan skripsi lebih cepat

Ingin Lulus Kuliah Lebih Cepat? Lakukan 12 Langkah Ini
Fatimah Ibtisam | 13 jam yang lalu

Hai Fachrana. dari cerita kamu memang ada dua kemungkinan. Pertama, kamu masih harus menyesuaikan diri, apalagi matkulnya benar-benar berbeda dengan latar belakang kamu di SMA. Ditambah lagi, kuliah baru berjalan dua bulan. Kedua, memang kamu salah jurusan. Namun untuk mengetahuinya, kamu perlu menjalani…

Kamu Salah Ambil Jurusan Kuliah? Cek 15 Tanda Mahasiswa Salah Jurusan!
Fachrana Fairuza | 1 hari yang lalu

hai kak, numpang cerita sedikit, jadi begini, saya sebenarnya ingin mendaftar jurusan farmasi. Namun, karena jurusan tsb saingannya ketat, ketika sbmptn saya linjur memilih jurusan pend. tata busana, saya memilih jurusan itu karena disarankan ortu saya dan ortu saya jelasin keuntungan-keuntungan kalo…

Kamu Salah Ambil Jurusan Kuliah? Cek 15 Tanda Mahasiswa Salah Jurusan!
Fatimah Ibtisam | 1 hari yang lalu

Kriteria detailnya ditentukan pihak sekolah ya Riani.

Bedah Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Asesmen Nasional 2021
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1