Mau Jadi Content Creator yang Berkualitas? Pahami Dulu Cara Mainnya dari Najwa Shihab!

Tanggal 1 Desember 2018 lalu, saya menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Sekolah Cikal, yaitu Cikal Career Chat. Di acara tersebut, ada berbagai kelas-kelas seminar yang membahas secara mendalam berbagai macam bidang industri, yang bisa kita pilih sesuai dengan apa yang menjadi minat kita. Seru? Iya, pake banget!

Eniwei, saat itu saya memilih untuk ikutan kelas Media and Entertainment, dan salah satu pembicaranya adalah Najwa Shihab. Iya, Najwa Shihab, jurnalis profesional Indonesia yang menjadi pembawa acara TV hitz bin berfaedah Mata Najwa dan founder Narasi TV, alias panutan saya.

Di kelas yang saya hadiri, Kak Nana berbagi pengetahuan seputar industri media masa kini yang sangat membuka mata—apalagi untuk saya sebagai seorang content writer. Nah, kalau kamu tertarik untuk berkecimpung dalam industri media, terutama menjadi content creator, saya mau “transfer ilmu” dari apa yang saya dapatkan dari Kak Nana di Cikal Career Chat dalam artikel ini.​​


Mata Najwa

Gaes, perkembangan pesat industri media, terutama jurnalistik, di Indonesia terjadi pasca reformasi karena eksistensi hak untuk bebas dalam berpendapat bagi semua golongan masyarakat. Alhasil, sejak saat itu, organisasi pers atau media pun mulai banyak bermunculan sampai dengan hari ini. Puncak dari perkembangannya berada di tahun 2004, yaitu memasuki era digital sampai saat ini.

Sayangnya, era digital tersebut pun malah menjadi bumerang yang “mematikan” bagi media cetak karena munculnya smartphone dan semakin cepatnya pertukaran informasi di internet bikin orang-orang nggak lagi merasa perlu mengeluarkan uang dan tenaga untuk membeli surat kabar. Ayo ngaku, siapa di sini yang lebih suka membaca berita online dari pada membaca berita dari surat kabar? Saya juga, kok. Hehehe.

Sebagai jurnalis kondang dan berpengalaman di Indonesia, nggak heran kalau Kak Nana sudah mengecap seribu satu asam-manisnya industri media. Kak Nana pun setuju bahwa industri media segara nasional dan global sudah berkembang pesat. Nggak hanya media cetak yang terancam punah, tapi dunia pertelevisian pun diasumsikan akan semakin sepi penonton.

Mungkin, asumsi tersebut nggak bikin kamu kaget karena faktanya YouTube kini menjadi kanal media yang kini tengah naik daun. Maka dari itu, Kak Nana pun mendirikan Narasi TV—yang bisa diakses di website maupun YouTube Channel Narasi TV—yang merupakan bentuk adaptasi media televisi digital.

Lagipula, pembawaan berita atau informasi di televisi digital seperti YouTube interaksinya terkesan lebih luwes dibanding di televisi konvensional, sehingga terasa nggak kaku dan lebih diminati oleh kaum muda yang menyenangi keluwesan.

Content Creator

Tanpa disadari, berbagai teknologi canggih yang sengaja diciptakan dengan tujuan mengefisienkan segala aktivitas manusia pun ternyata semakin mempersempit lapangan pekerjaan. Sekarang petugas tol sudah di-PHK dengan otomatisasi, dan profesi repetitif, seperti akuntan dan administrasi, diprediksi akan lenyap di masa depan karena pekerjaan mereka akan digantikan oleh mesin-mesin canggih.

Eits, tapi.. Kita sebagai manusia tetap punya hal-hal yang nggak dipunyai oleh robot dan mesin canggih itu, lho. Kreativitas yang hebat, imajinasi setinggi langit, kemampuan berkolaborasi dan berinteraksi dengan baik, serta rasa empati secara alami adalah anugerah terindah yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial. Hal-hal ini sangat dibutuhkan dalam industri media, sehingga kamu yang ingin berkarier di bidang ini nggak perlu takut untuk kehilangan pekerjaan.

Makanya, kamu pun bisa banget memanfaatkan teknologi canggih tersebut untuk berkarya, salah satunya adalah menjadi content creator. Sudah bukan zamannya lagi hanya menjadi penikmat karya, tapi cobalah buat karya! Nggak perlu muluk-muluk ingin jadi jurnalis hebat dengan jam terbang tinggi seperti Kak Nana dalam waktu satu malam. Kamu bisa memulainya dari nol, entah menjadi penulis blog, atau nge-vlog yang berfaedah.

Trus mungkin, kamu gerah karena hampir setiap hari beredar konten-konten “murah” dan lebih ngerinya lagi, berita hoax di media sosial. Dalam industri media masa kini, tantangan terbesarnya bukanlah hanya soal adaptasi dengan perubahan teknologi, melainkan juga menghasilkan konten yang berkualitas. Kompetisi dalam industri media pasti akan selalu ada, tapi bukan berarti kamu harus berlomba-lomba untuk menghasilkan konten yang nggak peduli bermanfaat atau nggak, yang penting bisa laku di pasaran. Kualitas sebuah konten nggak dinilai dari trending atau tidaknya konten tersebut lho, melainkan kefaedahan dan proses pembuatan konten yang “mahal”.

Just be a content creator, don’t worry too much about the platform! Percayalah, kalau kamu menghasilkan konten-konten yang berfaedah dan unik, pasti penikmat karyamu akan datang dengan sendirinya, kok.

Kamu pun juga nggak harus menjadi persis seperti Kak Nana. Kamu cukup contoh sifat dan karakter baik Kak Nana dan sepak terjangnya sampai bisa menjadi seorang jurnalis ternama. Jangan batasi mimpimu. Gunakan empati dan kreativitasmu. Buatlah karyamu dan jadilah versi terbaik dari dirimu sendiri!


Create Content Today

All in all, menjadi seorang content creator di industri media memang nggak mudah. Dibutuhkan kemampuan, kesabaran, dan kegigihan untuk selalu belajar hal-hal baru setiap harinya. Be a lifelong learner! Trus, kamu pun juga harus siap bekerja sama dengan siapapun, toleran dan mau mendengarkan orang lain, serta menerima perbedaan. Trus kata Kak Nana sih: “Jika ada perbedaan, carilah persamaannya! Rayakan perbedaan tersebut dengan penuh gembira!”

Mantap betul~

Oya, jangan lupakan pula untuk bersenang dan merayakan ketika kamu sedang atau telah menghasilkan karya. Bukankah pekerjaan seberat apapun akan terasa jauh lebih ringan ketika kita menyenanginya?

Intinya, keluar lah dari zona nyamanmu, hadapi era digital ini dengan konten-kontenmu yang progresif juga. Kalau Kak Nana saja berani mengambil segala resiko dalam mendirikan Narasi TV sebagai bidang beliau untuk berkarya mengikuti perkembangan zaman, kamu pun juga bisa!

Selamat berkarya! Saya tunggu konten-konten hebat dari kamu. Hihihi.

 

(sumber gambar: quora, trans7.co.id, myoffice.com, femina.co.id)

LATEST COMMENT
Dasri Dsr | 9 jam yang lalu

Nah klo tipe pelajar bunglon bagaimana biar efektif belajarnya sedangkan mood itu susah bgt diaturnya

Tipe Pelajar Macam Apakah Kamu? Cari Tahu Di Sini, Supaya Cara Belajar Kamu Nggak Sia-Sia!
Zainu Satria | 2 hari yang lalu

Mohon di cek kan kak. Saya kuliah di Universitas Asahan Prodi Bahasa Indonesia Nama:Winda Mentari NPM:14053010

Cuti Kuliah: Ketentuan dan Serba-Serbinya
Zainu Satria | 2 hari yang lalu

Assalamu'alaikum. Kak saya mau tanyak, saya kan pernah kulia dari tahun 2014.udh selesai semua, saya juga udh susun proposal.pas saya mau sempro kendala di uang kulia. Karena pada saat saya kulia ada ambil dispen. Disitu saya sama sekali tdk ad uang. Tu terus saya mau kerja. Dan ingin ambil cuti.…

Cuti Kuliah: Ketentuan dan Serba-Serbinya
maulaaa ya | 3 hari yang lalu

Emangnya gabisa yaa kalau anak ipa masuk ke psikologi soshum ?

5 PTN dengan Prodi Psikologi Saintek, Anak IPA Wajib Cek!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1