Menu

7 Langkah Menaklukkan Psikotes Saat Melamar Pekerjaan

Salah satu tahap yang menantang dalam proses melamar pekerjaan adalah psikotes. Psikotes atau tes psikologi bisa bikin pelamar tereliminasi, alias gagal diterima. Namun beda dengan tes lainnya, psikotes nggak bisa dipelajari atau dihafalkan. Walau demikian , ada tips yang bisa kamu lakaukan untuk menaklukkan psikotes, sehingga mendapatkan hasil yang terbaik.

1. Tanamkan perilaku yang baik

Menurut bocoran, perilaku atau attitude yang baik sangat penting bagi perusahaan, bahkan lebih penting dibandingkan kemampuan. Nah, perilaku ini bisa dinilai dari psikotes.

Ya, karakter tiap orang memang berbeda, namun perilaku yang baik seperti mau terus belajar, tidak malas, jujur, dan menghargai orang lain merupakan hal yang perlu dimiliki setiap orang, jika ingin berhasil.

Nope, kamu nggak perlu kasak-kusuk untuk mengakali tes. Coba deh, mawas diri. Kamu perlu tahu sih, bagaimana perilaku yang baik dan apa pentingya berperilaku baik. Perhatikan dirimu sendiri, baik plus maupun minusnya. Trus, berusaha menanamkan attitude yang baik. Itulah yang akan membantumu melewati tes.

2. Pantang menyerah

Biasanya saat psikotes kamu diberikan soal yang banyak, sulit, sangat menantang, dan harus dalam waktu yang singkat. Under pressure banget, deh! Sebenarnya, yang ingin dilihat bukan seberapa hebat kamu menghitung, namun lebih kepada ketahanan dirimu, terutama saat berada di bawah tekanan. Dilihat juga apakah performa kerjamu relatif stabil dalam berbagai kondisi.

Jadi, saat mengerjakan soal, kamu harus tetap semangat. Jangan down lantaran waktu yang nggak cukup, soal yang sulit, atau pesaing yang berat. Fokus pada dirimu, berusaha, and repeat!

3. Tetap tenang

Selain itu, ketenangan juga penting. Apalagi ada beberapa tes di mana pelamar diamati oleh psikolog secara langsung, one on one. Misalnya, tes di mana kamu harus menyusun puzzle dengan beragam tingkat kesulitan di depan penguji.

Kamu nggak harus sempurna atau benar semua saat mengerjakan tes. Yang terpenting adalah tetap tenang saat kamu melakukan kesalahan atau belum berhasil memecahkan persoalan. Panik, akan membuat kamu semakin gugup dan memengaruhi performa tes secara keseluruhan. Selain itu, cara kamu menangani kegugupan dan kepanikan akan menjadi nilai tersendiri.  

4. Teliti

Tip sukses psikotes berikutnya adalah soal  ketelitian. Nggak cuma teliti ketika mengerjakan soal, tetapi juga teliti ketika membaca dan mendengarkan instruksi. Jangan sampai salah mengerjakan hanya karena kamu tidak memahami aturan tes yang diberikan.  

5. Jaga kondisi fisik

Kondisi fisik sangat ngaruh lho, terhadap hasil psikotes. Gimana kamu bisa tenang  dan bertahan dengan tes yang panjang jika kamu capek, ngantuk, atau perutmu nggak enak?

Makanya pastikan kamu istirahat yang cukup, perhatikan asupan makanan, dan jaga kondisi tubuh biar tetap fit. Gimana kalau tes dilakukan saat kita kurang sehat? Do your best! Lakukan hal yang bisa bikin gejala sakit jadi mendingan, seperti minum obat (pastikan yang nggak ada efek mengantuk), minum teh hangat, memakai baju hangat, dan lain sebagainya.  

6. Honesty is the best policy

Dilarang banget curi-curi kesempatan untuk berbuat curang, meskipun kesannya sepele. Misalnya, melihat jawaban orang lain (yaelah, masa' psikotes aja nyotek?!), membuka soal sebelum diperbolehkan, atau melanggar batas pengerjaan secara sembunyi-sembunyi. Sebab kalau ketahuan, tidak ada maaf bagimu.

Yup, hal yang kesannya sepele bisa menjadi sesuatu yang sangat menentukan. Kamu bisa dianggap nggak jujur akibat keisengan melanggar aturan tersebut.

7. Be yourself

Saat psikotes, terutama pada soal yang menanyakan kepribadian dan pemikiranmu, jawablah apa adanya. Nggak ada jawaban yang benar atau salah. Biasanya perusahaan membutuhkan orang dengan karakter tertentu. Jika sesuai denganmu, maka kamu akan lolos psikotes dan lanjut tahap selanjutnya, jika tidak sesuai maka tidak diterima

Menurut Aldi Ramadhika Human Resources Business Partner Manager dari perusahaan multinasional Danone, menjadi diri sendiri saat psikotes merupakan win-win solution, baik bagi perusahaan maupun pelamar.

“Hasilnya, perusahaan bisa menemukan kandidat pekerja dengan karakter yang sesuai dengan budaya perusahaan. Begitupula sebaliknya, pelamar juga bisa bekerja di perusahaan yang tepat dengannya. 'Kan nggak enak juga, kalau bekerja di tempat yang tidak sesuai,” jelas Aldi.

Sukses melalui psikotes nggak hanya dinilai dari lolos atau tidaknya. Keberhasilan berarti kamu bisa menampilkan yang terbaik dari dirimu, sehingga apapun hasil tesnya akan  bermanfaat bagi kariermu. 

***

Psikotes dalam dunia kerja

Psikotes saat seleksi kerja sering disebut sebagai tes psikometri. Umumnya, tes psikometri dilakukan untuk melihat dan menilai 3 hal, yaitu:

1. Soft skills beserta attitude, termasuk kemampuan memimpin, teamwork, dan lainnya.

2. Menilai kepabilitas mental untuk bekerja, seperti kemampuan memahami bacaan, kecepatan mempelajari hal baru, menggunakan logika, dan lainnya.

3. Melihat bagaimana kepribadian kandidat pelamar.

Oiya, dalam dunia kerja, psikotes nggak hanya dilakukan ketika seleksi pelamar, tetapi juga setelah bekerja, misalnya saat akan penempatan divisi atau ketika diberikan promosi jabatan.

(sumber gambar: pixabay)

 

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©