Menu

Apa, Sih, Pentingnya Mata Kuliah Pilihan?

Ternyata nggak cuma pasangan dan barang obralan yang bisa dipilih. Mata kuliah pun bisa! Soalnya, dalam perkuliahan, ada yang namanya Mata Kuliah Wajib serta Mata Kuliah Pilihan (MKP).

Seperti halnya menentukan pasangan, menentukan MKP pun bisa bikin kontroversi hati. Ada mahasiswa yang butuh “semedi” berhari-hari dulu sebelum menentukan MKPnya, namun banyak juga mahasiswa yang cuma asal cap-cip-cup.

Padahal MKP ini penting, lho!

Nggak Semua Punya Pilihan

Sebenernya, seberapa berpengaruh kah MKP untuk SKS kita? Beda-beda, sih. Biasanya porsi SKS Mata Kuliah Wajib tetap mendominasi keseluruhan SKS, sementara porsi SKS Mata Kuliah Pilihan bervariasi, tergantung kebijakan masing-masing program studi. Misalnya, jurusan Filsafat di Universitas Indonesia memberikan jatah 28 SKS kepada MKP, sementara di jurusan Hukum Universitas Parahyangan, porsi MKP hanya 12 SKS.

Namun nggak semua jurusan memberikan privilege MKP. Umumnya, di program vokasi (diploma), mata kuliah sudah diatur dalam sistem paket. Semua mata kuliahnya wajib, nggak ada yang pilihan. Sistem paket ini ibarat dijodohin kali, ya. Kamu jadi nggak bisa lirik-lirik yang lain lagi.

Manfaatkan Sebaik-baiknya

Bagi kamu yang bisa mengambil MKP, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ingat, pilihanmu menentukan masa depan, lho. Kayak Pemilu gitu, lah. Nggak percaya? Setidaknya, ada lima manfaat penting yang bisa kamu dapatkan dari MKP, yaitu:

1.  Nilai plus untuk kerja atau melanjutkan pendidikan

Materi MKP cenderung spesifik, unik dan sebagian di antaranya bersifat praktis serta mengasah skill. Efiya Nur Fadila, alumni jurusan Psikologi, Universitas Indonesia yang kini bekerja di toko buku Aksara, merasakan besarnya manfaat kelas Bimbingan Menulis, baik untuk membuat tulisan ilmiah maupun populer.

Sementara Harumi Manik Ayu Yamin, M.Hum, dosen Program Studi Inggris, Universitas Indonesia menjadikan MKP Psikolinguistik sebagai salah satu modal ilmu dasar saat ia melanjutkan S2 di Fakultas Ilmu Budaya.

Contoh lainnya, kalau kamu tertarik kerja di perusahaan Korea (atau kenalan sama anaknya bos perusahaan Korea), coba ikut kelas Budaya Perusahaan Korea, MKP  yang diselenggarakan Program Studi Korea, Universitas Indonesia. Seru, ya?

2.  Membuka berbagai peluang, seperti peluang beasiswa, magang, dan lain sebagainya.

Saya pernah jadi salah satu juri kompetisi Sastra, gara-gara panitianya adalah dosen MKP yang sempat saya ambil. Alhasil, saya kebanjiran buku gratis untuk di-review. Yeay! FYI, saya terpilih bukan karena saya mahasiswa brilian, lho. Hanya saja saya memang selalu excited dan niat banget saat mengikuti MKP tersebut.

Dan tau nggak, karena ikutan MKP Bahasa Spanyol, teman saya jadi dapat beasiswa short course ke Spanyol, lho. Bikin sirik, ih!

3.  Subjek dan tugasnya seru-seru, bahkan ajaib

Materi pelajaran MKP biasanya nggak standar, cocok untuk mahasiswa anti mainstream yang suka tantangan. “Tugas pertama saya di kelas MKP Psikologi Perilaku Seksual adalah membeli kondom dan menuliskan pengalaman saya tersebut,” cerita Efiya yang memfavoritkan MKP Psikologi Wanita dan Gender serta Psikologi Lintas Budaya saat berkuliah S1 di jurusan Psikologi.

Ujiannya pun nggak kalah menarik. Untuk Ujian Tengah Semester salah satu MKP, saya pernah bikin paper mengenai olahraga Quidditch di seri buku Harry Potter. Risetnya gimana? Dengan cara maraton film dan buku Harry Potter, tentunya. It’s, like, the best exam ever!

4.  Membuka kesempatan untuk mengeksplor wawasan dan passion

MKP bisa memberikan kita ilmu spesifik sekaligus membuka mata kita akan hal-hal baru. Misalnya, anak Jurusan Teknik Sipil bisa belajar ilmu-ilmu spesifik lewat MKP seperti Struktur Beton Tahan Gempa serta Teknik Jalan Rel. Yup, ada lho mata kuliah seperti itu.

5.  Mempengaruhi IP alias Indeks Prestasi.

Yaeya, dongs! Apalagi kalau bobot SKS-nya 3 atau 4 per mata kuliah.

Saya termasuk orang yang merasakan betapa menyenangkan dan bermanfaatnya MKP. Pernah ngerasain pengalaman yang nggak enak juga, sih, lantaran asal pilih MKP. Misalnya, saya pernah ngambil kelas bahasa Jepang, dilanjutkan dengan kelas bahasa Italia, hanya karena ikut-ikutan, bukan karena benar-benar tertarik. Ujung-ujungnya, saya jadi ngomong bahasa Italia dengan intonasi Jepang. Hadeh!

Sekarang sudah tau ‘kan betapa pentingnya MKP? Sama pentingnya kayak pilihan jodoh, ‘kan? #eaaa. Sekarang cek ini untuk tau trik menentukan MKP!

(sumber gambar: Two Cents TV)

LATEST COMMENT
Khusnul Khotimah Hamzah | 2 hari yang lalu

Temen²ku juga kayak gitu. Malahan mereka udah janjian dari awal, nanti pas presentasi gak usah ada yang berpendapat macam². Padahal kan kita mau diskusi itu berjalan supaya semuanya paham :(

6 Sifat yang Harus Kamu Hindari Agar Kamu Dapat Meraih Kesuksesan
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©