Lulusan Sastra Bisa Apa? Bisa Jadi Diplomat, Kerja di Perusahaan Multinasional, dan Keliling Dunia, Dong!

Banyak anak SMA—dan juga orang tua—yang SAMA SEKALI NGGAK MELIRIK program studi Sastra sebagai pilihan jurusan kuliah, lantaran nggak yakin dengan peluang kerja lulusannya. Padahal sebagian anak SMA yang nggak tertarik masuk program studi Sastra ini katanya ingin jadi diplomat. Wah, berarti mereka belum tahu bahwa lulusan Sastra banyak yang kerja di Departemen Luar Negeri (Deplu) dan akhirnya berkarier sebagai diplomat.  

Diplomat hanyalah satu contoh. Masih ada banyaaaak sekali profesi yang memberikan prospek bagus untuk lulusan Sastra. 

Jadi, sebelum kamu menolak kuliah di program Sastra—atau nolak anak Sastra untuk jadi calon pendamping hidup kamu (aih, berat!)—simak dulu, deh, 10 peluang karir lulusan Sastra yang mungkin nggak terbayang oleh kamu sebelumnya. 

1. Diplomat 

Banyak, lho, teman saya yang lulusan program studi Sastra akhirnya kerja di Deplu dan berkarier sebagai diplomat. “Adik saya dulu kuliah di program studi Rusia dan sekarang berkarir sebagai diplomat,” kata Nandiasari, Asisten Manajer sekaligus pengajar di Lembaga Bahasa Internasional Universitas Indonesia. 

Nggak gampang, lho, untuk bisa kerja di Deplu. Jumlah orang yang ingin masuk Deplu aja saingan dengan jumlah peserta kontes Idol! Salah satu hal yang membuat lulusan Sastra unggul di mata Deplu adalah kemampuan bahasa mereka. Namun selain itu, anak Sastra juga unggul dalam pemahaman terhadap budaya, seni, sejarah, sosial, hingga politik luar negeri, yang semuanya adalah modal penting untuk bekerja di Deplu.  

2. Pegawai Lembaga / Badan Internasional 

Selain jadi PNS di Deplu, lulusan Sastra juga bisa kerja di lembaga internasional, lho, seperti kedutaan asing, lembaga PBB (UNICEF, UNESCO), atau lembaga sosial-edukasi internasional, kayak @america, Japan Foundation, dan British Council.  

Dengan bekerja di lembaga-lembaga tersebut, kali-kali aja kamu bisa ketemu sama anak dubes atau anak raja yang lagi main ke sana, trus kenalan, trus jadi deket, trus bangun tidur, dan trus udahan, deh, mimpinya! Hihihi.  

3. Jurnalis 

Lulusan Sastra nggak hanya menguasai bahasa jurusannya saja—misalnya, lulusan Sastra Jepang nggak hanya menguasai bahasa Jepang—tetapi juga bahasa Indonesia serta bahasa Inggris. Yup, anak Sastra memang dituntut untuk mahir menulis dalam bahasa Indonesia. Bahkan beberapa mata kuliah program studi Sastra mengharuskan mahasiswanya membuat esai berbahasa Indonesia. Selain itu, bahasa Inggris anak Sastra juga terasah karena banyak buku referensi yang mereka gunakan dalam perkuliahan yang menggunakan bahasa Inggris. 

Dengan kemampuan menulis yang cukup oke (dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing), wawasan yang luas karena (katanya) rajin baca, serta rasa kepo yang besar, lulusan Sastra bisa jadi calon jurnalis yang oke banget. Memang  banyak, kok, wartawan cetak, televisi maupun online yang merupakan jebolan Sastra. Managing Editor serta salah satu Content Editor Youthmanual juga alumni program studi Sastra, lho! Ehem, ehem! 

4. Content Writer dan Copywriter 

Di era digital ini, peluang kerja lulusan Sastra bertambah lagi, yaitu sebagai content writer atau copywriter. Apa, sih, perbedaan keduanya? 

Pekerjaan content writer—profesi yang lagi naik daun—adalah menulis konten. Biasanya, sih, di website, karena sekarang ini ada banyaaaaak banget web bemunculan. Bayangin aja, semua usaha—mulai dari tempat les, produsen susu, produsen kosmetik, sampe tukang cukur—punya website. Tentunya semua situs tersebut perlu diisi, ya. Umumnya, sih, dengan artikel-artikel pendek. 

Sedangkan job desc seorang copywriter adalah membuat materi tulisan yang berkaitan dengan iklan atau materi pemasaran sebuah usaha.  

5. Penulis  

Lulusan Sastra yang “nyastra” banget biasanya akan menjadi penulis buku, entah itu penulis novel fiksi, kumpulan puisi, atau memoir. Beberapa contoh penulis lulusan program studi Sastra adalah Ayu Utami, Joko Pinurbo, dan Helvi Tiana Rosa. Kalau nggak mau jadi penulis tapi tetap ingin dekat dengan dunia tulis-menulis, lulusan Sastra juga bisa bekerja sebagai editor buku atau penulis skenario. 

6. Media (Audio-Visual) 

Lulusan Sastra juga banyak yang bekerja di televisi, radio, channel online atau Production House. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai tim Kreatif, Asisten Produksi, sampai Produser.  Mungkin karena program studi Sastra banyak mempelajari seni, kreativitas, dan budaya populer, ya, seperti misalnya di mata kuliah Drama, Kajian Film, dan Budaya Populer. Jadi, anak sastra masih bisa nyambung sama dunia media, ketimbang nyambung sama mantan pacar. Lah?! 

7. Perusahaan Multinasional 

Siapa bilang anak Sastra nggak bisa kerja di bank, perusahaan migas, atau industri skala internasional lainnya? Banyak kok, anak Sastra yang direkrut perusahaan multinasional, terutama perusahaan yang berasal dari negara yang sejalan dengan bidang studinya. Misalnya, lulusan program studi Cina sering direkrut oleh perusahaan minyak Cina, dan lulusan program studi Jepang banyak yang direkrut oleh bank Jepang.   

Seperti pengalaman Samantha Hellena, alumni program studi Jepang Universitas Indonesia, “Gue sempat bekerja di Telkom dan Bank Sumitomo Mitsui. Di kedua perusahaan tersebut, gue kerja di bagian Marketing yang memang membutuhkan kemampuan bahasa Jepang. Menurut gue, peluang kerja lulusan Sastra untuk bekerja di perusahaan asing yang sesuai jurusannya sangat bagus.” 

8. Pramugari 

Ada, lho, lulusan program studi Sastra yang jadi pramugari—atau pramugara—maskapai internasional ternama seperti Singapore Airlines. Asyik, deh. Mereka sebentar-sebentar bisa jajan di Roma, JJS di Paris, main ke Disneyland Kalifornia, terus spa cantik di Tokyo. Profesi ini oke banget kalau kamu memang kepengen keliling dunia, atau berkarier di perusahaan maskapai penerbangan. 

9. Pengajar Bahasa / Dosen 

Mengajar bahasa itu ternyata seru, lho. Dan nggak sebatas mengajar di kelas reguler.  

Nandiasari, alumni Program Studi Inggris Universitas Indonesia yang kini mengajar di Lembaga Bahasa Internasional Universitas Indonesia, cerita, “Dengan mengajar bahasa, saya jadi sering berhadapan dengan berbagai bidang plus belajar hal baru. Soalnya, banyak instansi yang butuh pelatihan bahasa. Saya pernah kerja sama dengan perusahaan batu bara, kementerian negara, BUMN, bank, perusahaan multinasional, militer, dan kedutaan. Saya bahkan bisa keliling Indonesia berkat proyek bersama kedutaan Amerika Serikat.”  

10. Penerjemah / Interpreter 

Karena mahasiswa Sastra dituntut untuk menguasai bahasa asing dan bahasa Indonesia dengan baik—lisan maupun tulisan—maka lulusan Sastra cocok banget jadi penerjemah atau interpreter. Nggak sekadar menerjemahkan bahasa, seorang penerjemah / interpreter juga harus mengerti topik dan “feeling” proyek yang ia jalankan. Makanya, orang yang bekerja di profesi ini harus senang belajar hal-hal baru dan punya wawasan luas. 

“Pekerjaan sebagai interpreter membuat saya banyak belajar mengenai bisnis, marketing dan periklanan. Soalnya, saya sering interpreting buat perusahaan riset marketing,” jelas Nandiasari. 

*** 

Tuh, bidang pekerjaan para lulusan Sastra keren ‘kan? Tahu nggak, apa yang bikin lebih keren lagi? Mereka bisa punya 2 atau 3 pekerjaan sekaligus! Misalnya, kerja di perusahaan multinasional, sekaligus jadi penerjemah lepas, serta mengajar privat seminggu sekali. Semua bisa berjalan lancar dan profesional, kok, asal bisa mengatur waktu ya. 

Gimana, ada yang tertarik masuk program studi Sastra? Atau nyesel karena terlanjur nolak anak Sastra? Nah, lho! Silakan tulis di kolom komen, ya! 

(sumber gambar: ncl.ac.uk, jakartasavvy.com, typingpandas.com, nocamels.com, mashstories.com)

 

 

LATEST COMMENT
Fatimah Ibtisam | 16 menit yang lalu

Hai Claudya, untuk UTBK 2020 hanya ada TPS. Ini berlaku untuk semua pilihan prodi.

Tes Potensi Skolastik UTBK 2020: Tanpa Ujian Saintek, Soshum, dan Campuran, Apakah anak IPS bisa masuk Kedokteran?
Fatimah Ibtisam | 19 menit yang lalu

Cek link di dalam artikel, Rizky. Semoga berhasil!

Kuliah S1 Gratis dengan Beasiswa dari Telkom University x Rencanamu, Begini Caranya!
Fatimah Ibtisam | 21 menit yang lalu

IPA leluasa memilih prodi Saintek maupun Soshum. Namun supaya lebih pasti, cek syarat jurusan SMTA di prodi yang kamu minati tersebut.

Lintas Jurusan SBMPTN 2020: IPS Sulit Ambil Saintek, IPA Bebas Pilih Prodi
Fatimah Ibtisam | 23 menit yang lalu

Anak IPA lebih leluasa mengambil jurusan rumpun Soshum termasuk prodi Hukum. Contohnya di prodi Hukum Universitas Indonesia. Biar lebih yakin, cek prodi Hukum di PTN yang kamu tuju, ya.

Lintas Jurusan SBMPTN 2020: IPS Sulit Ambil Saintek, IPA Bebas Pilih Prodi
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1