6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Kamu Memilih Program Studi Sastra

Ketika kamu mendengar kata sastra, pasti kamu akan teringat berbagai hal seperti puisi, dongeng, bahasa dan sebagainya. tapi tahukah kamu? Sastra nggak selalu hal-hal yang bersifat tulisan, kok. Di jurusan sastra pun bisa mempelajari tentang film, orkestra, budaya dan sebagainya.

Nah, karena sastra ini sering membahas tentang novel, puisi, film, budaya dan sebagainya, kamu pastinya akan dituntut untuk terus membaca, menonton dan juga menganalisis. Selain itu, kamu pun pasti akan terus menghafal, baik itu menghafal huruf, “grammar”, kata dan sebagainya.

Nah sebelum kamu memilih program studi sastra, yuk, cek hal-hal apa saja yang harus kamu perhatikan! Check this out!

1. Suka dan minat dengan bahasa

suka bahasa

Ketika kamu menyukai suatu hal, pasti, kamu rela untuk melakukan apapun untuk mendapatkan hal yang kamu suka. Ketika kamu minat terhadap sesuatu, pasti kamu akan melakukannya secara terus menerus tanpa merasa tertekan, mengeluh dan sebagainya.

Nah, begitu pun ketika kamu ingin masuk program studi sastra! Kalau kamu ingin menjadi mahasiswa program studi sastra, hal pertama yang harus kamu pastikan ialah kamu berminat dengan bahasa. Kalau kamu nggak minat dengan bahasa, yang ada, setiap kamu belajar, kegiatan tersebut akan menjadi bebanmu.

Apapun yang kamu kerjakan, sesulit apapun yang kamu lalui, seberapa banyak tugas yang akan kamu dapat, seberapa banyak hafalan yang harus kamu ingat, selama kamu suka, pasti kamu tidak akan merasa terbebani dengan semua hal tersebut.

2. Mental yang kuat

Kamu perlu tahu, gaes, dengan menjadi seorang mahasiswa program studi sastra, kamu harus memiliki mental yang kuat. Kamu ingat dengan cerita Pipit yang merupakan seorang lulusan Program Studi Sastra Jerman? Kalau nggak ingat atau belum baca, cek, artikel ini, ya: Kenal Lebih Dekat dengan Program Studi Sastra Jerman, Yuk!

Nah, Pipit bercerita, gaes, bahwa dari tiga puluh mahasiswa di angkatannya, seiring berjalannya waktu, jumlah mahasiswa itu berkurang menjadi empat belas orang, lho. Hayoo… Enam belas orang yang lainnya pada kemana, ya? Menurut penuturan Pipit, enam belas orang ini memilih untuk mengundurkan diri karena merasa nggak kuat atau merasa salah jurusan. Maka dari itu, gaes, kamu harus menguatkan mentalmu, ya, sebelum masuk program studi sastra!

3. Pintar menghafal

pintar menghafal

Yap, apalagi yang dibutuhkan seorang mahasiswa program studi sastra? Pintar menghafal merupakan salah satu “aset” agar kamu dapat mengikuti pelajarannya. Misalnya, nih, ketika kamu masuk Program Studi Sastra Jepang, kamu pasti diharuskan untuk menghafal huruf-huruf dasar, kan, seperti hiragana? Nah, selain huruf dasar, kamu diharuskan untuk menghafal huruf-huruf yang lebih kompleks, seperti katakana dan kanji.

Nggak cuma menghafal huruf aja, gaes, kamu pun pasti harus menghafal “grammar” dari bahasa di program studimu. Misalnya, nih, kamu mau berkuliah di Program Studi Sastra Jerman, kamu harus menghafal bagaimana cara membedakan benda yang feminin, benda yang maskulin dan benda yang netral.

4. Nggak takut sama detail

Yah, namanya juga program studi sastra, pasti, kamu dituntut untuk detail. Kenapa? Karena tugasmu akan lebih banyak menganalisa, baik itu menganalisa novel atau pun film. Yang namanya menganalisa, pasti, kamu harus mengamatinya sedetail mungkin.

Ketika kamu menganalisa novel atau film, kamu juga harus paham tentang beberapa konsep yang bisa menjelaskan hal-hal apa yang ada di dalam novel atau film tersebut. Misalnya, nih, kamu sedang menganalisis suatu novel yang berjudul The Princess Diaries dan kamu mau membahas tentang perlawanan nilai patriarki. Nah, kamu harus tahu, nih, tentang konsep patriarki, feminisme dan sebagainya.

5. Teliti dan Tekun

teliti dan tekun

Nah, mengambil contoh dari poin sebelumnya, kalau kamu ingin menganalisa suatu novel seperti novel The Princess Diaries, kamu harus memiliki sifat yang teliti dan tekun. Kamu jangan sampai terlewatkan hal-hal apa saja yang ada di novel tersebut.

Misalnya, nih, dengan membaca novel tersebut dengan teliti dan tekun, kamu bisa melihat masalah apa yang dialami oleh Mia sang tokoh utama. Selain itu, kamu juga bisa melihat nilai-nilai patriarki dan feminisme yang muncul dalam novel tersebut.

6. Suka membaca

Ketika kamu ingin masuk Program Studi Sasta, kamu juga harus suka dan rajin membaca, ya. Bagaimana tidak? Kalau kamu tidak suka dan tidak rajin membaca, yang ada, kamu akan ketinggalan dibandingkan dengan teman-temanmu yang lain.

***

Kan, tadi sudah disebutin beberapa hal yang harus kamu perhatikan kalau kamu ingin menjadi seorang mahasiswa program studi sastra. Nah, dari keenam hal tersebut, nomer berapa saja, nih, yang sudah kamu miliki?

Baca juga:

(Sumber gambar: dictio.id, englishharmony.com, my.vanderbilt.edu, blogs.hss.ed.ac.uk)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Faris Nadhir | 34 menit yang lalu

Semoga cita²ku menjadi pilot terkabula yaa Allah amin

Bagaimana Cara Menjadi Seorang Pilot? Begini Tahapan Lengkapnya!
Zidna Ilmalana | 13 hari yang lalu

Emng knp llsn psntrn?

Serba-Serbi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
Fatimah Ibtisam | 20 hari yang lalu

Hai Ilham, lmu Matematika juga dipakai dalam prodi Psikologi, khususnya yang berkaitan dengan statistika. Prodi Psikologi banyak melakukan riset, yang di antaranya menggunakan perhitungan statistik.

7 Mata Kuliah Paling Menantang di Program Studi Psikologi
Fatimah Ibtisam | 20 hari yang lalu

Hai Ronny, kamu bisa mendaftar FSRD ITB apabila kamu mengambil program IPA atau IPS.

Serba-Serbi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
andi regina wulan lestary nadim | 24 hari yang lalu

Open pp/endorse Ig : @reg.wulll_ bayar seikhlas nya, minat? DM

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1