Pembimbing Akademik, Tokoh Penting dalam Perkuliahanmu

Pembimbing akademik (PA) punya peran penting dalam kelangsungan perkuliahan mahasiswa. Sayangnya, banyak yang

menganggap PA sebagai formalitas belaka.

Saat masuk kuliah, seorang mahasiswa akan memiliki pembimbing akademik. Pembimbing akademik adalah dosen yang memberikan pertimbangan, persetujuan, dan bimbingan pada mahasiswa untuk urusan akademik. Salah satu peran PA yang krusial adalah menyetujui mata kuliah yang akan diambil mahasiswa pada semester depan. Kalau PA nggak ngasih approval, maka BYE!

Tapi emang sih, yang sering terjadi adalah mahasiswa memandang PA sebagai bentuk formalitas belaka. Yaitu hanya untuk tanda tangan rencana studi. Padahal peran dan manfaat PA untuk mahasiswa bisa banyak banget lho, seperti:

* Tempat kamu bertanya dan berkonsultasi jika menemukan kendala dalam perkuliahan. Misalnya, merasa salah jurusan, mendapat nilai jelek saat ujian (dan ingin meningkatkan performa), tidak lulus mata kuliah, jadwal kuliah bentrok, dan lainnya.

Bahkan ada kasus mahasiswa yang mengalami masalah finansial dan nggak bisa melunasi biaya kuliah. Nah, si PA lah yang membantu mencari solusi, hingga ia pun bisa menyelesaikan kuliah.

* Kamu juga bisa konsultasi soal mata kuliah yang ingin diambil serta konsentrasi yang akan dipilih.

* PA juga menjadi tempat yang tepat buat berdiskusi soal rencana perkuliahan. Seperti mata kuliah dan banyaknya SKS yang akan diambil, goal yang dituju, dan lainnya. Minta pula saran dan tips menghadapi perkuliahan dari si PA.

* PA juga bisa membantu kamu untuk urusan mendaftar beasiswa, lomba akademik, pertukaran pelajar, dan kegiatan akademik lain. DIa bisa memberitahukan prosedur yang perlu kamu lakukan, berbagi tips sukses, hingga memberikan surat rekomendasi.

* Siapa tahu, kesempatan magang, bekerja, atau seleksi beasiswa justru datang dari PA. Potensi, kesungguhan, dan attitude kamu menjadi bahan pertimbangan PA.

* Lebih jauh, hubungan dengan PA merupakan salah satu network yang kamu bangun di kampus. Makanya, komunikasi dengan si dosen PA perlu dibina dengan baik.

Tips berhadapan dengan PA

1. Ketahui prosedur dan jadwal konsultasi PA, terutama ketika periode mengisi rencana studi yang waktunya terbatas. Jangan sampai kamu asal ketemu dosen PA untuk minta persetujuan rencana studi, padahal kamu belum mengisi apa-apa dan nggak bawa daftar nilai semester. Akhirnya, kamu jadi bolak-balik, dan PA menilai kamu nggak persiapan.

2. Jangan cuma formalitas. As we said before, banyak mahasiswa yang menganggap fungsi PA hanya untuk tanda tangan rencana studi. Sayang banget ‘kan, kalau kamu nggak memanfaatkan memiliki pembimbing yang kredibel? At least, kamu memanfaatkan momen sekali tiap semester untuk benar-benar berkonsultasi dan diskusi soal rencana kuliah dan curahatan akademik kamu.

3. Jangan juga anggap PA sebagai lawan atau penghambat kamu. Ada mahasiswa yang ingin mengambil SKS yang banyak, atau mata kuliah tertentu. Trus, mereka merasa PA bisa jadi penghalang. Mahasiswa kayak begini menjalani sesi konsultasi akademis bagaikan ke medan perang. Ia merasa harus menang dari PA. Saat konsultasi si mahasiswa cenderung defensif.

Padahal, seharusnya kamu terbuka kepada PA. Kalian berdiskusi untuk mencapai keputusan akademis terbaik. Siapa tahu, keputusan kamu untuk ngotot mengambil 24 SKS bukan strategi yang baik. Atau PA bisa menyarankan mata kuliah pilihan lain yang lebih pas untukmu.

4.Bikin list pertanyaan tentang hal-hal yang ingin kamu ketahui seputar perkuliahan, persiapan karier, dan hal yang berhubungan dengan kehidupan akademik kamu. Anggap aja PA sebagai “dokter ahli” soal akademis, yang bisa jadi tempat kamu bertanya.

Misalnya, “Apakah mata kuliah A penting diambil jika saya ingin berkarier di bidang periklanan?” atau “Bagaimana cara supaya saya bisa  lulus cepat 3.5 tahun?”

5. Kemukakan juga alasan kamu untuk mengambil jumlah SKS tertentu, memilih mata kuliah A atau B, dan lainnya. Jangan blank atau cengar-cengir saat PA menanyakan kenapa kamu memilih suatu mata kuliah, ya.

6. Temui PA ketika kamu butuh bimbingan atau diskusi mengenai planning akademis kamu. Biasanya, PA terbuka kok, buat berdiskusi. Tapi jangan keseringan juga, apalagi buat urusan yang nggak penting-penting amat. Misalnya, nanya jawaban tugas kuliah. Eaaak!

7. Kamu perlu banget menghargai PA, tapi jangan jadi penjilat dengan memuji berlebihan.   

8. Biasanya PA memiliki beberapa mahasiswa bimbingan. Kamu perlu tahu siapa saja teman kamu dengan PA yang sama. Kalian bisa janjian konsultasi bareng atau malah sesekali diskusi bersama untuk menghemat waktu.

9. Kamu juga boleh menawarkan diri jika PA memiliki proyek atau penelitian yang membutuhkan bantuan mahasiswa. Pengalaman yang oke banget, lho, gaes.

10. Karena PA penting dalam networking kamu, maka hubungan yang baik namun tetap profesional perlu dijaga.

(sumber gambar: stocktonsfc.ac.uk)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Shannon Belinda | 2 jam yang lalu

Open endorsement @shannonbelindaa just dm for rate card thank you

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Agustin Lutfianty | 2 bulan yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1