Tips Menghadapi Ujian Open Book, Presentasi, Serta Berbagai Bentuk UTS dan UAS Unik di Perguruan Tinggi

Salah satu perbedaan yang mencolok antara zaman sekolah dan kuliah adalah soal UAS dan UTS. Di SMA, kebanyakan ujiannya adalah pilihan ganda, isian, dan esai sederhana. Sedangkan di perguruan tinggi, bentuk dan tipe tesnya lebih beragam. Malah kadang, dalam satu semester kamu bisa dihadapkan sama bermacam-macam jenis ujian sekaligus. Misalnya, Senin UTS mata kuliah A dengan sistem open book, Selasa matkul B presentasi kelompok, Rabu ujian praktik matkul X, dan lain sebagainya.

Supaya bisa menyelesaikan UAS dan UTS dengan baik, kamu perlu tahu tantangan masing-masing jenis ujian, terutama tipe yang nggak pernah kamu temui di bangku sekolah. Cek gimana penilaian serta tips menghadapinya.

Open book

Waktu SMA, sepanjang tes buku harus tersimpan rapi dalam tas. Bahkan kadang tas-nya pun nggak boleh dibawa ke dalam kelas. Eh, di bangku kuliah, ujiannya boleh open book alias buka buku. Asik bingits!

Tantangannya: Ujian tipe ini bisa bikin mahasiswa—terutama maba—terlena, dan jadi santai. Padahal biasanya, soal ujian open book itu rumit, dan jawabannya nggak eksplisit ada di buku. Bahkan nggak jarang mahasiswa malah jadi bingung, mau mulai dari buku yang mana untuk mengerjakannya. Jangan sampai kehabisan waktu gara-gara kebingungan baca setumpuk buku. Tantangan lainnya adalah ekspektasi terhadap jawaban serta standar penilaian dosen menjadi lebih tinggi karena kamu boleh baca buku.

Tips:

* Nggak perlu lah kebanyakan mengeluarkan buku, nanti malah bikin kamu bingung sendiri.

* Pastikan kamu memahami apa isi buku yang kamu bawa. Sebelumnya, baca-baca lagi dan berikan notes pada halaman-halaman penting.

* Jawaban nggak mungkin lah plek-plekan tertera di buku. Tapi bukan berarti kamu jadi nggak memperhatikan isi bukunya. Buku tersebut bakal sangat membantu kamu, mendukung jawabanmu dengan teori-teori yang ada.

* Semakin kamu memahami materi ujian dan bisa menjelaskannya dengan baik dan lengkap, maka nilaimu akan semakin baik. Hindari juga copy-paste kalimat dalam buku. Coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri.

Open 1 halaman

Inilah ujian di mana kamu bisa membawa contekan secara legal tapi hanya 1 halaman aja. SELEMBAR BANGET untuk merangkum materi SATU SEMESTER??? Boleh nggak pake kertas A3 yang segede gaban?  

Tantangannya: Kamu bernafsu untuk menjejali semua pelajaran yang didapat selama setengah semester atau satu semester ke dalam satu halaman kertas, which is impossible.

Tips:

* Nggak perlu keburu senewen, yang terpenting adalah kamu tetap mempelajari materi seperti biasa.

* Isi lembar tersebut dengan materi/rumus yang menurutmu paling rumit, sehingga kamu butuh untuk membacanya saat ujian.

* Karena kertas terbatas, buat catatan yang singkat dan padat. Tapi harus tetap bisa dipahami.

*Jangan malas untuk mengganti catatan, kalau kamu merasa ada yang kurang efektif. Selama masih ada waktu untuk menuliskannya, mendingan kamu tulis ulang.

Makalah/Proposal + Presentasi (kelompok)

Nggak sedikit lho, dosen yang menerapkan ujian seperti ini. Sebab penilaian bisa dilakukan dengan lebih cepat. Less paperwork, more activities in class. Bagi mahasiswa, ujian kelompok seperti ini  cukup melegakan karena bisa dijalani bersama teman yang lain. “Beban” belajar pun bisa berkurang. Yekan?

Tantangannya: Tentu dosen mengharapkan kelompok kalian akan bikin makalah dan presentasi yang outstanding. Pemikiran banyak kepala harus membuahkan ide yang lebih gokil dan karya yang lebih baik dong, ketimbang pemikiran individual? Tantangan lainnya adalah nilai anggota kelompok belum tentu sama. Bisa jadi yang paling sedikit kerja justru nilainya paling tinggi.

Tips:

* Kerjakan makalah/proposal sebaik mungkin. Terjun ke lapangan, wawancara orang, ke laboratorium, cari referensi tambahan, tambahkan foto yang sesuai. Pokoknya, lakukan yang terbaik, sekalipun itu nggak wajib. Manfaatkan kekuatan kalian yang berkelompok untuk membagi tugas.

* Pilih satu orang di antara anggota kelompok untuk menggabungkan pekerjaan kalian. Supaya smooth sebagai satu makalah/proposal. Jangan sampai ada bagian yang nggak nyambung, atau cara penulisannya jauh berbeda.

* Usahakan semua anggota kelompok mengerjakan tugas. Makanya, perlu ada pembagian tugas yang jelas. Jadi nggak ada yang gabut. Jangan sampai ada yang nggak kerja dan dia justru dapat nilai tertinggi. Kezel, khan?  

* Adukan aja yang nggak kerja ke dosen? Well it’s not the best idea. Biasanya dosen nggak mau mengurusi hal seperti itu, dan berharap kalian bisa menyelesaikan problem internal tersebut.

*All out saat presentasi. ”Yang dinilai adalah paperwork dan presentasi. Sekelompok berbeda-beda penilaiannya. Yang lebih aktif saat presentasi akan dapat nilai tambah,” jelas Cut Geminia dosen Komunikasi Universitas Bakrie dan Komunikasi Universitas Indonesia.

Mungkin kamu bukan orang yang suka berbicara di depan banyak orang. Tapi mau nggak mau kamu harus melakukannya di sesi presentasi. Seperti yang dikatakan Bu Dosen Cut Geminia, performa presentasi menntukan penilaian, dan nilainya (biasanya) diberikan secara individual.

* Sebaliknya, berikan juga kesempatan berbicara  untuk teman yang lain.

Cek juga tips presentasi berikut ini, 6 Teknik Presentasi Dasar yang Harus Kamu Kuasai.

praktik dokter ujian

Praktik roleplay/simulasi

Ini adalah ujian praktik yang dinilai secara langsung. Bedanya, bentuk praktiknya adalah roleplay atau simulasi. Nggak semua program studi sih, memiliki praktik seperti ini. Contohnya, adalah mahasiswa Pendidikan Dokter yang diuji cara berinteraksi atau menangani pasien. Contoh lainnya mata kuliah Speaking di mana mahasiswa harus melakukan adegan percakapan roleplay, ujian mewawancara narasumber di kuliah Jurnalistik, hingga simulasi persidangan untuk jurusan Hukum.

Tantangannya: Ujian seperti ini cukup menegangkan. Kamu nggak hanya perlu menguasai materi namun juga mempraktikannya di depan dosen dan dinilai pula. Nggak jarang, bentuk roleplay dan simulasi ini bikin nggak fokus. Kamu merasa malu dan nggak nyaman lantaran harus “berakting”.

Tips:

* Persiapkan sesi praktik dengan maksimal. Bawa/pakai perlengkapan tertentu jika bisa membantu performa kamu. Misalnya, baju formal, alat pendukung praktik, dan lainnya.

* Kamu harus benar-benar memahami dulu apa saja yang perlu dilakukan. Pelajari teori yang terkait dengan praktik yang akan dilakukan. Misalnya, tata bahasa/grammar atau materi undang-undang.

* Dalam semua ujian praktik, latihan adalah koentji! Jadi banyak-banyak lah berlatih. Selain bikin kamu lebih menguasai materi, latihan juga membuatmu nyaman. Ini bisa mengurangi rasa salting serta gugup saat tes.

* Di hari H, coba lah untuk fokus. Jangan nervous, tapi juga jangan bercanda, mentang-mentang kamu roleplay/simulasi sama teman-teman.    

Selamat menaklukkan UTS/UAS di kampus!

(sumber gambar: abovethelaw.com, usacollege.com, bumc.bu.edu)

LATEST COMMENT
Fatimah Ibtisam | 1 hari yang lalu

Freelance prodi Manajemen cukup beragam, mulai dari yang sejalan dengan studi yang diambil sampai yang sangat berbeda. Contohnya di Rencanamu, pernah ada mahasiswa Manajemen yang menjadi freelance writer.

Jadi Freelancer Sambil Kuliah: Banyak Keuntungannya
Fatimah Ibtisam | 1 hari yang lalu

Pekerjaan (freelance) yang terkait dengan prodi Rekayasa Perangkat Lunak antara lain menjadi web developer atau bagian IT.

Jadi Freelancer Sambil Kuliah: Banyak Keuntungannya
Fatimah Ibtisam | 1 hari yang lalu

Ada pekerjaan lepas khusus untuk mahasiswa jurusan tertentu. Adapula yang bisa untuk berbagai/semua jurusan/prodi. Selengkapnya, baca di link ini: https://rencanamu.id/post/dunia-kerja/persiapan-kerja/lowongan-kerja-freelance-untuk-mahasiswa

Jadi Freelancer Sambil Kuliah: Banyak Keuntungannya
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1