Kembali Sekolah Tatap Muka: 10 Hal yang Perlu Diperhatikan

Akhirnya, sekolah tatap muka datang juga. Setelah hampir 1,5 tahun pembelajaran jarak jauh, memasuki bulan September 2021 sekolah tatap muka mulai diselenggarakan di banyak wilayah Indonesia termasuk di kota besar. Tunggu dulu, sekolah tatap muka ini sama sekali nggak sama dengan dulu. Dan kemungkinan besar, berbeda dari apa yang ada di bayanganmu. Inilah 10 hal yang perlu kamu perhatikan saat kembali sekolah tatap muka.

1.Jam super singkat dipadatkan serta nggak bisa setiap hari. Pembelajaran tatap muka berdasarkan peraturan pemerintah pusat, pemda, dan kesepatakatan orang tua. Salah satu poin pentingnya adalah batasan jumlah siswa dan batasan jam sekolah. Pembatasan tersebut dilakukan untuk mencegah penularan virus.

Alhasil, bisa jadi hanya sekolah 2 kali seminggu dengan durasi sekitar 2-3 jam. Kamu harus pandai memanfaatkan dan memaksimalkan waktu yang sangat sempit tersebut. Mesti ekstra fokus.

2. Tetap ada pembelajaran jarak jauh. Jangan pikir nggak ada lagi Google Meeting, Zoom, upload tugas, dan teman-temannya. Belajar di sekolah nggak setiap hari, cuma 3 jam pula! So, tetap persiapkan perlengkapan belajar jarak jauh, ya.

3. No social-social club! Haha-hihi, hang out sama temen di kantin atau selasar sekolah merupakan hal yang paling dikangenin. Sayangnya, ini juga harus direm ketika sekolah tatap muka. Kamu nggak bisa berlama lama di sekolah dan tetap harus jaga jarak. Pokoknya interaksinya sangat terbatas.

4. Kemungkinan nggak ketemu dengan teman. Karena kuota yang masuk dibatasi, maka tiap sesi hanya diisi sebagian murid. Mungkin saja kamu dan teman akrabmu memiliki jadwal masuk yang berbeda, sehingga nggak bakal ketemuan. Atau bisa juga dia memilih untuk tetap PJJ (pembelajaran jarak jauh). Sebab pilihan full PJJ juga diperbolehkan.

5. Nggak banyak kegiatan. Ya, di awal tatap muka, kegiatannya dipadatkan pada agenda akademik. Nggak ada ekskul tatap muka, pensi, ataupun kegiatan off air lainnya.

6. Nggak ada kantin sekolah!

7. Agak batuk dikit, jangan ke sekolah. Begitupula jika kamu mengalami badan anget, keluarga di rumah ada yang sakit, atau baru kembali dari luar kota. Untuk lebih jelasnya, cek peraturan di sekolahmu, ya.   

8. Nggak ada AC di kelas. Bagi yang terbiasa belajar di ruang tertutup full AC, harus membiasakan diri dengan perubahan ini. Ruang kelas akan dibuka untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik sehingga mengurangi risiko penularan virus.

9. Ruangan dan fasilitas sekolah juga dibatasi. Nggak boleh main di lapangaan olahraga, perpustakaan diperketat, laboratorium, ruang audio visual, dan lainnya juga dibatasi (bahkan ditutup!)

10. Tidak semudah itu, kawan!. Seperti halnya ketika kamu berjuang menyesuaikan diri dengan pembelajaran jarak jauh dulu, kamu juga akan kembali berusaha beradaptasi dengan tatap muka gaya baru ini. Bisa jadi ini akan bikin kamu capek (karena tetap ada sesi PJJ) atau merasa nggak efektif. Wajar jika belajar tataap muka nggak langsung berjalan mulus. Tetap berusaha, agar lebih baik lagi.

***

Pilih PJJ atau ikutan tatap muka, keputusan ada di tangan kalian (dan ortu). Namun bagi yang akan sekolah tatap muka, Rencanamu ingin mengingatkan agar menjalankan  protokol kesehatan dengan benar. Jangan sekadar jargon, seperti yang seriiing banget terjadi. Pakai masker yang sesuai dengan standar, dan kenakan dengan benar. Ingat hidung mulut mesti ketutup, jangan dipake buat maskerin dagu. Cuci tangan bukan formalitas, begitupula dengan menjaga jarak. Jika kendor sama prokes, yang rugi juga kalian sendiri.

(Sumber gambar: Pixabay)

  

LATEST COMMENT
pipi | 2 jam yang lalu

Hai min! aku mau cerita. Dari beberapa poin di atas aku merasakan hal yang sama. Jujur, dulu aku termasuk orang yang ambis untuk masuk jurusan di rumpun kesehatan. Dari kelas 9 aku sudah memiliki plan untuk kuliah di jurusan gizi, tetapi seiring berjalannya waktu, aku memilih untuk mengambil jurusan…

Kamu Salah Ambil Jurusan Kuliah? Cek 15 Tanda Mahasiswa Salah Jurusan!
Yoga Sinaga | 13 jam yang lalu

keren! coba baca juga http://news.unair.ac.id/2021/02/10/tips-etika-berkomunikasi-digital/

20 Panduan dan Etika Mengirim Email Untuk Keperluan Akademis, Organisasi, Atau Kerja
Fatimah Ibtisam | 3 hari yang lalu

Hai Safiqah, untuk lebih jelasnya kamu bisa mengecek perguruan tinggi yang dituju. Secara umum, jika lewat jalur SBMPTN bisa saja.

Kenal Lebih Dekat dengan Program Studi Ilmu Perpustakaan, Yuk!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1