Menghitung Peluang Lolos di SNMPTN 2021

Rangkaian SNMPTN 2021 sudah dimulai. Seleksi dilakukan dengan menyaring peserta yang memenuhi syarat, pendaftaran, hingga proses penentuan di tiap PTN. Nah, seberapakah peluang untuk bisa menembus SNMPTN 2021? Supaya bisa mendapat gambaran, kamu perlu memerhatikan yang berikut ini.

1. Kuota SNMPTN di berbagai perguruan tinggi minimal 20 persen. Dari pengalaman di tahun tahun sebelumnya, banyak kampus yang menerapkan kuota 20 persen.

2. Akreditasi dan performa sekolah berpengaruh dalam seleksi. Kalau berasal dari sekolah akreditasi A, berarti peluang masuknya besar? Lebih besar daripada sekolah akreditasi B atau C sih, TAPI… sekolah dengan akreditasi A itu banyaaak banget. Di Jakarta aja ada 300an sekolah dengan akreditasi A. Jadi persaingannya memang ketat.

3. Masih nyambung dengan poin sebelumnya, walau sama sama memiliki akreditasi A, peserta yang berasal dari sekolah favorit yang terkenal berprestasi tentu akan lebih diuntungkan ketimbang sekolah akreditasi A yang performanya biasa saja.

4. Nilai rapor juga sangat penting. Walau termasuk peringkat atas di sekolahmu, tapi kalau perjalanan nilaimu kurang oke, ada kemungkinan kamu akan kalah saing dengan peserta lainnya.

5. Sejauh apa sih, prestasi berpengaruh? Nggak ada rumus pastinya sih. Dan tiap PTN memiliki pertimbangan dan pembobotan tersendiri.

Pilih prestai dengan standar nasional, misalnya juara 2 Olimpiade Sains Nasional tingkat provinsi. Bukan menang di kompetisi yang diselenggarakan tempat les atau mal atau menang kompetisi di sekolah. Kebayang, ‘kan?  

6. Lantas gimana yang nggak punya prestasi? Prestasi bukan syarat wajib, kok. Hanya dicantumkan jika ada.

7. Untuk beberapa prodi Seni dan Olahraga diminta menyerahkan portofolio. Lakukan yang terbaik dan kerahkan usahamu di sini.

8. Perhatikan keketatan persaingan di prodi dan PTN yang dituju. Ada prodi dan PTN yang peminatnya jauh lebih banyak dibandingkan kursi yang ditawarkan.  Ini juga menentukan peluang masuk.

***

Dari poin di atas, kamu bisa memperkirakan peluangmu. Namun, jangan pernah memilih prodi hanya karena peluang masuknya besar. Pilihlah prodi yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan rencana masa depanmu.  Ingat, jika diterima di SNMPTN 2021, kamu nggak bisa ikutan SBMPTN 2021 dan SBMPTN tahun depannya.

Yang bisa kamu lakukan adalah, jalani proses SNMPTN dengan sebaik-baiknya dan pilih prodi yang sesuai untukmu. Optimis diterima boleh banget, tapi jangan overpede hingga nggak mempersiapkan diri untuk SBMPTM serta seleksi mandiri.

(Sumber gambar: Pixabay)

 

LATEST COMMENT
Helena Chirsty | 2 jam yang lalu

sekedar saran dan sepengetahuan saya dari teman sih, biasanya kalau udah kuliah ( preklinik ) baru ketahuan minat dan kemampuannya nya ke arahmana, baru nentuin mau ambil spesialis apa.soalnya kan mata kuliahnya beda - beda , ada patologi klinik , forensik , anatomi ,reproduksi, kardiovaskuler,…

Kamu Nggak Cocok Ambil Prodi Kedokteran dan Jadi Dokter, Kalau…
Septi Alma Kurnia | 4 jam yang lalu

Kapan tanggal pendaftaran tahun 2021

Serba-Serbi Informasi mengenai PMB Mandiri ISI Yogyakarta 2019
Septi Alma Kurnia | 4 jam yang lalu

Doain saya ya supaya bisa diterima di ISI yogyakarta aamiin, saya harap kalian yang membaca ini bisa ikut men -aamiin kan hehe,makasi.

SNMPTN 2021 Universitas Indonesia: Keketatan Persaingan Prodi UI di SNMPTN 2020 dan Lainnya
Septi Alma Kurnia | 4 jam yang lalu

Doain saya ya gais,semoga di terima di ISI yogyakarta,saya sangat terima kasih apabila kalian yang membaca kalimat ini dan mengaminkannya,sekian makasi.

21 Pola Pikir Pelajar yang Perlu Diubah
Desy Damayanti | 2 hari yang lalu

Terima kasih kak, artikelnya sangat membantu, sukses selalu.

Materi UTBK SBMPTN 2021: Ada TPS dan TKA
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1