Menu

Menuju SBMPTN 2018: Menyingkap 10 Mitos, Hoax, dan Fakta Seputar SBMPTN!

Berniat ikutan SBMPTN 2018? Untuk bisa lolos SBMPTN, kamu harus mempersiapkan diri dan mengumpulkan informasi. Jangan sampai kerancuan seputar mitos dan fakta SBMPTN menghalangi kamu dari kesuksesan menembus SBMPTN 2018 mendatang. Yup, banyak banget info serta tips yang beredar, namun nggak semuanya tepat. Ada juga detail seputar SBMPTN yang sering terlewat, padahal penting. 

Nah, sebagai pejuang SBMPTN yang bakalan menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri, kamu wajib meluangkan waktu  untuk menyimak informasi penting soal mitos, fakta, hingga hoax SBMPTN berikut ini.

Info 1: Passing grade merupakan skor untuk lulus SBMPTN.

Kenyataannya, nggak ada tuh, yang namanya passing grade resmi.

Umumnya, passing grade merupakan perkiraan skor aman untuk bisa masuk suatu jurusan di suatu universitas yang dibuat oleh bimbingan belajar. Misalnya, disebutkan di Forum Tentor Indonesia bahwa passing grade Pendidikan Dokter/Ilmu KedokteranUniversitas Indonesia‍ tahun 2017 adalah 62.78%, sedangkan Pendidikan Dokter Universitas Gadjah Mada‍ 60.70%. Namun nggak pernah ada informasi resmi mengenai angka-angka tersebut. Bahkan UGM sempat terang-terangan menyebutkan bahwa pihak kampus tidak pernah mengeluarkan info passing grade.

Nah, yang angka dan datanya bisa dilihat adalah kapasitas kursi yang tersedia pada SBMPTN, dan jumlah pesertanya. Misalnya untuk Pendidikan Dokter di UI data resminya adalah:

  • Kapasitas SBMPTN 2016: 72
  • Pendaftar SBMPTN 2016: 2,940
  • Kapasitas SBMPTN 2017: 126

Sementara Pendidikan Dokter UGM

  • Kapasitas SBMPTN 2016: 53
  • Pendaftar SBMPTN 2016: 3,321
  • Kapasitas SBMPTN 2017: 70

(Pendaftar SBMPTN 2017 belum ada datanya)

Nah, info di atas menunjukkan seberapa ketat persaingan. Sedangkan skor untuk bisa masuk prodinya sendiri tergantung performa para pesaing. Misalnya, dari 2,940 pendaftar SBMPTN FKUI diambil yang nilainya 126 terbaik. Skornya bisa di atas 60 persen, atau di bawahnya, tergantung nilai 126 terbaik di tahun tersebut.

Info lebih lengkap seputar passing grade bisa kamu baca di artikel Serba-Serbi Passing Grade.

Info 2: Ikutan Bimbel XXX aja, dijamin lulus SBMPTN!

Hoax! Duh, jangan percaya deh sama bimbel model begini. Apalagi kalau sampai meminta uang yang lebih besar dari biaya kuliah. Jangan sampai juga kamu terlibat hal-hal yang ilegal, macam jual-beli soal/kunci jawaban atau pakai joki.

Contoh kasusnya terjadi pada SBMPTN 2017 lalu di Makassar. Panitia menemukan siswa yang curang dengan menyelundupkan hape ke ruang ujian, dan melihat bocoran jawaban yang dikirim via SMS. Si peserta yang ketahuan pun langsung diciduk Bisa gawat, gaes!

Sekadar membawa hape ke kelas saat tes berlangsung (tanpa mencontek) aja udah termasuk pelanggaran. Walau kesannya sepele, tapi melanggar aturan bisa bikin berabe!

Info 3: Masukkan pilihan yang sama (prodi yang sama  di universitas yang sama), supaya peluang masuknya makin besar.

Gaes, kamu diberkan kesempatan untuk mengisi 3 pilihan. Manfaatkan kesempatan yang diberikan tersebut. Btw, info di atas Cuma mitos doang, lho. Mau kamu pilih ManajemenUniversitas Padjadjaran‍ di pilihan 1, 2, 3 sekaligus, kalau nilainya nggak cukup, ya nggak bakal masuk!

sbmptn 2018

Info 4: Jangan pilih jurusan "top" di ketiga pilihan, nanti susah tembus.

Informasi di atas merupakan opini mengenai salah satu strategi menembus SBMPTN.

Seperti saran Profesor John Hermana, panitia SBMPTN 2017 sekaligus Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember‍, “Setiap tahun, biasanya ada data mengenai jurusan favorit misalnya di Teknik adalah Teknik Informatika, kemudian Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Kimia. Jangan memilih yang jurusan top di pilihan pertama dan kedua (juga ketiga). Karena daya saingnya berat. Di sini saja (ITS) peluang masuk Teknik Informatika adalah 1:25. Sudah begitu, yang masuk pintar-pintar (skor relatif tinggi). Haru pakai strategi supaya bisa lulus SBMPTN. Misalnya, boleh lah memilih jurusan top di pilihan pertama, namun pilihan selanjutnya yang lebih rendah.”

Ingat itu hanya salah satu saran, dan strategi setiap orang bisa saja berbeda-beda. Kamu bisa cek info ketatnya persaingan di situs SBMPTN. FYI, panitia SBMPTN biasanya mengeluarkan 10 daftar program studi yang paling banyak dipilih peserta SBMPTN tiap tahun. Ada juga kampus yang merilis daftar jurusan yang banyak dipilih di perguruan tinggi tersebut.

Misalnya, dari hasil SBMPTN 2017 diperoleh informasi bahwa Program studi dengan peminat terbanyak di Universitas Brawijaya‍ (UB) adalah:

1. Hukum

2. Pendidikan Dokter

3. Ilmu Administrasi Bisnis

Sedangkan program studi dengan peminat tersedikit di UB adalah:

1. Bahasa dan Sastra Prancis

2. Bahasa dan Sastra China

3. Seni Rupa Murni

Kamu bisa pilih, misalnya 1. Hukum, 2 Ilmu Administrasi Bisnis, 3. Bahasa dan Sastra Prancis. Tapi sah-sah aja jika yang kamu pilih, program studi favorit semua.

Nah, kalau menurut Bapak Ravik Karsidi, Ketua Penyelenggara SBMPTN 2017 sekaligus rektor Universitas Sebelas Maret‍, hal yang terpenting dalam menentukan jurusan kuliah adalah memilih sesuai dengan minat dan bakat. Trus, ketahui juga peluang jurusan tersebut di Indonesia.

Info 5: Peluang lulus Paper Based Test (PBT) lebih besar ketimbang Computer Based Test (CBT)

Mitos!

Peluang lulus berdasarkan hasil ujian kamu, dan bukan dilihat dari media yang digunakan untuk menjawab soal.

FYI, di SBMPTN 2017 ada 776.163 peserta PBT, dan yang lulus 143.253 peserta (18.4 %). Sedangkan peserta CBT berjumlah 20,860, dan yang lulus 4,543 di antaranya (21.7%). Malah gedean presentasi CBT, tuh!

Memang ada kelebihan dan kekurangan pada PBT dan CBT. Di antaranya, PBT adalah metode klasik yang sudah sangat familiar bagi siswa. Yaeyalah, dari zaman mama-papa, bude-pakde kamu ikutan Sipenmaru dan UMPTN (istilah lawas untuk SBMPTN), sistemnya memang PBT. Kekurangannya, PBT nggak kekinian (caelah!). Maksudnya nggak praktis, dan bikin tangan pegel karena sibuk berkutat dengan buletan dan pensil 2B. Apalagi kalau udah semangat ’45 ngebuletin, ternyata salah nomor. Kudu dihapus, deh. Syedih!

Sementara CBT, lebih canggih, nggak ribet, anti kotor, anti lecek. Tapi belum semua orang terbiasa dengan CBT. Antara keburu panik saat ada kendala teknis, atau pusing mantengin layar monitor. So, pilih aja yang paling nyaman untukmu, dan pastikan kamu ikutan try out sesuai jenis tes yang kamu pilih. Di masa depan, sepertinya sistem CBT yang akan dipakai karena lebih efisien.

Info 6: Peluang lolos IPC lebih besar dibandingkan IPA saja atau IPS saja.

Nggak juga, tuh. Intinya tiap peserta memiliki maksimal tiga pilihan prodi yang diinginkan, baik itu peserta IPA, IPS, dan IPC. Bedanya, yang ikutan IPC bisa pilih prodi rumpun Sosial Humaniora sekaligus Sains Teknologi. Tapi tesnya juga lebih banyak yaitu:

1. Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA).

2. Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek) terdiri atas mata uji Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.

3. Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri atas mata uji Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

‘Ntap, lah!

Info 7: Untuk program studi di SBMPTN yang ada Ujian Keterampilan, nggak perlu repot ujian tulis.

ujian keterampilan sbmptn

Hoax. Seluruh peserta SBMPTN, termasuk yang menjalani Ujian Keterampilan, wajib menjalani tes tulis. Tenang, pelaksanaan UK dan ujian tertulis beda hari, kok. Ujian tertulis berlangsung lebih dahulu secara serempak. Baru deh besok/lusanya dilangsungkan UK, sesuai jadwal kampus.

Btw, kalau pilih jurusan dengan UK, berarti ujian tulisnya IPA atau IPS?

Tergantung prodi yang dipilih. Misalnya, FSRD Institut Teknologi Bandung‍ termasuk rumpun IPS, sedangkan Desain Produk ITS termasuk IPA.

Karena ujiannya ada 2 (teori pelajaran tulis dan praktek keahlian di UK), maka harus mempersiapkan keduanya. Info lebih lengkapnya bisa kamu cek di artikel Serba-Serbi Ujian Keterampilan.

Info 8: Peserta SBMPTN bakalan susah menembus PTN di kota/daerah lain.

Setiap peserta bisa memilih PTN di luar domisilinya dan punya kesempatan yang sama, asalkan sesuai persyaratan. Apa syaratnya?

Begini, ‘kan tiap peserta diberikan tiga pilihan. Nah, setidaknya salah satu di antaranya adalah prodi di PTN yang kelompok wilayahya berada di area pelaksanaan ujian.

Wilayah PTN dibagi menjadi 4, yaitu

Wilayah 1: Sumatra, Jabodetabek, Bandung

Wilayah 2: Jawa Tengah, Yogyakarta

Wilayah 3: Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Kalimantan

Wilayah 4: Sulawesi, Maluku, Papua

Jika misalnya, kamu ujian di Lombok, maka kamu nggak bisa pilih UI, ITB, dan UGM saja. Salah satu pilihannya harus PTN di wilayah 3, seperti Universitas Airlangga, atau Universitas Diponegoro.

Kecuali... kalau kamu cuma mengambil satu pilihan, the one and only. Maka bebas deh, di mana aja.

Info 9: Kalau udah lolos SNMPTN nggak bisa ikutan SBMPTN.

Nggak ada larangan, tuh. Tapi, mau nggak mau kamu harus memilih salah satunya. Sebab pendaftaran ulang SNMPTN di masing-masing kampus (yang tidak bisa diwakili orang lain) diselenggarakan berbarengan dengan ujian SBMPTN.

Info 10:  Jika nggak lulus SBMPTN (dan juga SNMPTN), nggak ada kesempatan lain masuk PTN.

Masih ada Ujian Mandiri, meskipun nggak semua kampus memilikinya.

UM adalah jalur penerimaan yang diselenggarakan masing-masing PTN dengan kuota maksimal 30 persen. Proses seleksinya berlangsung sesuai dengan kebijakan kampus. Nah, ada beberapa kampus yang memakai NILAI SBMPTN untuk seleksi UM. Jadi kamu-kamu yang belum lolos di SBMPTN punya kesempatan di UM.

Kamu pun bisa memilih prodi yang beda dengan saat SBMPTN, asalkan masih satu rumpun. Kali aja kamu mengalami change of heart alias labil.com, khan!

Rektor Unair Prof. DR. Mochammad Nasih menjelaskan prosedurnya, “Misalnya, peserta SBMPTN memilih Kedokteran, tetapi dia ingin memilih Komunikasi saat jalur Mandiri. (Itu artinya) Dia harus mengikuti ujian IPC saat SBMPTN, baru bisa diterima di Komunikasi jalur Mandiri. Sebab, kita akan menggunakan nilai SBMPTN yang satu rumpun ilmu (untuk bisa diterima di jalur Mandiri UNAIR).”

Makanya, kamu harus bersungguh-sungguh dalam menyiapkan dan mengerjakan SBMPTN. Btw, perhitungan skor SBMPTN adalah seperti ini:

Jawaban benar = +4

Jawaban salah = -1

Jawaban tidak diisi = 0

*** 

Mudah-mudahan penjelasan di atas bisa meluruskan hal-hal yang kurang tepat atau masih simpang-siur. Selanjutnya, kamu mesti mengikuti terus perkembangan soal SBMPTN, terutama untuk pejuang SBMPTN 2018. Sebab bisa saja ada tambahan atau perubahan aturan serta tambahan informasi. Pantengin terus Youthmanual, karena kita bakalan selalu update.

Baca juga:

Timeline Menuju Persiapan Sukses SBMPTN 2018 dan Aktivitas Kelas 12

(sumber gambar: nationwideradiojm.com, Youthmanual)

LATEST COMMENT
Fatimah Ibtisam | 11 jam yang lalu

Pendaftaran SBMPTN setahu kami tidak memengaruhi atau dipengaruhi status sebagai mahasiswa. Yang terpenting peserta sesuai aturan. Bila diterima, baru kamu konsultasi dengan kampus. Kemungkinan salah salah satu prodi mesti dilepas.

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
Dian Fitria | 3 hari yang lalu

Kak kalo kita msh berstatus jd mahasiswa aktif di suatu ptn trs ingin dftr sbmptn thn berikut ny dg ttp memilih ptn yg sama cmn beda jurusan itu status kita yg jd mahasiswa aktif di jurusan sblm nya bagaimana kak??

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
| 4 hari yang lalu

Maaf izin Share Mau kuliah di Fakultas Hukum di Surabaya? Kunjungi: http://fh.narotama.ac.id/

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Siap Menjadi Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©