Menu

UTBK SBMPTN 2020 Tidak Dimajukan. Simak Penjelasannya!

Salah satu kabar yang beredar soal SBMPTN 2020 adalah wacana dimajukannya UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir sendiri yang menyatakan bahwa UTBK tidak dimajukan. LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) sebagai penyelenggara UTBK dan SBMPTN pun mengumumkan pernyataan menteri. Berikut penjelasannya.

Apa saja yang disampaikan Menristekdikti?   

"Untuk UTBK, perlu Saya sampaikan kepada para siswa agar tidak khawatir dengan wacana jadwal UTBK dimajukan, karena hal ini tidak akan dilaksanakan pada tahun ini."

"Jadwal UTBK dimajukan masih merupakan wacana dan akan didiskusikan dengan pimpinan perguruan tinggi, karena berdasarkan data banyak lulusan SMA atau sederajat yang berkualitas pada bulan Desember atau Januari itu sudah diambil perguruan tinggi asing. Penerimaan mahasiswa baru di luar negeri sudah dimulai sekitar bulan Desember. Proses ujian masuk perguruan tinggi sebelum murid SMA lulus telah dilakukan di berbagai negara. Misalnya, Australia, Singapura, dan Amerika Serikat. Namun demikian, kebijakan ini akan dikaji terlebih dahulu dengan mempertimbangkan kesiapan sekolah dan perguruan tinggi."

"Ada tahapan dalam membuat kebijakan, tidak serta merta diterapkan tanpa tahapan sosialisasi terlebih dahulu. Kemenristekdikti tidak akan menerapkan kebijakan tanpa sebuah kajian matang dan tahapan sosialisasi baik kepada pihak sekolah maupun perguruan tinggi."

utbk tidak dimajukan

utbk dimajukan

Dari penjelasan tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa:

1. UTBK untuk SBMPTN 2020 nggak dimajukan menjadi tahun ini (2019). Jelas, ya soal ini. Kemungkinan, jadwal pelaksanaan UTBK 2020 nggak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, yaitu pendaftaran dilakukan sepanjang Maret, sementara tes berlagsung dari pertengahan April hingga Akhir Mei. Palingan menyesuaikan dengan libur lebaran.

2. Memang ada rencana memajukan UTBK setelah tahun 2020, namun keputusannya belum final. Pertimbangannya adalah, perguruan tinggi di luar negeri seperti di Australia, Singapura, dan Amerika Serikat mulai membuka pendaftaran sejak Desember,  sehingga menurut Menristekdikti pelajar  bibit unggul bisa jadi mendaftar ke perguruan tinggi asing.

Nah, kalau UTBK dan SBMPTN lebih awal, diharapkan bakalan lebih banyak siswa yang memilih PTN.

3. Rencana UTBK dimajukan ini masih akan dikaji terlebih dahulu. Pastinya, segala keputusan harus melalui evaluasi yang matang dan dapat dipertanggungjawabkan.  Jadi masih ada kemungkinan dimajukan di tahun 2021 (atau setelahnya)  atau tetap tidak dimajukan.

4. Kesiapan sekolah dan perguruan tinggi juga menjadi pertimbangan penting. Ya dong, karena kedua institusi ini berkaitan erat dengan pelaksanaan UTBK. Pelajar merupakan peserta terbesar UTBK, sementara hasil UTBK diperlukan untuk SBMPTN yang turut ditentukan pihak kampus.

Dengan kata lain, baik penyelenggara UTBK ataupun Kemenristekdikti nggak bakal bikin keputusan sepihak tanpa rembukan dengan pihak sekolah/kampus.

Sebagai catatan, ketika wacana UTBK dimajukan menjadi tahun ini, nggak sedikit pihak yang mengungkapkan keberatannya, termasuk pihak sekolah. Kekhawatiran mereka antara lain siswa jadi terpecah konsentrasinya antara persiapan UTBK dengan menyelesaikan kelas 12 dan persiapan UN. Kemudian, jika hasil UTBK dan SBMPTN tidak baik (tidak diterima) bisa bikin siswa jadi down. Nah, hal semacam ini perlu dipertimbangkan dan dicarikan solusinya, nih.

5. Tenang, kalaupun sampai ada perubahan UTBK di masa depan, pasti akan disosialisasikan terlebih dahulu. Jadi nggak dadakan kayak perubahan sistem penilaian SBMPTN 2018 yang diumumkan SEBULAN sebelum penyelenggaraannya. Ups!   

Baca juga:

Isu Seputar UTBK, SBMPTN, dan SNMPTN 2020 yang Perlu Kamu Antisipasi

(Sumber gambar: Gerd Altmann/Pixabay, Instagram LTMPT)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©