Kenapa Orang yang Punya Pemikiran Radikal Justru Cenderung Sukses?

Kamu punya nggak, sih, teman, saudara, atau kenalan yang pemikirannya tampak radikal atau “nyeleneh” banget? Jangan hubungkan kata “radikal” di sini dengan kekerasan, lho, ya. Maksud radikal di sini adalah pemikiran yang “gila”, “aneh”, dan “out of the box”. Dengan kata lain, pemikirannya benar-benar berbeda dengan sudut pandang kebanyakan orang lain.

Secara resmi, arti dari radikal adalah sikap yang ekstrim dan keras terhadap suatu paham atau aturan. Sebagai contoh, misalnya ada sekelompok orang yang menentang suatu prinsip yang menurut mereka nggak sesuai dengan mereka. Alhasil, mereka bakal menentang prinsip tersebut dengan sangat keras, bahkan dengan menggunakan cara-cara yang kurang lazim.

Tapi sekali lagi, radikal yang saya bahas di sini bukan sikap keras sekelompok orang, ya. Melainkan lebih ke seseorang yang punya pikiran unik, aneh dan di luar standar.

Mungkin kamu sering bingung dengan pemikiran orang radikal, yang menurutmu nggak logis sama sekali. Misalnya, menurut dia, nggak belajar sebelum ujian nggak masalah. Atau, menurut dia, nggak perlu lah mengerjakan tugas dari dosen. Yang penting ‘kan ilmu dari beliau bisa diserap! Waduh…

Namun ternyata tipikal orang kayak gini malah cenderung sukses, lho. Kok bisa, sih?

1. Mereka nggak peduli dengan pandangan orang lain tentang dirinya

Profesor Albert Einstein pernah dikeluarkan dari sekolah gara-gara dianggap bodoh dan pemalas. Dia juga lebih memilih berjualan di kereta api ketimbang belajar di kelas. Hal ini membuat guru-guru dan temen-temen sekolahnya mengejek Einstein. Einsten juga dulu dianggap aneh dan gila, gara-gara jalan pikirannya dianggap menyimpang dari orang-orang kebanyakan.

Tapi pada akhirnya, Einstein justru jadi lebih sukses daripada orang-orang yang dulu mengejek dia. Salah satu faktor kesuksesannya adalah karena penemu teori relativitas ini nggak pernah peduli dengan pendapat orang lain tentang dirinya. Mau dikomentari atau dianggap negatif oleh orang lain pun, Einstein nggak peduli!

Sama halnya dengan orang-orang yang punya pemikiran radikal. Mereka seakan-akan nggak peduli dengan pendapat negatif orang lain, dan hanya fokus kepada dirinya sendiri.

2. Mereka selalu bergerak berlawanan dengan aturan

Kalau kamu punya teman yang bersifat radikal, jangan coba ngatur-ngatur dia, deh. Soalnya orang-orang radikal bukan tipe orang yang tunduk dengan aturan. Aturan dari kampus aja bisa dilawan, apalagi cuma aturan dari kamu yang dianggap butiran debu, hehehe.

Orang-orang radikal nggak mau membiarkan peraturan merusak kreativitas dan ide-ide mereka. Sebisa mungkin, mereka bakal beraktivitas dan berkarya menurut gagasan mereka sendiri. Nah, hal ini bisa bikin mereka cepet sukses dan berkembang.

Kamu pasti tahu Bill Gates lah, ya, pencipta software Microsoft yang tercatat sebagai orang terkaya di dunia pada periode 1995-2009, dengan kekayaan lebih dari USD 60 miliar. Semasa merintis Microsoft, Bill Gates punya beberapa ide yang ternyata dianggap melanggar aturan, salah satunya adalah soal monopoli Internet Explorer pada sistem operasi Windows. Ide Bill tersebut didakwa melanggar undang-undang bisnis di Amerika Serikat.

Tapi Bill Gates nggak putus asa, dan terus mencari cara supaya idenya tetep bisa dilaksanakan tanpa merugikan pihak manapun, sampai akhirnya dia berhasiil. Sekarang kamu tahu, dong, gimana Microsoft menjadi besar dan mendunia kayak sekarang?

3. Mereka jarang merasa takut terhadap apapun

Orang-orang radikal biasanya lebih jago menghalau rasa takut yang singgah di pikiran mereka, supaya mereka bisa mencapai tujuannya dengan sukses, tanpa kehalang rasa takut. Pokoknya mereka nggak mau membiarkan rasa takut menghalangi jalan yang udah mereka rancang.

Cocok, dong, dengan pepatah “musuh orang sukses adalah rasa takut”?

4. Mereka bisa menciptakan jalan mereka sendiri untuk mencapai kesuksesan

Orang-orang radikal seringkali punya ide dan perencanaan yang brillian, namun ide mereka tersebut biasanya tampak nggak lazim di mata orang-orang lain. Meski demikian, ide-ide “aneh” mereka justru cenderung cerdas dan ujung-ujungnya berhasil.

Contohnya Rangga Umara, cowok yang sukses dengan usaha lele anti-mainstream-nya. Awalnya, pemilik Pecel Lele Lela ini ingin mengangkat “derajat” ikan lele yang tadinya cuma jajanan pinggir jalan, menjadi makanan sekelas restoran, namun tetap dengan harga terjangkau.

Maka akhirnya Rangga membuat berbagai menu lele yang unik dan nggak pasaran. Tanpa disangka, ide Rangga untuk mengangkat “derajat” lele ini sukses, sehingga bisnis kulinernya untung hingga miliaran rupiah!

5. Mereka selalu pede atas ide-ide original mereka

Nggak hanya sering punya ide-ide original, orang-orang radikal juga bakal mempertahankan ide-ide yang menurut mereka oke untuk diwujudkan. Keyakinan inilah yang bikin mereka cenderung sukses.

Kamu tahu Elon Musk? Dia adalah pendiri layanan pembayaran online Paypal. Paypal sendiri merupakan ide original yang belum pernah terpikirkan oleh orang lain sama sekali sebelumnya. Dengan Paypal, Om Elon menciptakan sebuah sistem pembayaran—yang tadinya nggak bisa dilakukan secara online—yang bisa digunakan oleh seluruh dunia.

Dulu, banyak banget orang yang nggak percaya dengan idenya ini. Tapi dengan tekad dan keyakinan, Elon Musk sukses membuat Paypal jadi akun pembayaran online pionir yang terpercaya sampai sekarang. Padahal di awal pendiriannya, dia rela membayar pengguna baru masing-masing USD 10 untuk mendapatkan traffic, lho.

Saya sendiri punya teman SMA dengan pemikiran radikal alias out of the box kayakbe gini. Sejak SMA, dia dikenal sebagai siswa yang agak bandel dan sering nggak masuk tanpa alasan jelas.

Tapi ternyata, “dosa” bolosnya tersebut dia “bayar” dengan berkarya di rumah. Teman saya ini memang suka banget menggambar dan mendesain sesuatu. Nggak disangka, karya-karya seninya dianggap keren sehingga mampu menghasilkan rupiah yang lumayan. Bahkan saat dia beruntung diterima di universitas keren di luar Yogyakarta—tempat tinggal kami—dia nggak mengambil kesempatan tersebut, lantaran mau fokus kepada bisnis desainnya.

Akhirnya dia milih berkuliah di perguruan tinggi yang biasa-biasa—nggak sekeren pilihan perguruan tinggi pertamanya—demi bisa punya banyak waktu untuk merintis bisnisnya. Terbukti, sekarang teman saya itu bisa menghidupi dirinya dengan sangat oke dengan bisnis desain yang dia bangun.

Jadi sekali lagi, gaes, jangan remehkan teman-teman kamu yang (menurut kamu) punya sudut pandang nyeleneh dan kurang masuk akal, ya. Bisa jadi mereka punya potensi sukses yang mengejutkan!

(Sumber Gambar: amikal.blogspot.com, seruntai.blogspot.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Deni Y | 21 jam yang lalu

apakah saya bisa berkontak dengan Pak Dimas

Profesiku: Kurator Musik, Dimas Ario
miaaa | 4 hari yang lalu

Assalamualaikum minn Saya baru masuk Smt 3 nih min saya mau ambil 24 SKS masing² 2 SKS per matkul Saya berencana memadatkan jadwal saya hanya Senin-Kamis aja Jadi dalam shari ada 4 matkul Apa itu wort it atau bagaimana Saran dong min

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
mustika | 4 hari yang lalu

Open pp/endorse : Klik Link Ig : https://www.instagram.com/naaan_n_n_/ cek ig : naaan_n_n_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Gina Ajeng | 4 hari yang lalu

Kalo aku maba dr kampus sdh otimatis

SKS dan KRS Itu Apa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1