Mitos dan Fakta Menjadi Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan

Like it or not, anak SMK seringkali dipandang sebelah mata. Ciyan, ya? Anak SMK malah selalu ditanya, “Kenapa masuk SMK, sih? Nggak mau kuliah, ya?” Dan yang paling menyakitkan, kalau anak SMK sering dikira masuk SMK karena nggak lolos masuk SMA idaman. SMK dianggap pacar pelarian, karena cintanya kadung ditolak SMA idaman *kemudian syuting sinetron*

Mungkin ada anak SMK yang begitu, tapi nggak semua, sob. Saya adalah salah satu lulusan SMK yang menikmati masa-masa bersekolah di sana. Yuk, bedah mitos dan fakta menjadi pelajar SMK.

Semua pelajar SMK adalah mereka yang nggak bisa masuk SMA idaman = MITOS

SMK dan SMA mempunyai kurikulum yang jauh berbeda. Karenanya, memilih menjadi pelajar SMK merupakan hal yang dilakukan dengan penuh kesadaran sejak awal. Menurut Widdy Puspa, salah satu alumni SMK jurusan Sekretaris, Widdy dan hampir semua teman sekelasnya memilih SMK karena mereka memang nggak berminat masuk SMA.

"Buat aku dan beberapa teman yang sudah tahu ingin berkarir di bidang apa, SMK menjadi pilihan karena sudah jelas kurikulum pembelajarannya. Memang, sih, peran orang tua penting banget untuk membantu kita tahu apa yang akan kita pelajari ketika masuk SMK atau SMA. Jadi kita tahu bahwa memilih jurusan SMK sesuai minat itu penting banget".

Biaya praktek di SMK lebih mahal daripada SMA = FAKTA

Sebetulnya, masalah biaya sekolah memang bergantung pada sekolah yang kamu pilih, gaes. Tapi jika menyangkut biaya praktek mata pelajaran produktif, rata-rata biaya praktek di SMK Negeri dengan SMA negeri lumayan terasa perbedaaanya.

Misalnya, nih, SMK jurusan Tata Busana membutuhkan biaya untuk membeli peralatan menjahit, kain, cat air, buku pola dan lain sebagainya untuk berbagai mata pelajaran produktif. Makanya, kalau ada yang bilang masuk SMK adalah pelarian, itu salah banget. Soalnya masuk SMK dan SMA sama-sama membutuhkan pengorbanan yang nggak sedikit.  

Pelajar SMK akan selalu pulang malam saking sibuknya = MITOS

Kalau kamu nggak fokus dalam mengerjakan tugas, atau kamu lalai dengan menunda-nunda, tentu aja kamu bakal terus menerus pulang malam. Misalnya, untuk SMK jurusan Tata Kecantikan, ketika mata pelajaran praktek harus mampu membuat sanggul rambut, lalu kamu nggak memanfaatkan waktu yang diberikan sehingga sanggul kamu berantakan terus, pastinya kamu harus "lembur" untuk menyelesaikan tugas praktek hari itu. 

Hmmm... Kalau lagi praktek begini, pastinya harus diselesaikan hari itu juga. Nggak bisa dibawa pulang sebagai PR, sob!

Pelajar SMK nggak segaul pelajar SMA = FAKTA

Kenapa pelajar SMK sering dibilang kurang gaul? Selain anak SMK sibuk praktek mata pelajaran produktif, organisasi ektrakurikuler di SMK juga nggak diolah secara serius. Selain itu, menurut Fahmi, mantan ketua Forum Komunikasi OSIS di Kota Bogor, nggak banyak SMK yang mengadakan pentas seni berskala besar di sekolahnya. Mereka lebih banyak mengadakan lomba kompetensi antar bidang jurusan. Makanya SMK terkesan selalu serius dan nggak gaul. 

Pelajar SMK bisa langsung kerja setelah lulus = FAKTA

Yuk, kita tengok pengalam Nur Ali Akbar yang sukses bekerja di berbagai cafe dan restoran begitu dia lulus SMK jurusan Tata Boga. Setelah empat tahun bekerja, Ali berhasil mengumpulkan uang untuk melanjutkan kuliah, lho. Jadi pendidikan di SMK memang ditujukan untuk memberi kemampuan bagi siswa/i untuk siap bekerja!

Tentu aja, karena kamu hanya mendapat pendidikan dasar sebuah bidang/profesi, kamu akan bekerja dengan posisi paling dasar. Meskipun begitu, kalau kamu cepat belajar ddan bekerja keras, nggak menutup kemungkinan kamu bisa terus meniti karir di bidang tersebut, meskipun kamu baru lulusan SMK.

Pelajar SMK harus melanjutkan kuliah sesuai dengan jurusan SMK = MITOS

Sebetulnya, berkuliah di jurusan yang sejalan dengan SMK tentu akan sangat bagus. Kamu bisa memperdalam ilmu yang kamu dapat ketika di SMK. Tapi kalau ternyata kamu mau mengambil jurusan lain di bangku perkuliahan, itu sah-sah aja, kok. Ilmu di SMK pastinya akan tetap bermanfaat.

 

(Sumber gambar: dikshavohra.com, biosend.id)

LATEST COMMENT
Yulika Aprianiii | 10 jam yang lalu

Saya jurusan IPS dari 5 hal di atas kemungkinan saya bisa masuk hi tapi masih takut gk bisa caranya agar lebih muda di terima di universitas gimna caranya

5 Tanda Bahwa Jurusan Hubungan Internasional Cocok Buat Kamu
Fatimah Ibtisam | 17 jam yang lalu

Bukan, Asesmen Nasional bukan untuk mengukur prestasi individu siswa, tetapi semacam penelitian untuk mengetahui capaian pendidikan di sekolah dan daerah. Yang ikutan hanya sebagian murid yang dipilih secara acak sebagai responden.

Info Lengkap Asesmen Nasional 2021, Bukan Sekadar Pengganti UN
Fatimah Ibtisam | 17 jam yang lalu

Setahu kami, kelas 12 ujian sekolah (UAS) seperti biasa. Tidak ada Ujian Nasional.

Info Lengkap Asesmen Nasional 2021, Bukan Sekadar Pengganti UN
Lysta Ayu Pratama | 19 jam yang lalu

Aku barusan lihat yt katanya kls 12 ngga ada UN sama AKM, tapi tetap ada Ujian Sekolah

Info Lengkap Asesmen Nasional 2021, Bukan Sekadar Pengganti UN
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1