6 Tips Buat Kamu yang Suka Menunda Pekerjaan Setelah Beristirahat

Pernah nggak, sih, ketika kamu belajar di rumah, lalu setelah belajar beberapa jam, kamu memutuskan untuk istirahat, eh, malah kebablasan istirahatnya? Misalnya, nih, kamu sudah belajar selama satu jam setengah di rumah, lalu kamu memutuskan untuk buka media sosialmu, bukannya kamu kembali belajar, eh, kamu malah keterusan scroll media sosial sampai malam.

Well, saya pun masih sering banget, nih, gaes melakukan hal ini. Biasanya saya punya target untuk menulis tiga artikel dalam satu hari. Niatnya sih, saya mau mengerjakan artikel tersebut sekaligus tanpa ada jeda. Namun, kenyataannya, setelah membuat dua artikel, saya memilih untuk istirahat selama lima belas menit. Eh, bukannya kembali mengerjakan artikel setelah lima belas menit berakhir, saya malah masih sibuk buka media sosial atau bahkan menonton.

Bagaimana denganmu? Apakah kamu juga sering seperti ini, gaes? Bisa dibilang kebiasaan seperti ini nggak baik untuk kita miliki. Kenapa begitu? Karena, kebiasaan ini sudah termasuk ke dalam kebiasaan menunda. Hasilnya, yang harusnya pekerjaanmu atau tugasmu cepat selesai, eh, ini malah masih banyak banget tugasnya.

Saya selalu berpikir, gimana, ya caranya agar istirahat kita nggak kebablasan. Setelah saya membaca berbagai artikel, akhirnya saya dapat menyimpulkan beberapa cara yang bisa kita terapkan agar nggak kebablasan, nih, istirahatnya. Caranya kayak gini, gaes!

1. Atur target

Nah, kalau kamu memang sudah merasa lelah karena banyak pekerjaan yang harus kamu selesaikan, cobalah kamu atur target terlebih dahulu sebelum beristirahat dan scrolling di media sosial. Target disini berarti tentsng berapa banyak pekerjaan yang harus kamu selesaikan.

Misalnya, nih, kamu punya tiga tugas kuliah yang harus kamu selesaikan dan dikumpulkan besok. Nah, daripada kamu pusing di malam hari, cobalah atur targetmu. Contohnya, kamu harus menyelesaikan dua tugasmu di pagi hari hingga siang hari dan kamu bisa memilih untuk beristirahat di siang hari dari jam satu hingga jam setengah tiga.

Lho, kenapa harus mengerjakan dua tugas sebelum istirahat? Well, agar kamu nggak memiliki tugas yang berat setelah kamu beristirahat. Biasanya, nih, setelah kamu beristirahat, kamu akan sedikit malas untuk kembali mengerjakan sesuatu yang menurutmu berat. Kalau kamu punya banyak tugas yang berat, saya yakin kamu justru akan semakin malas. Maka dari itu, kerjakan dua tugas di pagi hari hingga siang hari dan selesaikan sisanya yang nggak terlalu banyak di sore hingga malam hari.

2. Minta orangtua atau saudara mengingatkanmu untuk melanjutkan tugas

Kalau kamu nggak bisa mengikuti target yang kamu atur dengan kesadaran sendiri, kamu juga bisa, kok, minta tolong orang-orang yang ada di sekitarmu seperti orangtua dan saudara untuk meningatkanmu melanjutkan tugas yang sebelumnya sudah kamu kerjakan. Kamu bisa menceritakan semua rencanamu kepada orang terdekatmu sehingga mereka bisa membantumu agar kamu nggak kebablasan istirahatnya.

Cara mengingatkannya pun berbeda-beda, lho, ada yang mengingatkan secara verbal tapi sering dan ada juga yang langsung menyita smartphone atau apapun yang dapat membuatmu teralihkan fokusnya. Ketika kamu diingatkan terus menerus, pasti kamu akan merasa capek sendiri dan akan mengerjakan tugasmu setelah diingatkan.

3. Tanamkan pada dirimu bahwa semakin cepat kamu mengerjakan tugas, semakin cepat juga kamu "bebas"

kebebasan

Kalau kamu mulai merasa malas dalam mengerjakan pekeerjaan atau tugasmu, coba tekankan pada dirimu bahwa semakin cepat kamu mengerjakan semua kewajibanmu, maka semakin cepat juga kamu terbebas dari semua kewajiban mengerjakan tugas-tugas maupun pekerjaan.

Setelah kamu menyelesaikan tugasmu, kamu pun akan terbebas untuk mengerjakan apapun yang kamu mau tanpa merasa khawatir dan terbayang-bayang akan pekerjaan yang belum selesai. Semakin cepat kamu menyelesaikan tugasmu, maka, semakin cepat juga kamu bisa berleha-leha atau mengerjakan hal-hal yang kamu inginkan.

4. Kunci smartphone-mu

Kalau kamu suka mengecek aplikasi-aplikasi apa saja yang ada di smartphone-mu, kamu pasti akan menemukan aplikasi yang bisa kamu gunakan untuk mengunci smartphone-mu. Nah, kalau kamu biasanya menunda pekerjaanmu setelah beristirahat karena keasikan main smartphone, kamu bisa, nih, mengunduh aplikasi yang satu ini.

Misalnys, nih, kamu sudsh mencapai target dalam menyelesaikan tugasmu, akan tetapi kamu merasa bosan dan perlu hiburan di smartphone-mu selama satu jam. Nah, ternyata setelah sejam berlalu, kamu malas meletakkan smartphone-mu. Nah, kamu bisa tuh mengunci smartphone-mu dengan aplikasi tersebut.

Aplikasi smartphone yang bernama "Smartphone Addiction Timer" ini dapat mengunci smartphone-mu sesuai dengan waktu yang kamu inginkan. Nah, pada saat timer dijalankan, kamu nggak bisa sama sekali membuka smarphone-mu dan kamu pun nggak akan bisa menghapus aplikasi yang dijalankan ini sebelum waktunya habis. Mau nggak mau, kamu harus menunggu hingga timer yang dinyalakan selesai.

5. Tekankan deadline pada dirimu sendiri

deadline

Terkadang, ketika kita memiliki tugas kita tahu bahwa tugas tersebut memiliki deadline, akan tetapi, kamu cenderung memilih untuk cuek-cuek saya atas deadline tersebut. Nah, padahal nih, gaes, ketika kami ada tugas atau pekerjaan, kamu nggak boleh cuek-cuek dengan deadline-nya. Justru kamu harus memperhatikan deadline yang ada supaya kamu nggak keteteran.

Setelah kamu mengetahui apa-apa saja tugasmu dan kapan deadline-nya, kamu harus menekankan deadline tersebut pada dirimu, nih. Maksudnya apa, ya? Gini, biasanya ketika kamu tahu ada tugas, kamu akan cenderung memilih untuk leyeh-leyeh dulu, hingga akhirnya kamu mengerjakan tugasmu pada malam hari. Nah, kalau kamu ingin menekankan deadline-nya, cobalah untuk sadarkan dirimu bahwa kamu nggak bisa melakukan hal tersebut karena bisa saja pada malam hari kamu memiliki kegiatan baru dengan keluargamu sehingga kamu malah nggak punya waktu lagi untuk mengerjakannya.

6. Jangan biasakan diri untuk leyeh-leyeh kalau pekerjaanmu belum selesai

Nah, cara yang satu ini menurut saya cukup ekstrim. Kalau kamu masih belum selesai mengerjakan tugasmu, cobalah untuk jangan leyeh-leyeh terlebih dahulu. Ketika kamu leyeh-leyeh seperti tidur-tiduran, main game, nonton film dan sebagainya, yang ada kamu akan merasa malas untuk kembali mengerjakan tugasmu. Jadi, harus dibiasakan, nih, gaes untuk nggak leyeh-leyeh terlebih dahulu sebelum kamu menyelesaikan tugasmu.

***

Nah, itu dia lima hal yang bisa kamu lakukan apabila kamu masih suka kebablasan istirahat dan berakhir menunda-nunda mengerjakan tugasmu. Perlu kamu ingat, gaes, ketika kamu menunda pekerjaanmu, sama saja kamu membuat dirimu sibuk di akhir hari. Terlebih, kamu pun pastinya akan.merasa nggak nyaman dan khawatir selama kamu menunda pekerjaanmu.

Ada baiknya kamu kerjakan semua pekerjaanmu terlebih dahulu, baru kamu beristirahat. Dengan begitu, kamu pasti akan merasa nyaman dan tenang karena semua pekerjaanmu telah diselesaikan. Jadi, yuk, mulai dari sekarang ubah kebiasaanmu, agar kamu menjadi lebih disiplin dan tentunya bisa mengerjakan tugasmu jauh-jauh hari. Sehingga, kamu nggak akan merasa keteteran atau merasa banyak tugas-tugas yang harus dikerjakan di malam hari. Semangat!

(Sumber gambar: eusebismo.com, jojonomic.com, rexus.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Al havis Fadilla rizal | 4 hari yang lalu

Open pp/endorse @alfadrii.malik followers 6k minat dm aja bayar seikhlasnya geratis juga gpp

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Deca Caa | 24 hari yang lalu

open pp/endorse @aaalysaaaa 11,6 followers dm ya bayar seiklasnyaa

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Deca Caa | 24 hari yang lalu

open pp/endorse @aaalysaaaa 1,6 followers dm ya, bayar seiklasnyaa

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
AtomyFirst Chanel | 25 hari yang lalu

Open PP @houseofshirly foll 427k @Idea_forhome foll 377k @myhomeidea_ foll 270k. Harga Paket lebih murah. DM kami yaa..

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2024 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1