Apa Itu Dana Darurat?

Apa sih, pengertian dana darurat? Apakah anak muda perlu punya dana darurat? Trus, berapa jumlah yang dibutuhkan? Gaes, kita akan coba membedah soal dana darurat untuk pelajar dan mahasiswa.

Definisi Dana Darurat

Emergency fund atau dana darurat merupakan dana khusus untuk kebutuhan yang sifatnya tiba-tiba, penting, dan mendesak. Contoh kasus jika ada anggota keluarga yang sakit atau kecelakaan sehingga butuh dirawat/dioperasi. Bisa juga untuk kondisi pandemi di mana ada orang yang usahanya merugi atau di-PHK. Dana darurat dibutuhkan untuk memenuhi biaya hidup hingga mendapatkan pekerjaan kembali.

Apakah anak muda butuh memiliki dana darurat?

Sebenarnya nggak ada “pakem” batasan usia untuk mulai memiliki dana darurat. Meskipun demikian yang penting banget memiliki dana darurat adalah:

a. Orang yang sudah memiliki penghasilan.

b. Orang yang memiliki tanggungan yang perlu dibiayai, termasuk diri sendiri.

Pelajar dan mahasiswa mungkin nggak masuk dalam kriteria A dan B lantaran belum punya penghasilan tetap dan masih dibiayai ortu/wali. Namun alangkah baiknya jika mulai membiasakan menyimpan dana darurat. Kenapa?

Sebab dana darurat akan sangat membantu dirimu dan keluarga. Misalnya, mendadak budget ortu bulan ini habis karena musti memperbaiki mobil. Padahal, kamu butuh mendaftar les. Nah, kamu bisa menggunakan dana darurat tersebut.

Bagaimana Menghitung Dana Darurat

Menurut penjelasan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di artikel ini, idealnya dana darurat adalah antara 3 hingga 6 kali kebutuhan pengeluaran dalam sebulan. Jika pengeluaran sebuah keluarga adalah 5 juta per bulan, maka dana darurat idealnya adalah 15 hingga 30 juta.

Lantas gimana dengan dana darurat kita. Kamu bisa meniru rumus di atas yaitu:

Dana Darurat = Kebutuhan Pengeluaran dalam Sebulan x 3

Coba cek cek berapa kebutuhan pengeluaranmu dalam sebulan, seperti transportasi, uang fotokopi, dan bayaran sekolah. Misalnya jumlahnya adalah 1 juta rupiah, maka besar dana daruratmu adalah:

Rp1.000.000 x 3 = Rp3.000.000

Gimana caranya mengumpulkan 3 juta rupiah? Kan belum punya pekerjaan tetap? Cek poin berikut ini.

Mengumpulkan Dana Darurat untuk Anak Muda

Ada dua prinsip utama Dana Darurat yaitu:

1. Pantang  diutak-atik (baca: dipakai) kecuali untuk hal yang sifatnya darurat.

2. Jika dana darurat telah dipakai maka harus dikumpulkan kembali. Jangan dibiarkan kosong.

Kemudian, tip untuk mengumpulkan dananya adalah:

a. Pada dasarnya kamu wajib banget punya tabungan, sebab dana darurat ini harus disimpan dengan baik dan aman.

Memangnya aman membuka tabungan? Gimana kalau saldonya tiba-tiba raib? Tenang, gaes, Indonesia memiliki Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang memiliki fungsi dan tugas untuk menjamin simpanan nasabah. Jadi uang kamu nggak akan hilang. Seandainya bank tempatmu menabung dicabut izin usahanya pun, uangmu tetap dijamin oleh LPS, selama sesuai  dengan aturan 3T yang berlaku.  

b. Pisahkan dana darurat dengan tabungan biasa. Bisa dengan menggunakan 2 rekening tabungan, misalnya yang satu adalah tabungan biasa yang bisa ditarik sewaktu-waktu. Sedangkan yang satunya khusus emergency fund.

Bisa juga kamu memberikan jatah. Misalnya, 50 persen dari tabungan adalah emergency fund. Seandainya uangmu ditabungan sejumlah 2 juta, maka yang boleh kamu ambil hanya 1 juta. Sisanya hanya untuk kebutuhan darurat.  

c. Dari mana asal uangnya?

Dari menyisihkan uang jajan, memangkas kebutuhan yang nggak esensial, serta menyimpan sebagian uang hadiah dari ortu, om-tante, hingga THR atau angpao.

d. Cari uang

Tugas utama kamu sebagai pelajar dan mahasiswa adalah menuntut ilmu. Tapi nggak ada salahnya mulai mencari uang sekalian mengasah kemampuan wirausaha, kemandirian, dan skill lainnya.

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan tanpa mengganggu belajar. Misalnya, jualan camilan yang dibuat sendiri hingga buka bisnis jastip (jasa penitipan). Bisa juga memberikan les untuk para junior, bahkan untuk adik sendiri. Masukkan sebagian uang yang kamu hasilkan ke dalam pos emergency fund.    

(sumber gambar: Karolina Grabowska from Pexels)

LATEST COMMENT
Rina Anggraeni | 2 menit yang lalu

Lebih baik memilih psikologi atau Analis kimia? Mohon jawabannya kak

Lintas Jurusan SBMPTN 2020: IPS Sulit Ambil Saintek, IPA Bebas Pilih Prodi
Rina Anggraeni | 3 menit yang lalu

Kak aku anak smk Analis kesehatan atau Teknologi Laboratorium Medik bisa gak ya masuk psikologi

Lintas Jurusan SBMPTN 2020: IPS Sulit Ambil Saintek, IPA Bebas Pilih Prodi
Wahyudi Syaputra | 6 jam yang lalu

Thanks "Rencanamu" udah ngingetin aku, makin semangat belajar utbk nya, walaupun kuliah sambil Sbmptn juga

Persiapan UTBK dan SBMPTN 2021 untuk Kelas 12
aisha kim | 15 jam yang lalu

Halo kak, mau tanya dong. Kalo kita dari D3 Komunikasi bisa nyambung ekstensi ke S1 DKV gak kak? Kalo bisa boleh tau di Univ apa aja yg bisanya. Terima kasih

Tanya Youthmanual: Q & A Bedah Jurusan Desain Komunikasi Visual
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1