Apa Itu Sertifikasi dan Gimana Pengaruhnya dalam Pendidikan dan Karier?

Sertifikasi sebagai modal untuk bekerja? Gimana sih, konsepnya? Yang pasti bukan asal punya sertifikat ya, gaes. Jangan sampai nanti ada sertifikat tanah atau sertifikat vaksin jadi lampiran curriculum vitae. Alamaaak!

Serba-Serbi Sertifikasi Kompetensi 

Di perguruan tinggi dan sekolah, kita mencari ilmu dan mengembangkan kemampuan. Nah, kemampuan dan ilmu tersebut kemudian diuji. Jika dianggap memenuhi syarat akan mendapatkan sertifikasi, yang umumnya disebut sertifikasi kompetensi.

Tentunya, yang memberikan sertifikasi adalah lembaga profesional yang diakui. Mengukur kompetensi dan keahliannya juga nggak asal, ada standar tersendiri yang sistematis dan objektif sesuai bidangnya. 

Lebih lanjut mengenai sertifikasi kompetensi bisa kita baca pada poin berikut ini:

a. Sertifikasi bisa menunjukkan keahlian seseorang atau tingkatan keahlian seseorang. Makanya, akan menjadi nilai tambah pada CV.

b. Namun agar berpengaruh, sertifikasinya harus nyambung dengan pekerjaan yang dilamar. Misalnya, kamu adalah lulusan prodi Hukum yang melamar pekerjaan di kantor pengacara. Sertifikat penguasaan alat musik jadi tidak relevan untuk disertakan.

Namun, jika kamu memiliki sertifikasi bidang Bahasa, misalnya penerjemahan, masih relevan untuk disertakan. 

c. Sebaliknya, ada pula sertifikasi yang umumnya harus dimiliki agar dapat menjalani pekerjaan tertentu. Ini disebut Sertifikasi Profesi. Misalnya untuk profesi financial planner ada Certified Financial Planner dan Registered Financial Planner (RFP) yang dikeluarkan Financial Planning Standards Board Indonesia.

d. Di banyak bidang, sertifikasi merupakan pilihan dan tidak wajib. Namun, mereka yang memilikinya akan memperoleh nilai lebih saat mendaftar kerja daripada yang tidak memilikinya. Oleh karena itulah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki program sertifikasi kompetensi untuk tingkat SMA dan perguruan tinggi. 

e. Bidang pekerjaan yang membutuhkan sertifikasi biasanya yang ada kaitannya dengan kemampuan teknis, seperti instruktur olahraga, akuntan, ahli pajak, dan lainnya. 

Sertifikasi Kompetensi Beda dengan Sertifikat Biasa

Aku ikutan pelatihan A, B, C terus dapat sertifikat. Bisa nggak itu untuk melamar kerja?

Pengalaman pelatihan, workshop, atau keorganisasian memang sangat baik dan jadi penilaian. Namun sertifikat tidak sama lho, dengan sertifikasi. 

Merujuk pada penjelasan di atas, sertifikasi kompetensi memiliki standar penilaian tersendiri dan yang mengeluarkan adalah lembaga yang memiliki wewenang. Sementara sertifikat lebih luas penggunaannya. Misalnya, mengikuti seminar bertema teknologi akuntansi mendapatkan beasiswa. Bahkan mengikuti lomba juga bisa mendapatkan sertifikat.

Sertifikasi Saat Melamar Kerja

Bisa dibilang, sertifikasi merupakan salah satu kelengkapan lamaran kerja terpenting setelah ijazah. Hal yang perlu diperhatikan adalah:

1. Sesuaikan sertifikasi dengan pekerjaan yang kamu lamar. 

2. Cantumkan sertifikasi pada curriculum vitae dengan jelas dan BENAR. Ini poin penting ya gaes, fatal banget kalau mengada-ada atau memalsukan sertifikasi kompetensi.

3. Siapkan juga dokumen sertifikasi, agar jika dibutuhkan bisa diberikan pada perusahaan. 

4. Pastikan institusi pemberi sertifikasi merupakan institusi yang memiliki kualifikasi di bidang tersebut.

5. Sertifikat di luar sertifikasi juga boleh dicantumkan pada CV selama sesuai dengan pekerjaan yang dilamar dan menunjukkan potensi yang dimiliki. 

Sertifikasi PPM School of Management 

Beruntung banget jika kamu mengenyam pendidikan di perguruan tinggi yang juga lembaga sertifikasi seperti PPM School of Management (PPM SoM). Tidak hanya itu, PPM SoM juga bekerja sama dengan lembaga sertifikasi tingkat internasional. 

Selain ilmu dan skill yang mumpuni, lulusan prodi Sarjana Akuntansi Bisnis PPM School of Management bisa mendapatkan:

  • CFAB (Certified in Finance, Accounting, and Business) dari ICAEW, UK
  • Sertifikasi Junior Auditor Certification from LSP PPM Management
  • Sertifikasi A & B Tax Brevet yang diintegrasikan dalam kurikulum
  • Sertifikasi CRMA (Certified Risk Management Analyst) dari LSPMR
  • Sertifikasi ACMA CGMA (Associate Chartered Management Accountant, Chartered Global Management Accountant) dari CIMA (Chartered Institute of Management Accountant
  • Untuk alumni yang telah bekerja selama 5 tahun di Kantor Akuntan Publik dapat langsung mengambil tes CCFA (Certified Corporate Forensic Auditor) dari BNSP.

Nah, kurikulum PPM School of Management untuk prodi Akuntasi Bisnis sendiri berdasarkan IFRS (International Financial Reporting Standard). Alhasil, lulusannya berkesempatan bekerja di berbagai negara.

Banyaknya dukungan sertifikasi ini bisa menjadi salah satu pertimbangan kamu dalam menentukan perguruan tinggi. Pastikan kamu memilih perguruan tinggi yang bisa mendukung cita-citamu.  

(Sumber gambar: Pexels)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Tiara Windi | 26 hari yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 26 hari yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Akun Tum | 1 bulan yang lalu

Hi min bagaimana kalau semester 5 ini gua punya maksimal 24 sks dan sks yg dapat ku ambil cuman 23, nah bagaimana itu klau ada mk wajib 1 yg 3 sks nya saya buang dan menggantikan dengan mk pilihan 2 yang 2 sks-2 sks, untuk mempas kan sks 24.. Menurut mimin bagaimana baiknya

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1