Belajar Menempa Diri Sendiri Dari Paduan Suara Mahasiswa Agria Swara

Oleh Asri Wiweko

Banyak universitas yang punya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) paduan suara. Standar, ya. Tapiii... ada beberapa UKM paduan suara yang prestasinya menonjol, salah satunya adalah Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Institut Pertanian Bogor, Agria Swara.

Dalam sejarahnya, Agria Swara sering menyabet penghargaan dalam berbagai ajang paduan suara, tingkat nasional maupun internasional. Meski demikian, kegiatan kuliah anggota Agria Swara—yang sekarang berjumlah kurang lebih 38 orang—nggak keteteran, tuh. Malah banyak dari mereka yang tetap bisa mempertahankan IPK 3 koma. Widih!

Bulan lalu, tepatnya 2-5 Oktober 2015, Agria Swara sukses meraih peringkat ketiga dalam lomba paduan suara mahasiswa The 13th International Choir Contest of Flanders di Maasmechelen, Belgia. Yang bikin bangga, Agria Swara adalah satu-satunya perwakilan dari Asia, yang berhadapan dengan 11 kompetitor PSM lain dari berbagai negara di Eropa.

youthmanual agria swara

On action di Maasmechelen, Belgia!

Di ajang ini, dalam kategori Mixed Choir, mereka menampilkan Ah Dolente Partita, Nachtwache Op.104 No.2, The Sick Rose, dan Agnus Dei. Kemudian, pada sesi selanjutnya, Agria Swara menampilkan lagu Bubuy Bulan, Ov’e Lass’ ll Bel Viso, dan Ma Rencong Rencong.

Selain itu, PSM yang sudah berdiri sejak 1985 ini juga menyelenggarakan konser budaya di Belanda, bekerja sama dengan PSM di Utrecht. Dalam konser budaya ini, Agria Swara menampilkan lagu-lagu dan tarian budaya tradisional Indonesia, seperti tari Saman dan tari Bajidor Kahot.

Konser budaya di Belanda

Namun kemenangan Agria Swara dalam ajang di Belgia tersebut tentunya nggak didapat dengan instan, ya. Perjuangan menuju Belgia justru telah dimulai sejak tujuh bulan sebelum mereka berangkat. Selama tujuh bulan, yang tadinya mereka “cuma” latihan selama 5 jam sehari dalam tiga hari seminggu (!!!), jadi harus latihan setiap hari. Latihan pun dilakukan malam hari, setelah jam kuliah selesai. Nggak heran kalau anggotanya sering pulang dari kampus dengan suara yang habis. Capeknya luar biasa!

Kira-kira gimana, sih, cara anggota Agria Swara menjalani kesibukan mereka ini?

Dijalani dengan passion

Kunci utamanya, passion. Standar, ya, tapi memang inilah hal yang paling diperlukan. Passion kita bisa sama dengan hobi, tetapi bisa juga muncul dari bidang yang baru-baru saja kita minati. Passion juga bisa nggak berhubungan dengan jurusan kuliah, lho.

Nah, mereka yang bergabung dengan Agria Swara adalah orang-orang yang memiliki passion dalam bidang tarik suara, pastinya. Tapi ternyata, mereka nggak bisa hanya jago nyanyi, namun juga harus mengetahui teori dasar musik, serta kuat secara fisik dan mental.

Sebelum bergabung dengan Agria Swara, para calon anggota diseleksi terlebih dahulu. Seleksinya berupa membaca not (reading), singing, ambitus, dan hearing. Membaca not dilakukan sambil menyanyi, dan ini ternyata susah, sodara-sodara! Bagi yang pernah ikut paduan suara, mungkin sudah terbiasa membaca not, ya. Tapi bagi kita, orang awam yang cuma suka nyanyi di kamar mandi, awalnya pasti susah. Alhasil, nggak jarang calon anggota Agria Swara mendapat nilai rendah di reading not, meski kebanyakan dari mereka sukses menebus nilai saat seleksi menyanyi.

Selanjutnya ada tes ambitus, alias tes untuk mengetahui sampai sejauh mana range vokal seorang calon anggota. Terakhir, tes hearing. Cara tesnya, penguji akan memainkan beberapa kunci nada di keyboard, dan calon anggota harus menirunya dengan suara. Rangkaian seleksi ini akan menentukan posisi suara calon anggota, apakah ia akan ditempatkan di bagian sopran, alto, tenor atau bass.

Selain itu, setiap latihan, anggota Agria Swara nggak hanya harus mempelajari lagu, tetapi juga koreografi untuk penampilan mereka. Mereka juga harus sering meeting setelah latihan, untuk membicarakan hal-hal detil seperti keuangan, sponsor, kostum, dana usaha, dan sebagainya.

Pheeeeww. Pretty tough, huh? Kebayang kalau anggota Agria Swara harus menjalani semua itu tanpa passion. Apakah bisa tahan dengan seleksi ketat dan jadwal latihan mereka yang lebih ketat lagi?

Sementara, kalau sudah berlandaskan passion, hal apapun pasti bisa dijalani tanpa beban.

Membagi waktu dengan baik

Trus, gimana dengan kuliah? Menjalani aktivitas hobi di samping kuliah memang agak tricky, ya. Gimanapun juga, kewajiban utama kita sebagai mahasiswa adalah kuliah.

Apalagi, dengan ikut ajang internasional, para anggota Agria Swara harus menerima resiko lainnya, yaitu ketinggalan mata kuliah selama berminggu-minggu.

Wah, gimana cara mengakalinya? Yang penting, mereka wajib tahu porsi waktu yang seimbang untuk masing-masing aktivitas Agria Swara dan kuliah. Nggak mau ‘kan, kuliah terhambat karena UKM? Kalau kamu menghadapi situasi serupa, dalam 24 jam, coba bagi-bagi waktunya dengan adil. Misalnya, jika latihan atau aktivitas UKM kamu menghabiskan waktu di malam hari, tugas kuliah wajib dikerjakan pada siang hari. Bisa, sih, dikerjakan setelah pulang latihan, tapi waktu istirahat kamu jadi berkurang.

Jadi, menjalani passion selama kuliah itu penting. Penting banget. Tapi, baiknya diikuti dengan manajemen waktu yang juga baik. Enak ‘kan, kalau UKM dan kuliah sama-sama lancar?

(sumber gambar: Asri Wiweko)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1