Mengenal Inkubator Bisnis di Kampus dan Keuntungannya

Apa sih, yang menghalangi anak muda untuk membuka bisnis? Seringkali jawabannya adalah kesempatan. 

Yup, anak muda yang minim pengalaman, belum punya penghasilan (apalagi modal), dan bahkan belum menyelesaikan studi, seringkali dipandang sebelah mata.  Padahal, anak muda punya banyak ide kreatif serta energi yang besar untuk mewujudkannya. Dengan adanya mentor yang tepat, sarana, serta kesempatan, anak muda bisa menjalankan bisnis mereka sendiri dan sukses.

Itulah mengapa business incubator atau inkubator bisnis diperlukan. 

Apa Itu Inkubator Bisnis?

Inkubator bisnis bisa diartikan sebagai program yang dijalankan oleh suatu institusi untuk memberikan pembinaan beserta dukungan lainnya agar suatu usaha kecil atau menengah bisa berdiri dan berkembang.  

Mengembangkan bisnis ‘kan nggak instan. Butuh bekal pengetahuan, mentor buat mengarahkan, fasilitas yang mendukung, networking yang tepat, hingga koneksi ke sumber dana. Inkubator bisnis membantu itu semua.   

Jadi, mimpi untuk punya bisnis nggak sebatas wacana ‘kalau udah lulus kuliah’ atau ‘kalau sudah ngumpulin uang’. Usaha pun bisa diwujudkan sejak awal melalui inkubator bisnis.

Nah, penyelenggara inkubator bisnis biasanya ada 4 tipe, yaitu:

1. Lembaga nonprofit atau institusi yang tidak berorientasi pada keuntungan seperti lembaga pemerintah, LSM, dan lainnya. Tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi negara. 

2. Perusahaan berbasis profit. Pernah dengar kan, mengenai bank atau perusahaan multinasional yang membuka inkubator bisnis? Nah, mereka mencari peluang untuk bekerja sama dengan usaha rintisan yang dinilai memiliki potensi. Tentunya kerja sama ini dinilai akan menguntungkan kedua pihak. 

3. Venture capital firms atau perusahaan pemilik modal, yang mencari usaha yang tepat untuk berinvestasi.

4. Institusi pendidikan seperti perguruan tinggi. Jadi, perguruan tinggi membuka kesempatan bagi mahasiswa dan civitas kampus untuk mengembangkan bisnis. 

Nah, inkubator bisnis yang diadakan oleh perguruan tinggi merupakan peluang emas bagimu. Nggak hanya kamu punya kesempatan untuk mewujudkan usaha tapi juga ilmu dan skill. Trus, bisa saling dukung antara perkuliahan dan bisnismu. Alhasil, nggak perlu lagi memilih antara kuliah atau berbisnis. 

Kelebihan lain dari inkubator bisnis di kampus adalah peluang kamu untuk menembus program tersebut besar apabila kamu adalah mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Trus, lebih efisien dalam hal tempat dan waktu, karena program diselenggarakan di kampusmu. 

Jika penyelenggaranya adalah institusi umum atau perusahaan, biasanya prosedurnya lebih kompleks, pesaingnya banyak, dan jadwal serta lokasi tempat kegiatan berlangsung bisa bentrok dengan kuliahmu. 

PPM School of Management: Kuliah Manajemen Sambil Memulai Bisnis

PPM School of Management memiliki prodi S1 Manajemen Bisnis. Nah, salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah adanya program Incubator & Simulation Business Method. Ya, PPM School of Management memiliki inkubator bisnis sendiri yang dilengkapi dengan metode simulasi bisnis.

Selain untuk memfasilitasi mahasiswa yang ingin mengembangkan bisnis, program ini merupakan bagian dari sarana praktik mahasiswa Manajemen Bisnis.  Mahasiswa bisa menerapkan ilmu di dalam kelas untuk belajar membangun bisnis secara nyata. Pengalaman ini akan melengkapi ilmu mahasiswanya. Apalagi, kewirausahaan merupakan salah satu skill yang penting dimiliki. 

Lantas, apa kelebihan inkubator bisnis di PPM School of Management dibandingkan di kampus lainnya?

Pertama, antara inkubator bisnis dan materi studi di Manajemen Bisnis di PPM School of Management sejalan serta saling mendukung.   

Kedua, inkubator bisnis di PPM School of Management mulai dirintis sejak tahun 2014, yang ketika itu masih merupakan bagian dari praktikum mata kuliah Entrepreneurship. Di tahun 2020, inkubator bisnis tersebut memiliki wadah yang dinamai Bizcube. Jadi sudah punya pengalaman mengembangkan inkubator bisnis.

Ketiga, berbagai fungsi yang dimilikinya, antara lain ruangan dan fasilitas perkantoran, bimbingan konseling bisnis, akses pendanaan, layanan konsultasi administrasi bisnis, dan lainnya. 

Keempat, di PPM School of Management kamu bisa serius mengembangkan business plan. Bahkan, mahasiswa Manajemen Bisnis bisa memilih di akhir perkuliahan ingin membuat skripsi atau business plan. Kalau business plan-nya bagus nggak hanya untuk kelulusan dan IPK aja, tapi juga bisa diwujudkan.  

Tip Mengikuti Inkubator Bisnis di Kampus

Akan sangat menguntungkan bila perguruan tinggi pilihanmu memiliki program inkubator bisnis. Lalu, yang perlu kamu perhatikan adalah:

1. Persyaratan untuk mengikuti program inkubator bisnis. Biasanya tiap institusi memiliki ketentuan yang berbeda. Pelajari dan penuhi syaratnya.

2. Rencana bisnis yang matang. Bisa saja rencana tersebut berupa ide atau usaha yang sudah berjalan, walau kecil-kecilan. Nah, matangkan konsepnya. Pertimbangkan apa tujuan usahamu, target pasar, serta cara memasarkan. Pastikan, bisnis tersebut memiliki kekhasan dan keunggulan. Coba tuangkan dalam bentuk proposal singkat.

3. Berlatih mempresentasikan konsep bisnismu. Supaya jika ditanyakan atau diminta menjelaskan, kamu bisa melakukannya dengan baik.

4. Jangan mudah nyerah. Penolakan, revisi, pekerjaan menumpuk, adalah bagian dari perjuanganmu merintis usaha. 

5. Serap ilmu dan manfaat sebanyak-banyaknya dari program ini. Misalnya, kamu dibukakan pintu networking atau dibekali dengan berbagai seminar, manfaatkan sebaik mungkin.

6. Fokus juga pada studimu di bangku kuliah dan manfaatkan ilmunya untuk bisnismu. Sebaliknya, pengalaman di inkubator bisnis juga bisa menjadi contoh kasus perkuliahan atau membantumu dalam mengerjakan tugas. 

7. Disiplin dengan jadwal dan perkembangan usahamu. Jangan sampai terlalu santai dan kendor semangatnya karena inkubator bisnis berada di kampusmu sendiri.

Jika kamu ingin mengembangkan bisnis sambil kuliah, maka PPM School of Management merupakan pilihan kampus yang tepat. Tidak hanya menimba ilmu di prodi Manajemen Bisnis sebagai modal menjalankan usaha, tetapi kamu juga bisa memanfaatkan program dan fasilitas inkubator bisnis untuk memulai usaha. Yuk, kuliah sambil merintis usaha! 

(Sumber gambar: Monstera from Pexels)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Tiara Windi | 26 hari yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 26 hari yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Akun Tum | 1 bulan yang lalu

Hi min bagaimana kalau semester 5 ini gua punya maksimal 24 sks dan sks yg dapat ku ambil cuman 23, nah bagaimana itu klau ada mk wajib 1 yg 3 sks nya saya buang dan menggantikan dengan mk pilihan 2 yang 2 sks-2 sks, untuk mempas kan sks 24.. Menurut mimin bagaimana baiknya

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1