Syarat Lulus Kuliah Cum Laude

Menjadi cum lauder alias lulus kuliah dengan predikat cum laude merupakan prestasi yang membanggakan di bangku kuliah. Bisa dibilang, kamu lulus dengan pujian. Nah, apa saja syarat yang harus dipenuhi agar dapat meraih predikat cum laude? Secara umum, inilah aturan yang berlaku.

Cum laude untuk prodi S1 dan Diploma

1. Indeks Prestasi Komulatif saat lulus di atas 3.50.

Cara menghitungnya adalah dengan menjumlahkan bobot nilai semua mata kuliah dan dan dibagi dengan jumlah seluruh SKS.

Contoh:

Mata kuliah Manajemen sks 4, nilai A = 4x4 =16

Maat kuliah Keuangan, sks2 nilai B = 3 x 2 = 6

Maka IPKnya adalah (16 +6) dibagi dengan total SKS (4+2)

IPK = 22/6 = 3.66

2. Waktu kelulusan normal

Untuk S1 dan D4 maksimal 4 tahun, sementara D3 maksimal 3 tahun. 

Bagi yang lulus S1 tepat waktu atau cepat dapat meraih gelar cum laude. Tapi kalau molor nggak masuk cum laude.

Gimana kalau sempat cuti atau ikutan program belajar di luar negeri?

Jila kamu tidak lulus dalam waktu yang ditentukan, tetap tidak bisa cum laude.  Beberapa kampus memperbolehkan masa studi lebih dari 4 tahun untuk S1, yakni sampai 4.5-5 tahun.

3. Nilai minimal C

Sorry gaes, bagi yang pernah mendapatkan nilai C- nggak bisa cum laude. Dan untuk yang mendapatkan nilai di bawah C harus mengulang mata kuliah.

4. Nggak ada mata kuliah yang nggak lulus dan mengulang.  

Yup, ini nyambung dengan poin 4. Dan ini termasuk untuk mahasiswa yang  mencuci nilai, alias mengulang mata kuliah bukan karena nggak lulus, melainkan lantaran ingin meningkatkan nilai.

5. Memenuhi semua aturan kampus terkait dengan syarat kelulusan dan aturan cum laude. Kamu perlu cek prosedur dan peraturan yang berlaku di kampusmu.

Cum laude untuk S2 dan prodi Spesialis

Pada dasarnya, syarat untuk meraih cumlaude di berbagai jenjang sama saja. Namun ada detail yang berbeda,

  1. IPK di atas 3.70 (ada juga kampus yang mensyaratkan IPK di atas 3.75)
  2. Tidak pernah tidak lulus mata kuliaha
  3. Nilai minimal B-
  4. Lulus kuliah tepat waktu, yakni 2 tahun. Tapi ada juga kampus yang memperbolehkan masa studi lebih dari itu.
  5. Tidak pernah mengulang mata kuliah, baik karena nggak lulus atau karena memperbaiki nilai.

(Sumber gambar: Pavel Danilyuk from Pexels)                                                                                

LATEST COMMENT
pipi | 2 jam yang lalu

Hai min! aku mau cerita. Dari beberapa poin di atas aku merasakan hal yang sama. Jujur, dulu aku termasuk orang yang ambis untuk masuk jurusan di rumpun kesehatan. Dari kelas 9 aku sudah memiliki plan untuk kuliah di jurusan gizi, tetapi seiring berjalannya waktu, aku memilih untuk mengambil jurusan…

Kamu Salah Ambil Jurusan Kuliah? Cek 15 Tanda Mahasiswa Salah Jurusan!
Yoga Sinaga | 13 jam yang lalu

keren! coba baca juga http://news.unair.ac.id/2021/02/10/tips-etika-berkomunikasi-digital/

20 Panduan dan Etika Mengirim Email Untuk Keperluan Akademis, Organisasi, Atau Kerja
Fatimah Ibtisam | 3 hari yang lalu

Hai Safiqah, untuk lebih jelasnya kamu bisa mengecek perguruan tinggi yang dituju. Secara umum, jika lewat jalur SBMPTN bisa saja.

Kenal Lebih Dekat dengan Program Studi Ilmu Perpustakaan, Yuk!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1