Jadi Youtuber, Yay or Nay?

Zaman sekarang, Youtuber menjadi salah satu pilihan pekerjaan yang terkesan menjanjikan. Bagaimana tidak, pendapatan para youtuber papan atas Indonesia memang luar biasa. Apalagi menjadi youtuber nggak mensyaratkan jenjang pendidikan tertentu dan bisa dilakukan siapa saja. Di sisi lain, ada banyaaak banget orang yang berpikiran ingin jadi youtuber biar cepat terkenal dan kaya. Belum lagi urusan konten yang beraneka ragam, dari mulai yang niat sampai yang bikin tepok jidat. Tak terhitung pula konten yang sensasional dan kontroversial.

Gimana nih, YA atau TIDAK untuk menjadi youtuber? Pertimbangkan yang berikut ini.

* Sesuatu yang hanya dilakukan karena ikutan tren biasanya hanya akan bertahan sementara, termasuk soal jadi Youtuber. Orang yang menonton pun juga bakalan jenuh melihatnya.

* Untuk menjadi youtuber kamu harus mau belajar. Belajar mengenai platform Youtube, aturan mainnya, soal produksi konten, dan lain sebagainya. Jika kamu nggak minat atau malas mempelajarinya, bagaimana mau menjalaninya?

* Ketahui apa yang ingin kamu sampaikan/tampilkan melalui Youtube. Apa ganre dan ide utama kontenmu. Ada konten Youtube yang menampilkan obrolan atau talkshow, vlog, hingga bikin animasi. Ada pula Youtuber yang fokus yang membahas game, review gadget, prank, membuat sketsa kocak, sampai yang 2 jam nggak ngapa-ngapain pun ada!

* Apapun itu yang ingin kamu sampaikan sesuaikan dengan kemampuan dan minatmu. Kalau kamu mau kontennya berupa animasi, pastikan kamu bisa membuatnya. Atau jika ingin konten berkaitan dengan film, kamu harus menyukai film dan memiliki pengetahuan soal film.

* Perkaya juga referensi dengan menonton channel Youtube lain.

* Biaya produksi konten Youtube beragam banget, ada yang murah meriah ada pula yang setara produksi program televisi dengan mempekerjakan banyak kru.

* Biaya produksi nggak menjamin kesuksesan atau banyaknya viewers.

* Siapa sih, yang nggak pengen mendapatkan penghasilan yang oke dengan menjadi youtuber dan kontennya diminati? Tapi ada hal yang paling penting dari keduanya, yaitu kamu harus bisa mempertanggungjawabkan konten tersebut. Jadi apakah kontenmu dapat dipertanggungjawabkan? Ingat, bahwa ada viewer yang terpapar dengan konten tersebut.

* Sebaliknya, konten yang bagus, bermanfaat, dan dibuat dengan niat, bisa jadi viewers-nya nggak sesuai sama ekspektasi kamu. Ini juga salah satu risiko sebagai Youtuber.

Intinya, nggak semudah itu menjadi youtuber, apalagi menjadi youtuber yang karyanya bisa dipertanggungjawabkan. Nah, ilmu pengetahuan dan keahlian penting untuk menjalani pekerjaan tersebut. Mulai dari untuk ide dan isi video kamu, bagaimana kamu mengelola akun Youtube, berinteraksi dengan viewers, bekerja sama dengan orang lain, hingga untuk memahami ketentuan yang berlaku. Bukan sekadar cuap-cuap aja, gaes.

Nah, selain bikin akun Youtube sendiri, alternatif pekerjaan yang berkaitan dengan Youtuber adalah:

  • Sebagai salah satu youtuber di salah satu channel Youtube. Banyak banget channel Youtube yang merupakan kerja kolaborasi.
  • Tim produksi. Hampir sama kayak poin sebelumnya, tapi di sini kamu gabung sebagai kru yang memproduksi konten untuk sosok Youtuber.
  • Di media massa. Sekarang hampir semua media massa memiliki channel Youtube. Jadi komunikasi berlangsung di berbagai platform.
  • Perusahaan yang memiliki Youtube. Yup, selain media sosial, beberapa perusahaan juga membuat channel youtube. Biasanya sih, untuk menjangkau konsumen atau untuk kebutuhan branding.

Makanya profesi Youtuber ini beririsan atau memiliki banyak kesaman dengan creator konten atau Content Creator.  Gimana dengan kamu, apakah tertarik menjadi Youtuber? Trus, siapakah Youtuber yang menurutmu layak menjadi inspirasi?

(Sumber gambar: pexels)

LATEST COMMENT
Fransiska Oktaviani | 3 hari yang lalu

open pp/endorse ig/tiktok bisa bayar seikhlasnya email ke [email protected] terimakasih

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Nindi Dwi Oktova | 3 hari yang lalu

Permisi aku mau nanya kalau murid pindahan jurusan ipa dari sekolah asal ke sekolah baru tapi berbeda pada mata pelajaran minat apakah bisa mengikuti SNMPTN? Ex:matpel minat sekolah asal ekonomi dan b.Inggris minat tapi di sekolah pindahan tidak ada matpel ekonomi dan pindah nya pada saat semester 2…

Tanya-Jawab Seputar SNMPTN 2021: Kriteria Penilaian dan Lainnya
Nanda Kyala | 5 hari yang lalu

Kak, jadi anak ipa bisa pilih utbk soshum atau campuran?

Lintas Jurusan di SBMPTN 2021 dan Peluangnya
Lemon meringue | 5 hari yang lalu

Berapa jam kita belajar di kelas hukum ka? Penasaran

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Siap Menjadi Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1