Terlalu Banyak To-do List, Apa yang Harus Dilakukan?

Banyak hal yang perlu dilakukan, to-do list pun segambreng. Mulai dari tugas A, B, C, belajar X, Y, Z. Belum lagi kerjaan di rumah. To much on my plate, istilahnya. Jadi, apa solusinya? 

1. Review daftar hal yang ingin dan butuh dilakukan.

Kegiatan ini setidaknya memiliki 2 manfaat:

a. Memastikan nggak ada hal yang terlupa/ketinggalan.

b. Mencoret hal yang dirasa nggak relevan.

Tapi masalahnya belum selesai, gaes. Apalagi kalau yang sebelumnya to-do list sepanjang 10 bijik malah bertambah jadi 12 bijik! Cek langkah selanjutnya.

2. Detilkan waktu dan deadline.

Kalau berupa janji dan acara, tulis jadwalnya. Jika ada tenggat waktu pengerjaan, sertakan keterangan waktunya.

3. Tentukan prioritas.

Setelah tahu waktunya dengan jelas, susun kesibukanmu berdasarkan dua faktor.

a. Seberapa penting

b. Seberapa mendesak dari segi waktu

Tentunya, hal yang paling penting dan paling dekat tenggang waktunya adalah yang utama. Ada juga hal yang mepet untuk dikerjakan tapi nggak terlalu penting, serta hal penting namun belum mendesak. Dan terakhir, hal yang nggak terlalu penting, dan nggak perlu dilakukan segera, tapi mungkin ingin kamu kerjakan.

4. Buat timetable pengerjaan.

Sebagian kesibukan bisa langsung dikerjakan dan diselesaikan, seperti bersih-bersih rumah. Tapi ada juga yang terdiri atas beberapa tahap serta memakan waktu panjang. Misalnya, proyek kuliah dan portofolio.

Nah, setelah jadwal dan prioritas sudah jelas, kamu bisa lanjut bikin alur waktu pengerjaan berbagai kesibukan.

5.Yuk dimulai!

Kadang kita merasa banyak banget hal yang mesti dikerjakan karena kita BELUM mengerjakannya. Overthinking, underworking.  Ya, yang jelas, jika cuma dipikirkan tanpa dikerjakan, nggak akan kemana-mana. Mari yuk, dimulai.

Atau bisa juga, pekerjaanmu jadi menumpuk karena tertunda-tunda. Jadi, hindari kebiasaan menunda nunda.

6. Eliminasi gangguan.

Setiap orang punya “kelemahan” yang berbeda. Nah, kamu perlu tahu hal yang bisa menghambat produktivitasmu. Saya, misalnya, bisa “nggak sadar” nontonin media sosial sampai mubazir waktu. Padahal waktuya bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan, ngerjain tugas, menemani mama, atau olahraga.

7. Luangkan waktu.    

Memang sih, kerjaan dan tugas kamu lagi banyaaaak banget. Tapi bukan berarti kamu nggak boleh melakukan hal yang bisa men-charge semangatmu atau membantumu relaks sejenak. Tapi, waktunya memang terbatas banget. Kegiatannya bisa menggambar, dengerin musik, atau ke supermarket. Mohon maaf untuk maraton serial atau main game online belum memungkinkan, ya.

Yang nggak kalah penting adalah istirahat dan makan.  Stamina yang fit sangat penting ketika banyak hal yang perlu dilakukan. Ibarat mesin, ketika tubuh nggak prima, kerjanya jadi lelet bin lemot.

8. Minta bantuan.

Jika kamu kewalahan, saatnya meminta bantuan. Bukan berarti berbuat curang minta orang lain mengerjakan tugas kuliah/sekolah, ya. Kamu bisa meminta bantuan untuk hal yang sifatnya memang boleh (dan bisa) dibantu. Misalnya, meminta bantuan merapikan rumah, atau membantumu menjaga suasana tenang, supaya kamu nggak terganggu selama mengerjakan tugas.

9. Practice makes perfect!

Beberapa tugas/pekerjaan mungkin terasa sangat berat karena kamu belum terbiasa melakukannya. Jika sudah biasa kamu pun akan makin jago. Lebih efisien waktu dan tenaga.

10. Time to say no, time to let go!  

Masih kewalahan juga? Artinya, kesibukan tersebut di luar kapasitasmu. Mungkin, kamu terpaksa harus membatalkan atau menjadwal ulang beberapa hal dalam to-do list-mu.

Di lain waktu, kamu pun harus lebih selektif. Ada kalanya kamu perlu mengatakan tidak dan lebih slow untuk hal yang bisa diatur/tidak wajib. Misalnya, walaupun bisa mengambil 24 SKS, tapi lebih memilih 20 SKS agar tidak kewalahan. Atau, untuk sementara tidak mengambil pekerjaan lepas (freelance) karena tugas kuliah lagi banyak banget.

(sumber gambar: pixabay)

LATEST COMMENT
Fatimah Ibtisam | 1 hari yang lalu

Freelance prodi Manajemen cukup beragam, mulai dari yang sejalan dengan studi yang diambil sampai yang sangat berbeda. Contohnya di Rencanamu, pernah ada mahasiswa Manajemen yang menjadi freelance writer.

Jadi Freelancer Sambil Kuliah: Banyak Keuntungannya
Fatimah Ibtisam | 1 hari yang lalu

Pekerjaan (freelance) yang terkait dengan prodi Rekayasa Perangkat Lunak antara lain menjadi web developer atau bagian IT.

Jadi Freelancer Sambil Kuliah: Banyak Keuntungannya
Fatimah Ibtisam | 1 hari yang lalu

Ada pekerjaan lepas khusus untuk mahasiswa jurusan tertentu. Adapula yang bisa untuk berbagai/semua jurusan/prodi. Selengkapnya, baca di link ini: https://rencanamu.id/post/dunia-kerja/persiapan-kerja/lowongan-kerja-freelance-untuk-mahasiswa

Jadi Freelancer Sambil Kuliah: Banyak Keuntungannya
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1