Menghadapi Interview Kerja Menegangkan dengan Pewawancara yang Galak

Umumnya, interview kerja berjalan seperti biasa, tanya-jawab formal dan diskusi antara pelamar dengan pewawancara. Namun adakalanya, wawancara kerja serasa ospek atau pressure test. Pewawancara tampil sangat tegas dan tajam (baca: galak) dan mengintimidasi. Alhasil, sesi wawancara kerja pun lebih menegangkan daripada diwawancara Najwa Shihab. Ehehe.

Nah, apakah itu artinya perusahaan atau si pewawancara nggak suka sama si pelamar? Apakah peluang diterima jadi makin tipis. Dan yang lebih penting lagi, bagaimana si pelamar mesti bersikap?

Kemungkinannya...

Ini  adalah beberapa kemungkinan mengapa pewawancara bersikap “galak” atau jutek:

a. Memang pembawaannya demikian, jadi dia hanya bersikap apa adanya. Jika kamu yang diwawancarai dan si pewawancara adalah si user alias calon atasan kamu (jika diterima), maka kamu pun bisa mempertimbangkan, apakah kalian bisa bekerja sama.

b. Pewawancara sengaja mengetes pelamar. Mereka ingin tahu bagaimana reaksi si pelamar saat berada berada di bawah tekanan, apakah bisa tetap fokus dan tidak down, atau sebaliknya.

c. Ada sesuatu yang salah dari dirimu. Misalnya, kamu terkesan menyepelekan perusahaan. Atau bisa jadi jawabanmu agak ragu/kurang tegas, sehingga ia memojokkanmu agar menjawab dengan tegas.

Apa yang mungkin terjadi

1. Cuek, dingin, tanpa senyum

2. Mencecar kamu dengan berbagai pertanyaan sulit. Setiap kamu menjawab, dia akan bertanya lagi dengan tajam.

3. Tampak tidak yakin dengan jawabanmu.

4. Mengkritik jawabanmu/cara kamu menjawab.

5. Menyiratkan/berterus terang bahwa nggak yakin kamu adalah orang yang tepat.

6. Memberikan komentar nyinyir.

Tip menghadapi pewawancara “sadis”

1. Tetap tenang.

2. Jangan langsung fokus pada perasaan negatif “Salah apa saya?” atau “Pasti  mereka nggak suka sama saya,” atau “Nggak bakal diterima.”

3. Sebaliknya, tetap tunjukkan sikap terbaikmu. Walau pewawancara nadanya galak atau nyinyir, kamu mesti tetap sopan.

4. Jawab pertanyaan dengan jelas dan yakin. Hindari kata yang menunjukkan keraguan.

5. Jika dicecar pertanyaan, tetap fokus dengan substansi jawabanmu.

6. Saat pendapat/jawabanmu didebat atau bahkan dicela, berikan argumen. Walau dada berdebar dan agak “panas” karena sebal, kepala mesti tetap dingin dan tenang.

7. Arahkan pembicaraan pada hal yang penting untuk dibicarakan, jangan terbawa emosi.

8. Anggap tekanan yang diberikan selama wawancara sebagai tantangan. Nantinya kamu akan menghadapi klien dan beban kerja yang juga menantang, lho.

9. Jangan pula menganggapi hal tersebut secara personal, karena yang dibahas menyangkut pekerjaan.

10. Berkaitan dengan poin sebelumnnya, kamu boleh protes jika pewawancara berkomentar hal yang tidak profesional, tidak sopan, atau mengandung pelecehan.

(Sumber gambar: Youtube Najwa Shihab)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1