Profil Profesi: Rio Fredericco - Board Game Designer

Imagine this—kamu berangkat ke kantor pagi-pagi, trus sampai kantor, kamu duduk-duduk santai, berkhayal, dan… main game sampai jam pulang kantor! Tetap digaji, pula!

What?! Emang ada kerjaan kayak gitu???

Ternyata ada!

*langsung kirim CV selusin*

Itulah pekerjaan yang dijalani Rio Fredericco, alumni Desain Komunikasi Visual Institut Teknologi Bandung. Profesi resmi Rio adalah board game desainer di Kummara, sebuah perusahaan desain dan konsultan board game.

Board game? Maksudnya game papan?

Betul sekali! Board game adalah permainan berkelompok non-digital yang menggunakan papan. Tentunya dimainkan dengan rules tertentu juga. Contoh-contohnya kamu pasti tau, lah, seperti catur, monopoli, ular tangga, ludo, dan sebangsanya.

Walaupun board game kesannya sebuah hiburan jadul, namun sekarang board game lagi hip di seluruh dunia, lho, bahkan jadi mainan favorit di berbagai kafe khusus game. Jenis permainannya pun makin unik dan kreatif.

Nah, pekerjaan Rio adalah merancang board games yang seru-seru tersebut. Wah, kayaknya fun banget dan terkesan santai, ya, tapi bukan berarti nggak serius, lho!

Selengkapnya, baca deh, obrolan Youthmanual sama Rio.   

Untuk bisa jadi board game designer, apakah kita perlu kuliah di jurusan tertentu atau memiliki skill khusus?

Nggak, kok! Semua orang bisa jadi board game designer, yang penting memang suka main game.

Trus, seorang game designer sebaiknya punya kemampuan analisa dan logika yang oke, supaya ia bisa merancang alur permainan dengan baik, dan bisa melihat kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi dalam game tersebut.

Gimana, sih, proses pembuatan board game, dari ide hingga menjadi sebuah produk?

Awalnya, inspirasi ide game bisa datang dari mana saja, termasuk dari hal-hal di sekitar kita.

Kalau sudah punya ide dasar, kami bikin rancangan sederhananya, lalu dibuat prototype-nya yang biasanya hanya berupa potongan kertas berisi tulisan tangan. Trus, kami coba mainkan bersama-sama. Dari situ, pasti akan ada feedback, saran, dan kritik dari para pemain yang pastinya dijadikan bahan pertimbangan.

Dari masukan-masukan tersebut, kami coba perbaiki game-nya dan mainkan lagi. Begituuu terus.

Pada dasarnya, pembuatan board game adalah proses iterasi, alias pengulangan, antara percobaan dan perbaikan. Jadi jangan bosan untuk terus melakukan testplay, testplay, dan testplay.

Apa aja, sih, do’s and don’ts dalam mendesain games?

Do:

  • Harus main games sebanyak mungkin.
  • Rajin nyatet ide-ide untuk games yang kadang muncul tiba-tiba, karena itu akan sangat berguna.
  • Sering-sering melakukan testplay, alias memainkan games rancangan kita sendiri, agar tahu kekurangan-kekurangannya.

Don’t:

  • Ragu mencoba ide permainan dalam bentuk testplay.
  • Menutup diri.
  • Malas mencatat ide-ide games.

Apa hal-hal yang paling Rio sukai dari pekerjaan ini?

Bsa merealisasikan sebuah game yang tadinya hanya ada dalam kepala saya, sampai bisa dimainkan oleh banyak orang.

Sebaliknya, apa aja tantangan dalam pekerjaan ini?

Tantangan terbesarnya adalah memperkenalkan sebuah permainan ke orang-orang yang masih awam dengan board game, soalnya kadang mereka malas mempelajari rule yang ada.

Rio pernah mendesain online game, nggak? Kalau pernah, apa, sih, perbedaan antara mendesain online game dan board game?

Kami pernah mendesain beberapa game digital dan online. Perbedaan paling mendasar sebenarnya ada di interaksi pemain, baik interaksi antara pemain dengan game-nya, maupun antarpemain itu sendiri.

Dalam board game, kita berinteraksi langsung dengan benda yang dimainkan, sehingga ada awareness saat bermain. Misalnya, kita jadi sadar bahwa saat main, kita harus rapi, supaya nggak ada komponen yang tercecer.

Trus, dalam board game, ada tatap muka dengan pemain lain. Malah dalam board game, proses tatap muka efeknya besar banget terhadap jalannya permainan.

Ceritain, dong, soal karya Kummara yang bisa sampai ke luar negeri!

Sebenarnya, Kummara sudah lama ingin ikutan Spiel Essen, sebuah pameran akbar game dunia, di Jerman. Bahkan sejak berdiri, Kummara udah menyiapkan diri untuk bisa berpartisipasi di Spiel Essen, karena Jerman adalah pusatnya board game dunia.

Kami beruntung banget, karena bisa ketemu teman-teman dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mengapresiasi karya kami. Bersama mereka, kami akhirnya bisa berangkat dan ikutan memamerkan board game bertema Indonesia di event tersebut. Dunia harus tahu, bahwa Indonesia juga punya board game sendiri, lho!

Di sana, kami juga jadi bisa kenalan dan belajar banyak dari para penerbit game di Jerman, yang industrinya sudah sangat maju.

Banyak board game buatan Rio mengangkat tema budaya dan sejarah Indonesia. Kenapa, sih?

Karena Indonesia punya banyak banget cerita dan budaya yang bisa dijadikan tema game yang seru! Bahkan banyak, lho, board game designer luar negeri yang membuat game dengan menggunakan tema Indonesia.

Nah, kita yang orang Indonesia harusnya bisa mengangkat tema dalam negeri dengan lebih baik, ya. Jadi mengangkat tentang Indonesia memang salah satu “misi khusus” Kummara.

Sejarah kemerdekaan Indonesia aja bisa jadi permainan yang seru, lho! Nggak boring!

Gimana peluang profesi board game designer di Indonesia?

Cukup baik, kok. Kami baru aja selesai mengadakan acara workshop board game design di lima kota, dan responnya oke banget! Peserta yang tadinya belum kenal board game, eh, jadi suka banget.

Kami juga melihat ada banyak ide keren dari teman-teman peserta workshop.

Game sering dijadikan “kambing hitam” dalam membentuk karakter negatif. Bahkan Mario Teguh pernah mengeluakan pernyataan kontroversial, ortu yang suka main games di hadapan bayinya akan mengakibatkan si anak susah belajar nanti, karena jadi gila games. Gimana komentar Rio tentang hal ini?

Menurut saya, game ‘kan cuma sebuah media, dan sebuah media bisa jadi baik atau buruk, tergantung dari sikap si pengguna. Jadi yang diperlukan adalah cara pandang yang baik terhadap game dan tahu cara memanfaatkannya dengan benar.

Mungkin maksud pandangan di atas, si ayah suka main game sehingga jadi cuek dengan bayinya, ya? Seandainya anaknya diajak main bareng, mungkin efeknya jauh berbeda, ‘kan?

Wah, setuju banget sama pendapat kamu Rio, toss dulu dong!  Trus, apa nih, rekomendasi board game terseru buat pembaca Youthmanual?

Pastinya, kamu harus nyobain main Mat Goceng dan Mahardika dari Manikmaya Games, hasil rancangan kami di Kummara, hehehe...

Untuk yang belum pernah mencoba main board game, bisa coba beberapa game yang tergolong sederhana tapi seru, antara lain Saboteur, Settlers of Catan, atau BANG!.

***

Thank you, Rio, udah meluangkan waktu buat ngobrol! Kapan-kapan main board game bareng, ya!

(sumber gambar: Rio Fredericco, Kummara)

LATEST COMMENT
Mira Puspita | 6 hari yang lalu

Mas Andreas Gandhi, jujur saat ini saya adalah seorang ibu yang sedang mendoakan putranya karena takut kalo putra saya tinggal kelas dia akan di DO dari JB.

Cerita Seorang “Veteran”: Dari Nggak Naik Kelas Sampai Sukses Tembus PTN Impian
Fransiska Oktaviani | 10 hari yang lalu

open pp/endorse ig/tiktok bisa bayar seikhlasnya email ke [email protected] terimakasih

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Nindi Dwi Oktova | 10 hari yang lalu

Permisi aku mau nanya kalau murid pindahan jurusan ipa dari sekolah asal ke sekolah baru tapi berbeda pada mata pelajaran minat apakah bisa mengikuti SNMPTN? Ex:matpel minat sekolah asal ekonomi dan b.Inggris minat tapi di sekolah pindahan tidak ada matpel ekonomi dan pindah nya pada saat semester 2…

Tanya-Jawab Seputar SNMPTN 2021: Kriteria Penilaian dan Lainnya
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1