5 Buku Keren Terbitan Tahun 2016 yang Perlu Kamu Baca, Sebelum Tahun Ini Resmi Berakhir

Ada banyak buku bagus yang terbit selama tahun 2016, termasuk buku Young Adults yang emang cocok banget dibaca anak-anak muda.

Sebelum tahun ini resmi berakhir, berikut lima buku terbitan 2016 yang Youthmanual rekomendasikan untuk kamu baca. Lumayan buat ngisi liburan!

1. Tidak Ada New York Hari Ini, karya M. Aan Mansyur dan Mo Riza

Sudah nonton film Ada Apa Dengan Cinta? yang pertama? Belum? Tapi seenggaknya kamu sudah nonton film AADC yang kedua, dong!

Kalau sudah, kamu pasti tahu bahwa film ini sangat erat dengan dunia sastra. Pasalnya, dua tokoh utama film ini, Rangga dan Cinta, suka banget sama puisi, khususnya si cool Rangga. Dalam film AADC 2 pun, Rangga beberapa kali membacakan puisi yang aslinya adalah karangan M. Aan Mansyur.

Maka nggak heran, kalau peluncuran film AADC 2 didampingi oleh peluncuran buku kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini karya penulis asal Makassar tersebut.

Puisi bukanlah bentuk karya sastra yang populer di Indonesia, karena membuat atau menginterpetasikan puisi memang nggak gampang. Tetapi dalam Tidak Ada New York Hari Ini, Mas Aan menyajikan 31 puisi dengan permainan kata yang indah dan bisa dipahami oleh orang awam. Kita jadi bisa merasakan kesendirian, kesepian, kerinduan, dan penyesalan tokoh Rangga.

Asyiknya lagi, buku ini disertai dengan layout yang apik serta street photography keren karya Mo Riza. Selain untuk memperkaya makna puisinya, visual dalam buku ini juga membuat kita nggak “mumet” hanya berkutat dengan kata-kata.

Hanya dalam seminggu setelah diluncurkan,Tidak Ada New York Hari Ini langsung ludes terjual sebanyak 34 ribu eksemplar. Angka ini fenomenal banget, lho, untuk ukuran buku puisi di Indonesia!

Kalau kamu sudah menonton film AADC 2, jangan sampai nggak baca buku ini, ya! Dan, pssst, karena pengemasan bukunya yang apik, buku ini juga cocok, lho, untuk kado.

2. Hujan, karya Tere Liye

Premis awal novel Hujan bercerita tentang seorang gadis bernama Lail yang ingin melupakan masa lalunya yang menyakitkan, salah satunya adalah masa lalu tentang seorang cowok.

Dari premis tersebut, kamu pasti langsung mengira bahwa novel ini adalah novel drama cinta-cintaan!

Well, nggak salah, sih. Hujan memang punya unsur romansa. Tetapi sebenarnya, novel ini juga mengangkat tema lingkungan dan science fiction. Pernah baca buku seri Divergent, The Maze Runner, atau The Hunger Games? Nah, kira-kira begitulah tema yang diangkat oleh Hujan.

Cerita novel ini bertempat di tahun 2050-an, tetapi nggak ada penjelasan mendetil, lokasi ceritanya berada di bumi bagian mana, negara mana, kota mana. Hanya sebuah wilayah yang memiliki ibu kota dan kotanya dibagi ke dalam sektor.

Alkisah, pada tahun segitu, teknologi sudah sangat maju, tetapi alam juga semakin hancur dan iklim pun semakin nggak menentu. Alhasil, bumi sudah nggak layak dihuni makhluk hidup. Istilah kerennya, novel ini bertempat di era post-apocalyptic.

Kemudian ada tokoh Lail, yang hidupnya penuh dengan memori menyakitkan, dan dia ingin memanfaatkan teknologi yang dapat menghapus memori dan mengkloning otak, supaya dia bisa melupakan masa lalunya, juga move on dari seorang laki-laki yang amat dia cintai.

Kesimpulannya, novel Hujan bukan novel romansa biasa, karena ada banyak bumbu-bumbu ilmiah di dalamnya. Adegan-adegannya terasa sinematik, seperti film-film Hollywood, dan alur maju mundurnya juga unik dan bikin penasaran.

Sebelumnya, Tere Liye sudah pernah bikin beberapa novel, tetapi Hujan adalah karyanya yang paling sukses di tahun 2016. Cocok buat kamu yang suka cerita science-fiction, romansa, dan punya kisah “belum bisa move-on”. Aw!

3. Inteligensi Embun Pagi, karya Dee Lestari

Penulis Dee Lestari memang warbiyasak! Wawasan, pola pikir, dan kemampuan penulisnya memang nggak perlu diragukan lagi. Terbukti dari berbagai novel dan cerpen karyanya selama ini.

Namun yang paling legendaris, sih, tentu saja novel seri Supernova 1 sampai 5.

Kalau kamu sudah baca semua seri Supernova (and you should!), jangan sampai tahun ini kamu belum baca novel Inteligensi Embun Pagi, penutup dari seri tersebut.

Sebagai novel penutup, Inteligensi Embun Pagi membuka kartu setiap tokoh yang terlibat dalam ceritanya—Elektra, Toni, Bodhi, Reuben dan Dimas. Lewat novel ini, kamu jadi tahu bahwa sebenarnya sejak awal, karakter-karakter tersebut punya peran yang penting dan spesifik dalam keseluruhan cerita Supernova.

Walaupun—seperti seri Supernova lainnya—Inteligensi Embun Pagi adalah novel serius dan (masih) penuh teka-taki, dialog dan narasinya nggak terlalu berat dan pasti masih bisa dinikmati kamu-kamu, kok. Unsur science fiction, filosofi, spiritualitas, dan romansa tetap ada, tetapi nggak se-“intens” di buku-buku seri Supernova sebelumnya. Plus, adegan-adegan ceritanya pun seru dan bikin penasaran. 700-an halaman dalam novel ini nggak akan berasa, deh!

Kalau kamu BELUM pernah mengikuti novel seri Supernova, untuk mengisi liburan ini, nggak ada salahnya kamu maraton membaca novel-novel Supernova dari awal secara berurutan (by the way, novel seri ini sudah berjalan selama 16 tahun, lho!), termasuk Inteligensi Embun Pagi sebagai penutup dan kunci jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari novel-novel sebelumnya.

4. This Is Where It Ends, karya Marieke Nijkamp

Di kota Opportunity, Alabama, Amerika Serikat, nggak pernah ada kejadian “heboh”, apalagi kasus kriminal besar. Tapi tahun ini berbeda.

Novel ini dibuka di SMA Opportunity, di hari pertama semester baru. Seperti biasanya, di hari pertama semester baru, Kepala Sekolah Trenton memberikan ceramah untuk para murid di auditorium. Setelahnya, para murid baru kembali ke kelas.

Tapi hari ini berbeda. Setelah Kepala Sekolah Trenton selesai memberikan ceramah, para murid nggak bisa kembali ke kelas karena semua pintu auditorium terkunci. Beberapa saat kemudian, seseorang bertopeng memasuki auditorium tersebut sambil membawa senjata, dan mulai menembaki orang-orang secara acak, selama 1 jam ke depan.

Kalau kamu rajin mengikuti berita dan sejarah gun control di Amerika Serikat, kamu pasti tahu kalau kasus penembakan siswa di Amerika Serikat cukup parah. Dari waktu ke waktu, ada aja kasus anak muda yang stres, tertekan, atau terbawa halusinasi dan nggak bisa berpikir lurus yang ujung-ujungnya membawa senjata ke sekolah, dan menembaki orang-orang secara acak. Ratusan orang sudah terbunuh karena sekian puluh kasus school shootings alias penembakan sekolah di Amerika. Ada yang bilang, sumber masalahnya adalah karena di Amerika Serikat, orang gampang sekali membeli senjata api.

Novel ini mengangkat tema tersebut, dan bercerita tentang 1 jam murid-murid SMA Opportunity terjebak bersama si penembak, yang ternyata salah seorang murid bernama Tyler. Cerita dalam novel ini diceritakan secara bergantian oleh 4 narator, yang masing-masing adalah murid SMA Opportunity dan punya hubungan dengan Tyler: Autumn (adik Tyler), Sylv (teman dekat Autumn), Tomas (kakak Sylv), dan Claire (mantan pacar Tyler).

Nggak gampang bercerita tentang topik sensitif dan depresif seperti pembunuhan masal di SMA, tapi novel ini bisa membawakannya dengan apik. Perlu kamu baca!

5. Passenger, karya Alexandra Bracken

Tokoh utama kisah ini adalah Etta Spencer yang berusia 17 tahun, dan merupakan seorang pemain biola yang handal. Hidupnya baik-baik aja, hanya dia merasa agak “jauh” dari ibunya yang selalu bepergian keliling dunia. Pada suatu hari, ketika Etta sedang di atas panggung untuk tampil dengan biolanya, dia tiba-tiba mendengar suara teriakan aneh, dan hidupnya langsung berubah.

Intinya, ternyata Etta berasal dari sebuah keluarga time traveller (penjelajah waktu), dan suara tersebut adalah suara portal waktu yang sedang terbuka. Etta pun tersedot masuk, lalu terdampar di tengah-tengah Perang Revolusi tahun 1776.

Passengers menceritakan pengalaman Etta yang seru banget selama dia time travelling, juga tentang kehidupan para time traveller. Dalam kisah ini, diceritakan bahwa ada beberapa keluarga time traveller di dunia, termasuk keluarga Etta. Tetapi nggak semua keluarga time traveller baik. Ada juga yang haus kekuasaan, seperti keluarga Ironwood yang berusaha menculik Etta dan ibunya (kenapa? Baca sendiri, ya!)

Serunya, buku ini juga mengangkat isu gender dan ras. Misalnya, karena Etta perempuan, dia agak susah mencari informasi saat masih terjebak di masa lalu. Trus, protagonis lain dalam cerita ini, Nick, adalah seorang kulit hitam yang bukan berasal dari abad 21, dan pastinya tumbuh dengan diskriminasi. Nick bahkan didiskrimasikan oleh keluarganya sendiri.

Dalam buku ini, Nick dan Etta “melompat” dari Perang Revolusi, ke Perang Dunia ke II di Londong, ke Kamboja di abad ke 17, ke Paris di abad 19, dan ke Damascus di abad pertengahan. Dan tentu saja, lama-lama tumbuh cinta di antara Nick dan Etta.

Seru, adventurous, nggak cengeng, bahkan mendidik!

Kalau kamu sudah baca—dan suka—Passenger, jangan lupa sekuelnya, Wayfarer, akan terbit tahun 2017.

(sumber gambar: yuriisey.blogspot.co.id, trivia.id, gobbledbooks.wordpress.com, happyeveryafter.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Rafli Ali Rabani | 6 hari yang lalu

kak antara farmasi klinik dengan farmasi industri mana sih yg peluang kerja paling mudah diterima?

Serba Serbi Pilihan Konsentrasi yang Ada Di Jurusan Farmasi
Siti Aisyah | 17 hari yang lalu

Jam operasional instagram nya? Buka hari apa dan sampai jam brp ya?

Inilah Kantor Baru Instagram yang Instagramable dan Hip
Afifa Chanza Zahran | 18 hari yang lalu

Tes minat bakatnya dimana ya sara cri kok gada

Tes Minat Bakat dan Cek Kesesuaian Prodi Kuliah, Gratis Untuk Anak SMA!
Ahmad Ridwan | 1 bulan yang lalu

ini sangat bermanfaat buat anak muda mau sukses

Personal Branding: Berkarya Bukan Bergaya
Robiatul Awaliyah | 1 bulan yang lalu

Open pp/endorse mulai dari 10rb Bisa dm ke @robiatulawlyh

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1