Alasan Kenapa Kamu Harus Menonton Film Gundala

Beberapa tahun belakangan ini, film-film bertemakan superhero selalu setia mengisi seluruh bioskop di Tanah Air. Sebut saja film-film superhero-nya Marvel—seperti Avenger, Iron Man, Batman, dan masih banyak lagi.

Berbicara mengenai superhero, saya mau ngenalin, nih, sosok superhero baru bernama Gundala. Meskipun banyak yang belum mengenal atau mungkin baru pertama kali mendengar namanya. Gundala sudah diangkat ke layar lebar dengan judul Gundala, “Negeri Ini Butuh Patriot”.

Tapi, film yang baru tayang diseluruh bioskop Indonesia pada tanggal 29 Agustus 2019 ini diperankan oleh, aktor Abimana Aryasatya sebagai pemeran utama dan sutradarai oleh Joko Anwar, lho.

Well, kalau kamu adalah penikmat film-film superhero. Saran saya, sih, kamu nggak boleh ketinggalan buat menonton film superhero buatan anak bangsa ini. Kenapa? Yuk, cari tahu alasannya di bawah ini!

Pahlawan super asli dari Indonesia

Kalau kamu benar-benar pecinta film/serial bertemakan superhero. Pasti kamu mengira, kalau sosok Gundala itu terinpirasi dari serial superhero Amerika yang berjudul The Flash, deh. But, nooo!

Inspirasi utama pembuatan Gundala berasal dari salah satu legenda asli Indonesia, lho—yaitu Ki Ageng Selo. Ki Ageng Selo atau yang dikenal sebagai Ki Ageng Ngabdurahman sendiri adalah tokoh spriritual yang dipercaya sebagai leluhur dari Mataram dan menjadi salah satu sosok penting dalam berdirinya kesultanan tersebut.

Ki Ageng Sela dikenal memiliki banyak kesaktian, salah satunya yang paling terkenal adalah bisa menangkap petir ketika bertani. Untuk mengenang kesaktian tersebut, kemudian dibuatlah lukisan tanaman berkepala binatang bergigi runcing yang menjadi simbol petir. Kesaktian yang dimiliki Ki Ageng Sela itulah yang menjadi inspirasi kekuatan utama toko Gundala, gaes.

Sebelum dirilis menjadi film, sudah ada dalam bentuk komik

Komik Gundala terbit pertama kali ditulis oleh Harya Suraminata pada tahun 1969 dengan judul Gundala Putera Petir yang diterbitkan oleh Kentjana Agung. Kepopuleran komik Gundala pada jamannya membuat tokoh ini menjadi ikon komik Indonesia dan selalu ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya.

Hal itu bisa dibuktikan dengan terbitnya buku ini sebanyak 23 volume yang dirilis pada tahun 1982. Bahkan, komik pertama Gundala sempet diterbitkan ulang pada tahun 2005 oleh penerbit Bumilangit.

Oyaa, komik ini juga pernah diadaptasi menjadi film pada tahun 1981 dan disutradarai oleh Lilik Sudjio, lho.

Nggak menonjolkan kekerasan

Ya, dari judul filmnya kita sudah tahu bahwa judul Gundala, “Negeri Ini Butuh Patriot”adalah film superhero. Pasti genre dari film ini ada action-action gitu, ‘kan.

Tapi kamu tenang saja!  Meskipun film ini memiliki rate umur 13 tahun ke atas dan banyak adegan aksinya. Joko Anwar mengatakan bahwa, film Gundala nggak akan menonjolkan kekerasan.

Dalam film Gundala juga nggak akan ada darah yang bertebaran dimana-dimana (sehingga nggak perlu di blur, kena sensor atau di cut, gitu hihihi). Jadi, pastinya so safety, kalau kamu mau ngajak adek-adekmu yang masih duduk di bangku SMP/ SD untuk menonton film ini. Siapa tahu, sosok Gundala jadi sosok superhero baru yang menginspirasi mereka.

Jiwa patriot dalam diri Gundala

Karakter superhero Gundala ini mampu memberikan sosok patriot yang memang dibutuhkan di jaman sekarang. Walaupun superhero biasanya melakukan adegan kekerasan buat melawan musuh. Tapi di film ini, Joko Anwar mengemas rapi hal tersebut dengan sangat ciamik.

Joko Anwar ingin, sosok patriot ini bisa disaksikan atau dinikmati oleh semua kalangan dan lebih family friendly. Nggak cuma itu, dia juga ingin menunjukkan bahwa, meskipun Indonesia kaya akan perbedaan. Indonesia bukanlah negara yang dipenuhi oleh orang-orang yang egois atau mementingkan dirinya sendiri.

“Pada dasarnya semua manusia adalah patriot ketika dirinya mampu membuka mata peduli sesama, dan memanusiakan manusia” ucap Joko Anwar.

Pahlawan super tapi dengan sisi kemanusian

Sudah disinggung di poin sebelumnya. Sosok Gundala ini nggak cuma memberikan kesan adegan aksi yang asal-asal sebagai pahlawan. Tapi si pahlawan super ini juga memiliki rasa kemanusiaan.

Abimana selaku tokoh utamanya mengatakan, meski seorang jagoan, Gundala bukanlah sosok yang nggak terkalahkan. Gundala juga bisa terluka seperti manusia-manusia pada umumnya.

“Ini human banget, kok. Bukan jagoan yang nggak terkalahkan. Dia bisa sakit hati, bisa luka,” kata Abimana.

Sindiran garis keras untuk generasi muda

Pernah melihat kekerasan atau penindasan tapi diem aja? Atau justru kamu malah ikut-ikutan videoin demi konten di sosial media? Duhh! Kalau kata Joko Anwar, sih, “ketika ada orang lain yang dilecehkan, kok diem aja".

Nah, itulah yang disindir dari film Gundala ini, gaes. Beberapa scene di film Gundala benar-benar memperlihatkan keadaan negara Indonesia (yang miris sekali) saat ini. Mulai dari penindasan, kemiskinan, kasus kerusuhan yang sudah menjadi makanan sehari-hari rakyat Indonesia, khususnya di Ibu kota Jakarta hingga hoaks yang menyebar dengan cepat.

Dengan kata lain, dari film Gundala, kamu bisa belajar dari sosok patriot baru ini—yaitu peduli terhadap sesama itu sangat dibutuhkan. Kita harus lebih membuka mata dan pikiran, jangan sampai kamu mementingkan diri sendiri cuma karena nggak mau terlibat dalam masalah.

***

Daripada saya bertele-tele, ngalor ngidul nggak jelas. Lebih baik kamu menontonnya sendiri, mumpung besok sudah weekend (yeay!). Dan, jangan lupa untuk terus mendukung perfilm-an Indonesia yang sudah semakin berkembang ini, ya, gaes.

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: movimax.co.id, youtube.com, mariviu.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Rafli Ali Rabani | 5 hari yang lalu

kak antara farmasi klinik dengan farmasi industri mana sih yg peluang kerja paling mudah diterima?

Serba Serbi Pilihan Konsentrasi yang Ada Di Jurusan Farmasi
Siti Aisyah | 16 hari yang lalu

Jam operasional instagram nya? Buka hari apa dan sampai jam brp ya?

Inilah Kantor Baru Instagram yang Instagramable dan Hip
Afifa Chanza Zahran | 17 hari yang lalu

Tes minat bakatnya dimana ya sara cri kok gada

Tes Minat Bakat dan Cek Kesesuaian Prodi Kuliah, Gratis Untuk Anak SMA!
Ahmad Ridwan | 1 bulan yang lalu

ini sangat bermanfaat buat anak muda mau sukses

Personal Branding: Berkarya Bukan Bergaya
Robiatul Awaliyah | 1 bulan yang lalu

Open pp/endorse mulai dari 10rb Bisa dm ke @robiatulawlyh

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1