7 Soft Skills yang Harus Dimiliki Oleh Setiap Anak Muda

Kalau ditanya kenapa kamu sekolah tinggi-tinggi, pasti mayoritas jawaban kamu adalah supaya pintar sehingga bisa mendapatkan pekerjaan idaman dengan mudah. Tapi sekedar punya otak encer aja nggak cukup, lho. Jangan cuma mengembangkan hard skill, sob, karena mengembangkan soft skill pun nggak kalah penting.

Di era persaingan yang ketat seperti sekarang ini, menyeimbangkan hard skill dan soft skill, tuh, penting banget. Maka dari itu, tujuh soft skill yang sangat universal berikut ini perlu kamu kuasai, supaya kamu nggak cuma jadi anak muda yang berpendidikan tinggi, tapi juga berkarakter kuat.

1. Percaya diri

percaya diri

Menjadi percaya diri bukan cuma berarti jago public speaking, gaes. Menjadi percaya diri juga berarti berani menyuarakan pendapat kamu. Percuma banget ‘kan kalau kamu punya ide brilian tapi nggak berani menyampaikannya?

Pupuk terus kepercayaan diri kamu dengan memperbaiki bahasa tubuh dan kemampuan bersosialisasi kamu. Dan jangan lupa, don’t be afraid of hate comments. Semua orang pasti punya opini, dan opini-opini tersebut nggak ada yang benar ataupun salah. Jadi kamu sama sekali nggak perlu mengkhawatirkan pendapat orang mengenai kamu atau isi kepala kamu.

2. Emotional Intelligence

Salah satu penyakit anak muda kekinian zaman sekarang, tuh, baperannya minta ampun! Supaya nggak ikut baperan, kamu harus jago mengontrol emosi supaya nggak nyusahin diri kamu sendiri maupun lingkungan kamu. Males banget ‘kan, kalau lagi asyik hang out bareng teman, tiba-tiba kamu nangis tanpa sebab? Suasana hang out-nya pun pasti jadi nggak nyaman.

Selain mengontrol diri sendiri, kamu juga harus bisa memahami perasaan orang lain alias berempati. You are not the only living thing with feelings! Selalu pertimbangkan perasaan orang lain dulu setiap kali kamu mau melakukan atau mengatakan sesuatu.

3. Komunikasi dan negosiasi

komunikasi dan negosiasi

Kemampuan yang satu ini wajib banget kamu kuasai, tanpa terkecuali! Soalnya, masalah sering banget terjadi cuma gara-gara miskomunikasi. So be a good comunicator!

Selain kemampuan berkomunikasi, kuasai juga kemampuan negosiasi (FYI, negosiasi, tuh, beda dengan manipulasi, lho, gaes). Kemampuan negosiasi bisa membantu hidup kamu dalam banyak hal, baik dalam bersosialisasi maupun ekonomi. Buktinya, ibu-ibu yang jago negosiasi pasti sering dapat harga miring saat belanja di pasar. Simpel tapi sangat berguna, bukan?

4. Kemampuan mengatur waktu

Misalnya, nih, karena reputasi kinerja kamu oke banget, kamu jadi sering dimintai tolong anu-itu oleh dosen, orang tua, teman, atau organisasi kampus. Trus, karena nggak enak, kamu meng-iya-kan semuanya, sampai ujung-ujungnya kamu kewalahan sendiri.

Nggak salah, kok, kalau kamu ingin membuktikan bahwa kamu sanggup melakukan semua pekerjaan yang dipercayakan ke kamu. Tapi lebih baik kalau kamu nggak memaksakan diri. Kalau memang harus banget mengerjakan banyak hal, buat timetable yang jelas untuk mengatur waktu kamu dalam menyelesaikan segala tugas.

5. Kepemimpinan

kepemimpinan

Are leaders born or made? That was debatable, sampai berbagai studi mengatakan sifat kepemimpinan lebih cenderung terbentuk, bukan bawaan lahir. Meskipun pasti ada perbedaan antara para natural-born leaders dan trained leaders, sifat kepemimpinan tetap bisa (dan harus) diasah, gaes!

Cara ngasahnya gimana? Pastikan dulu kamu bisa mengatur diri kamu sendiri, sebelum mulai mengatur orang lain. Selain itu, kamu juga wajib punya rasa tanggung jawab yang sangat besar atas segala hal yang kamu lakukan.

Oya, FYI, kepemimpinan nggak selalu berkaitan dengan jabatan, lho. Seorang bos atau CEO belum tentu seorang pemimpin yang baik.

6. Berpikir kritis

Berpikir kritis, tuh, maksudnya gimana, sih? Maksudnya, kamu harus bisa mencerna dan memecahkan masalah dengan kreatif dan efektif. Kamu juga harus bisa menganalisa masalah dengan cepat dan tepat.

Kalau kamu membiasakan diri berpikir kritis dalam menghadapi sesuatu, kamu jadi nggak gampang panik saat menghadapi situasi genting. Kamu juga jadi mampu memahami pola berbagai kejadian yang terjadi di sekitar kamu sehingga ujung-ujungnya, kamu jadi lebih proaktif.

7. Kemampuan bekerja sama dalam tim

teamwork

Di dunia ini, nggak ada pekerjaan yang bisa dikerjain sendirian! Makanya, pertanyaan “apakah kamu bisa bekerja dalam tim?” selalu ditanyakan ke kamu ketika kamu wawancara, baik wawancara kerja maupun wawancara masuk kepanitiaan atau organisasi.

Pokoknya, mulai dari mengerjakan tugas kecil sampai proyek besar, kamu harus bisa menjaga keharmonisan dan kekolektifan tim kamu. Duh, mirip pacaran, ya? Iya, dong. Pacaran aja ‘kan perlu teamwork yang baik. Apalagi dalam bekerja?

Dalam teamwork, yang paling penting kamu nggak boleh egois dan merasa paling benar. Hargai pendapat dan kerja keras orang lain. Usahakan jangan ada anggota tim yang lelet dalam bekerja, karena pasti bakal membuat kerja seluruh tim kamu terhambat (sebaliknya, jangan sampai kamu yang bersikap egois sendirian trus malah nyusahin tim kamu!). Last but not least, jangan pernah merasa sungkan untuk memberi atau meminta bantuan.

***

FYI, we are all born with sets of soft skills. Jadi, nggak seperti hard skill yang bisa dipelajari dari nol, soft skill hanya bisa “dikeluarkan” dari diri kamu lalu “dipoles” dengan cara pengembangan diri. Kamu bisa mengasah soft skill lewat lingkungan sosial, atau lewat berbagai kepanitiaan dan organisasi sekolah/kampus. Makanya, jadwal belajar dan jadwal bersosialisasi kamu harus seimbang, ya (dan jangan lupa istirahat yang cukup!).

(sumber gambar: elearningindustry.com, vemale.com, helveticlugano.com, realsuccess.net, mroutsource.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Tiara Windi | 22 hari yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 22 hari yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Akun Tum | 26 hari yang lalu

Hi min bagaimana kalau semester 5 ini gua punya maksimal 24 sks dan sks yg dapat ku ambil cuman 23, nah bagaimana itu klau ada mk wajib 1 yg 3 sks nya saya buang dan menggantikan dengan mk pilihan 2 yang 2 sks-2 sks, untuk mempas kan sks 24.. Menurut mimin bagaimana baiknya

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Indriani | 1 bulan yang lalu

min masa cuti saya sudah selesai terus sya lanjut kuliah lgi tpi pas penawaran batas SKS yang saya ambil cmn 16 SKS pdhl sy ingat IPK sebelum cuti saya 3.20 hrusanya kn 24 SKS kn bantu jawab min sya smpe gk bisa tdr gara2 mikirin ini

Cuti Kuliah: Ketentuan dan Serba-Serbinya
Deni Y | 1 bulan yang lalu

apakah saya bisa berkontak dengan Pak Dimas

Profesiku: Kurator Musik, Dimas Ario
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1