Kenapa Kita Sulit Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf?

Dalam satu film yang baru saya tonton, ada kisah menarik tentang pasangan muda “couple goals”. Hubungan mereka hancur berantakan karena satu kejadian. Jadi, di suatu pesta, si cowok bertengkar dengan rekan kerjanya. Si cewek pun mencoba melerai dengan menarik lengan pasangannya. Dikuasai emosi, si cowok "tidak sengaja" menampar si cewek di depan orang banyak.

Ia kemudian menjelaskan bahwa dirinya nggak bermaksud menampar. Hanya saja, ia dalam keadaan kalut dan tertekan karena masalah di kantor. Si cowok pun merasa malu, karena memikirkan anggapan orang tentang dirinya yang menampar pasangannya di depan umum. Padahal, ia tidak pernah bertindak kasar sebelumnya.

Ia menjelaskan alasan tindakannya.

Ia menceritakan masalahnya.

Ia cemas dengan anggapan orang lain.

Ia nggak mengakui kesalahannya, bahkan mungkin nggak sadar bahwa dirinya salah.

Ia banyak berbicara, tapi tak ada satu pun kata maaf.

Ada berbagai isu dalam cerita tersebut seperti gender dan KDRT. Namun saya ingin mengangkat hal yang umum dan kesannya kecil: mengapa orang sulit mengakui kesalahan dan meminta maaf? Hal ini sering terjadi dalam keseharian, baik dalam hal perkuliahan maupun pekerjaan.

Misalnya, saat terlibat tugas kelompok, kamu dipercayakan mempersiapkan materi presentasi. Namun di hari-H, dirimu tidak menyelesaikannya sehingga nilai kelompok jadi jeblok. Kamu pun langsung beralasan ini-itu seolah tidak merasa bersalah. Boro-boro  minta maaf. Jangan heran kalau anggota kelompok lainnya jadi sebel, bahkan kapok kerja bareng kamu.

Sudah Salah, Malah Berulah

Nah,  berikut ini adalah ulah yang seringkali terjadi setelah seseorang berbuat kesalahan.

a. Bersikap defensif

Sering nggak sih, menemukan kasus di mana orang yang bersalah justru lebih galak? Atau menggebu-gebu menceritakan alasan tindakannyai agar kesalahannya dapat dimaklumi.

Contohnya saat mangkir mengerjakan presentasi kelompok. Begini responnya, "Soalnya dosen bikin jadwalnya mepet dan banyak tugas. makanya jadi nggak sempet aku kerjain."

b. Nggak menyadari kesalahan/masalah yang sesunguhnya

Seringkali seseorang yang berbuat salah nggak menyadari kesalahannya. Salah satu sebabnya adalah karena dia bereaksi dengan terburu-buru. Jadi nggak ada waktu untuk evaluasi diri. Atau karena dia sibuk mencari pembenaran.

Salah satu tanda bahwa seseorang nggak menyadari kesalahannya adalah dia tidak menyesali perbuatan tersebut.

c. Fokus ke diri sendiri, bukan orang yang terdampak kesalahan tersebut.

Ini juga yang nggak kalah menyebalkan. Memang kesalahan yang diperbuat pasti akan berdampak pada dirimu. Tapi jangan hanya sibuk dengan imej diri. Saat melakukan kesalahan pada orang lain, orang lain itulah yang harus menjadi fokus kamu. Sebab dia lah yang paling terdampak. Ia pula yang berhak memaafkanmu.

d. Tidak meminta maaf.

Biasanya ada 4 tipe orang yang nggak meminta maaf.

1. Yang tidak bisa/tidak mau meminta maaf secara langsung, biasanya ia menunjukkan dengan gestur. Seperti bersikap ekstra manis atau membelikan hadiah.

2. Tidak menyadari kesalahannya

3. Memilih diam, dan berharap masalah/kemarahan akan terlupakan seiring waktu.

4. Minta maaf namun dengan terpaksa alias nggak tulus. Biasanya, karena dirinya nggak merasa bersalah.

e. Lari dari konsekuensi dan tanggung jawab.

Ada juga orang yang bersalah tapi nggak mau menerima konsekuensinya. Seperti saat seseorang mengacaukan tugas kelompok. Seharusnya, ia wajib melapor ke guru/dosen dan menerima akibat kealpaannya. Bukan malah cuek bebek atau meminta orang lain yang mengurusi.

Penyebab Sulit Meminta Maaf dan Mengakui Kesalahan

1. Mekanisme pertahanan diri

Memiliki kesalahan itu tidak enak. Dikritik juga nggak enak. Makanya, manusia suka mencari-cari pembenaran. Bukan hanya demi pandangan orang lain, tapi juga supaya dirinya merasa lebih baik.

Misalnya, melalaikan tugas kelompok hingga merugikan anggota lain, membuat seseorang merasa sebagai orang yang nggak bertanggung jawab. Perasaan itu tentu bikin dirinya nggak nyaman sehingga ia pun mencari alasan. Seperti tugas yang terlalu banyak, kondisi rumah yang nggak kondusif, tubuh yang lelah, dan lainnya.

2. Nggak peka

Orang seperti ini biasanya nggak menyadari bahwa ia bersalah. Ini agak gawat sih, mengingat ia mungkin mengulangi perbuatan serupa.

Akar masalah ketidakpekaan ini banyak banget. Salah satunya didikan keluarga. Mungkin ia tidak dibiasakan mengoreksi diri. Atau dibiarkan saat melakukan kesalahan. Jadi santai aja deh, saat ada yang salah.

3. Memandang orang lain lebih rendah.

Ada juga orang yang sikapnya akan berbeda menghadapi orang yang beda.

Saat bersalah pada temannya, ia meminta maaf. Namun ketika melakukan kesalahan pada adiknya, ia cuek aja. Alasannya ia merasa boleh aja memperlakukan sang adik demikian karena ia merasa superior sebagai kakak. Ini juga bisa berlaku pada orang lain yang kita anggap lebih rendah relasi kuasanya. 

Harus Diubah!

Intinya, sulit meminta maaf dan tidak mau mengakui kesalahan adalah tindakan yang buruk dan nggak bertanggung jawab. Selain bisa menghancurkan hubungan personal, sikap seperti ini bisa bikin karier dan produktivitas kamu terhambat. Terutama dalam hal kerja sama dan pengembangan diri.

1. Kerja sama = Orang lain malas bekerja apabila sikapmu demikian. Mereka bakalan merasa nggak dihargai, bahkan menganggap kamu nggak bertanggung jawab.

2. Pengembangan diri = Orang yang berkembang adalah orang yang bisa belajar dari kesalahan. Gimana kamu akan belajar, jika nggak mau dan nggak mampu mengakui kesalahan?

Jadi, akui kesalahan dan minta maaf!

(Sumber gambar: Image by <a href="https://pixabay.com/users/freestocks-photos-7014431/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=2940251">freestocks-photos</a> from <a href="https://pixabay.com/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=2940251">Pixabay</a>, Photo by Suzy Hazelwood from Pexels)

LATEST COMMENT
James Ellison Rasmussen | 2 hari yang lalu

Singkat kata untuk keuntungan luar biasa yang anda bantu saya perolehi hanya dalam seminggu dengan strategi pilihan binari. Maaf kerana saya ragu pada awalnya, saya melabur $ 200 dan memperoleh $ 2,500 hanya dalam satu minggu, dan terus melabur lebih banyak lagi, hari ini saya mempunyai kewangan berjaya,&#8230;

Serba Serbi Jurusan Kuliah Untuk Kamu yang Introvert
James Ellison Rasmussen | 2 hari yang lalu

Singkat kata untuk keuntungan luar biasa yang anda bantu saya perolehi hanya dalam seminggu dengan strategi pilihan binari. Maaf kerana saya ragu pada awalnya, saya melabur $ 200 dan memperoleh $ 2,500 hanya dalam satu minggu, dan terus melabur lebih banyak lagi, hari ini saya mempunyai kewangan berjaya,&#8230;

Mengenal Jurusan Desain Interior Lebih Dalam dan Prospek Kerjanya di Masa Depan
James Ellison Rasmussen | 2 hari yang lalu

Singkat kata untuk keuntungan luar biasa yang anda bantu saya perolehi hanya dalam seminggu dengan strategi pilihan binari. Maaf kerana saya ragu pada awalnya, saya melabur $ 200 dan memperoleh $ 2,500 hanya dalam satu minggu, dan terus melabur lebih banyak lagi, hari ini saya mempunyai kewangan berjaya,&#8230;

Serba Serbi Jurusan Kuliah Untuk Kamu yang Introvert
James Ellison Rasmussen | 2 hari yang lalu

Singkat kata untuk keuntungan luar biasa yang anda bantu saya perolehi hanya dalam seminggu dengan strategi pilihan binari. Maaf kerana saya ragu pada awalnya, saya melabur $ 200 dan memperoleh $ 2,500 hanya dalam satu minggu, dan terus melabur lebih banyak lagi, hari ini saya mempunyai kewangan berjaya,&#8230;

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Siap Menjadi Mahasiswa Jurusan Keperawatan
James Ellison Rasmussen | 2 hari yang lalu

Singkat kata untuk keuntungan luar biasa yang anda bantu saya perolehi hanya dalam seminggu dengan strategi pilihan binari. Maaf kerana saya ragu pada awalnya, saya melabur $ 200 dan memperoleh $ 2,500 hanya dalam satu minggu, dan terus melabur lebih banyak lagi, hari ini saya mempunyai kewangan berjaya,&#8230;

Semua yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Pinjaman Dana Pendidikan Di Indonesia
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1