Inilah Atlet Indonesia Peraih Medali Emas Asian Games 2018 dan Fakta Serunya

Hingga saat ini (1/9) Indonesia telah mengumpulkan 98 medali di Asian Games 2018, yakni 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Hasil ini sangat membanggakan dan melampaui target, mengingat pada Asian Games 2014 lalu Indonesia hanya memeperoleh 4 emas, 5 perak, dan 11 perunggu.

Yuk, kenalan dengan para jagoan lapangan yang telah membawa pulang emas dan mengibarkan sang merah-putih di Jakarta dan Palembang.

1. Defia Rosmaniar

Cabang olahraga Taekwondo

"Saya berharap taekwondo Indonesia bisa lebih mendunia dan lebih maju lagi," begitu komentar Defia setelah kemenangannya. Defia adalah penyumbang emas pertama Indonesia di Asian Games 2018. Ia meraih kemenangan atas atlet Iran pada hari Minggu, 19 Agustus lalu. Sebelumnya, perempuan berusia 23 tahun ini meraih perunggu di ajang Sea Games 2013 dan 2017.  

Seolah nggak cukup sibuk dengan kegiatan berlatih dan bertanding, Defia juga kuliah di dua kampus dan dua jurusan sekaligus! “Aku kuliah di dua universitas, di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kesatuan dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ),” ungkapnya pada awak media. Wow!

2. Eko Yuli Irawan

Cabang olahraga angkat berat

eko

Atlet yang satu ini sudah nggak asing lagi di telinga karena ia bolak–balik mencetak prestasi di ajang internasional. Pada Olimpiade Rio 2016 lalu, Eko  Yuli meraih perak. Ia juga meraih perunggu pada Asian Games Incheon 2014. Kali ini, lifter asal lampung tersebut mengalahkan pesaingnya dari Vietnam.

3. Lindswell Kwok

Cabang olahraga: Wushu

lindswell kwok asian games ilustrasi

Bangsa Indonesia kembali berbangga saat si Ratu Wushu Asia Tenggara menyumbang emas kedua bagi kontingen merah–putih di nomor Taijiquan dan Taijijian. Kelahiran Medan, 24 September 1991 ini merupakan peraih emas bertahan di Sea Games dari tahun 2011 hingga 2017 serta medali perak pada Asia Games 2014.  

4. Aries Susanti Rahayu

Cabang olahraga: Panjat Tebing

aries panjat tebing asian games

Siapa yang tidak berdecak kagum melihat kelihaian dan kecepatan Aries memanjat? Mahasiswi Manajemen Universitas Muhammadiyah Semarang ini nggak hanya menyumbang satu tapi dua medali emas bagi kontingen Indonesia. Ia menjuarai nomor Speed Putri, sementara rekan senegaranya Puji Lestari meraih perak. Ia kemudian ikut nomor Speed Relay Beregu dan mengalahkan tim China.

5. Tim Panjat Tebing Putri

6. Tim Panjat Tebing Putra

Cabang olahraga: Panjat Tebing

Yup, tim panjat tebing yang terdiri dari Aries Susanti, Puji Lestari, dan Rajiah Sallsabillah menjuarai nomor Speed Relay (Grup). Mereka berhasil mengalahkan lawan terberat, yaitu tim China.

Sementara itu untuk Speed Relay Putra dua tim Indonesia bertemu di final sehingga kontingen  merah-putih sukses menambah medali emas dan perak.  Tim Abu Dzar Yulianto, Rindi Sufriyanto, dan Muhammad Hinayah keluar sebagai juara dengan catatan waktu 18.68 detik.

7. Jonatan Christie

Cabang olahraga: Bulu Tangkis

Yup, dialah salah satu atlet dengan fans terbanyak, mulai dari yang masih kecil, anak muda, sampai ortu. Yup, kelihaian dan semangat Jojo di lapangan membangkitkan antusiasme penonton. Apalagi saat ia berhasil menekuk lulut Chou Tienchen dengan 2-1 di partai final. Padahal, Jonatan merupakan underdog yang nggak ditargetkan menang, lho.  Kemenangan Jojo menjadi kejutan manis sekaligus memberi harapan kembalinya masa kejayaan bulu tangkis di Indonesia.

8. Marcus F Gideon/Kevin Sanjaya

Cabang olahraga: Bulu Tangkis

Dalam beberapa tahun terakhir, ganda putra menjadi kekuatan utama bulu tangkis Indonesia, dan Markus/Kevin berhasil menunjukkan kekuatan tersebut dengan mempertahankan gelar juara di Asian Games. Yup ganda putra Indonesia juga menjuarai Asian Games 2010 dan 2014. Kerennya lagi, kali ini terjadi all Indonesian final melawan pasangan Rian/Fajar.  

9. Hanifan Yudani

Cabang olahraga: Pencak Silat

ilustrasi hanifan jokowi prabowo

Hanifan nggak hanya mencatat sejarah dengan meraih medali emas bagi Indonesia, tapi juga membuat momen haru di mana ia berpelukan bersama Presiden Jokowi dan Prabowo yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat  Indonesia. Aksi spontan itu dilakukan Hanifan sambil membawa bendera merah putih. Langsung mbrebes mili!

“Jokowi dan Prabowo sama-sama sosok hebat bagi Indonesia,” ujar atlet muda asal Jawa Barat ini. Setelahnya, Hanifan juga melamar kekasinya yang sesama pesilat, Pipiet Kamelia. Fyi, Pipiet juga merupakan peraih medali emas Asian Games, lho.

10. Pipiet Kamelia

Cabang Olahraga: Pencak Silat

Pipiet meraih emas ke-28 bagi Indonesia dari nomor Tarung Kelas D (56-60 kilogram) setelah mengalahkan atlet Vietnam di partai final. Nggak banyak yang tahu kalau sebulan sebelum Asian Games tangan Pipiet mengalami cedera cukup parah. Namun tekad kuat dan ketenangan saat berlaga menghantarkannya sebagai juara. Di luar Pencak Silat, Pipiet berencana untuk menyelesaikan kuliahnya di Universitas Negeri Jakarta.

11. Iqbal Candra Pratama

12. Sarah Tria Monita

Cabang olahraga: Pencak Silat

Tampaknya, Pencak Silat bukan hanya cabang olahraga yang berhasil memberi medali terbanyak, tapi juga kisah terseru. Seperti cerita pasangan suami-istri, Iqbal dan Sarah yang masing-masing meraih satu emas. Di tahun 2012, mereka bertemu di kompetisi Pencak Silat pelajar. Prestasi dan kemampuan keduanya pun terus meningkat. Setelah menikah 5 bulan lalu, mereka makin fokus menyiapkan diri di pelatnas hingga akhirnya memperoleh hasil terbaik.  

13. Puspa Arumsari

Cabang olahraga: Pencak Silat

Sang kakak yang merupakan pelatih Pencak Silat lah yang mengenalkan Puspa pada olahraga ini. Ia kemudian mengikuti kompetisi pertama saat kelas 6 SD dan langsung menjadi juara pertama. Peraih medali perunggu di Sea Games 2017 tersebut berhasil merebut medali emas Asian Games di nomor Seni Tunggal Putri. Puspa juga merupakan lulusan prodi Desain Grafis Politeknik Negeri Jakarta.

14. Aji Bangkit Pamungkas

Cabang olahraga: Pencak Silat

Kelahiran ponorogo ini berusia 19 tahun dan baru lulus Sekolah Menengah Kejuruan. Ia menaklukkan pesilat Singapura 5-0 dan keluar sebagai juara kelas 85-90 kilogram. Aji mulai berlatih sejak kelas 1 SMP. Prestasinya antara lain  juara 3 Belgium Open 2017 dan juara 1 Asian Pencak Silat Championship di Korea Selatan.

15. Komang Harik Adi Putra 

Cabang olahraga: Pencak Silat

Komang memenangkan partai final di Asian Games setelah lawanya pesilat Malaysia Mohd Al Jufferi Jamari mundur dari pertandingan. Pengagum Christiano Ronaldo ini meraih emas dari nomor 65-70 kilogram.

16. Abdul Malik 

Cabang olahraga: Pencak Silat

Abdul Malik merupakan penyumbang emas ke-20 bagi Indonesia. Ia mengungguli pesilat Malaysia di partai final kelas 50-55 kilogram. Ia sempat meraih perunggu pada Sea Games 2017. Sehari-hari, Abdul Malik adalah mahasiswa Universitas Negeri Manado di Fakultas Ilmu Keolahragaan. Berkat prestasinya, ia menerima kebebasan dari biaya kuliah sampai lulus dari pihak kampus.

17. Sugianto

Cabang olahraga: Pencak Silat

Penyumbang emas di nomor Seni Perorangan Putra ini menyisihkan pesilat Thailand dan FIlipina. Sugianto sendiri merupakan salah satu andalan Indonesia yang telah memenangkan emas pada Sea Games 2017 dan Perak pada Sea Games 2015.

18. Wewey Wita

Cabang olahraga: Pencak Silat

Setelah meraih perak di Sea Games 2013 dan 2015 serta emas di Sea Games 2017 akhirnya Wewey menyumbang emas Asian Games untuk nomor 50-55 kilogram perorangan putri. Mahasiswi Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Jakarta ini berhasil mengalahkan pesilat Vietnam dengan skor 5-0.

19. Seni Ganda

20. Ganda Putri

21. Tim Putra

22. Tim Putri

Cabang olahraga: Pencak Silat

Total ada 14 medali emas yang diperoleh dari Pencak Silat sementara dua emas lainnya dimenangkan atlet Vietnam. Pencak Silat sendiri baru dipertandingkan pada Asian Games kali ini. Sedangkan di Sea Games  cabang olahraga sudah ada sejak tahun 1987.

Selain perorangan, medali emas juga dipersembahkan oleh pasangan ganda dan regu, yaitu Tim Putra (Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani, dan Anggi Faisal), Tim Putri (Pramudita Yuristya, Lutfi Nurhasanah, dan Gina Tri Lestari), Seni Ganda (Yolla Primadona dan Hendy) serta Ganda Putri (Ayu Sidan Wilantari dan Ni Made Dwiyanti)

23. Khoiful Mukhib  

24. Tiara Andini Prastika

Cabang olahraga: Downhill

tiara downhill asian games

Balap sepeda dengan trek menantang alias sepeda gunung dimenangkan oleh Khoiful di nomor Putra dan Tiara untuk nomor Putri. Khoiful yang berusia 27 tahun menjadi atlet pria pertama Indonesia yang menyumbang emas di Asian Games 2018 dan atlet penyumang emas ke-4 secara keseluruhan. Sementara, Tiara sendiri menjadi penyumbang emas ke-3.

25. Jafro Megawanto

Cabang olahraga: Paralayang

Keren banget kisah Jafro, sang atlet Paralayang. Sejak duduk di Sekolah Dasar, Kelahiran 18 Maret 1996 ini sudah mencari uang tambahan dengan menjadi paraboy alias tukang melipat parasut orang-orang yang sedang latihan paralayang. Dari situlah anak petani ini menyimpan cita-cita menjadi atlet yang mengharumkan nama bangsa. Kesempatan datang ketika Jafro duduk di bangku SMP,  di mana ia ditawari ikut latihan. Oya, sampai sudah menjadi atlet seperti sekarang pun Jafro tetap menyambi sebagai paraboy. Ini dilakukannya untuk membantu membiayai ongkos latihan. Keren banget lah, semangat Jafro!

26. Tim putra ketepatan mendarat

Cabang olahraga: Paralayang

Selain Jafro,  tim paralayang putra Indonesia juga memenangkan nomor Ketepatan Mendarat Beregu, lho. And the gold medal(s) goes to Hening Paradigma, Thomas Widyananto, Rony Pratama, and Jafro Megawanto.

27. Tim Dayung Putra

Cabang olahraga: Dayung

Tanzil, Muhad, Rio, Jefri, Ali, Ferdiansyah, Ihram, Ardi, dan Ujang yang tergabung dalam tim dayung putra berhasil menyisihkan tim Uzbekistan dan tim Hongkong serta meraih medali emas.

28. Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi

Cabang olahraga: Tenis

tenis

Kejutan menyenangkan juga datang dari atlet cabang tenis. Awalnya, atlet ganda campuran ini hanya ditargetkan meraih perunggu atau sekadar memperbaiki peringkat. Bahkan Christ dan Dila baru dipasangkan, dan mereka mulai berlatih bareng hanya 2 minggu seminggu sebelum pertandingan. Ternyata Christ dan Dita adalah tim yang sangat solid hingga berhasil meraih medali emas.

29. Rifki Ardiansyah Arrosyid

Cabang olahraga: Karate 

Selain menjadi atlet, Rifki adalah seorang perwira TNI. Ia mulai mengenal karate sejak kelas 1 SD. Selain sibuk berlatih dan bertanding, kini RIfki juga menjadi Sersan Dua Kodam V Brawijaya. Setelah Asian Games, Rifki mulai mempersiapkan diri untuk olimpiade 2020 sambil membagi waktu menjalankan tugas TNI.

30. Aqsa Sutan Aswar

Cabang olahraga: Jet ski

ilustrasi asian games aswar jetski

Sejak usianya 14 tahun, Aqsa sudah mulai ikutan kompetisi jet ski tingkat internasional. Di Asian Games, kelahiran 31 Desember 1997 yang kini berusia 21 tahun menyisihkan atlet dari Thailand dan Uni Emirat Arab.

31. Tim sepak takraw

Cabang olahraga: Sepak Takraw

Tim sepak takraw memberikan emas ke-31 bagi Indonesia dengan mengalahkan tim Jepang 2-1. Ini merupakan prestasi terbaik tim sepak takraw Indoenesia selama Asian Games.

32.  Ridel Yesaya Sumarandak

Cabang olahraga: eSport

Nggak hanya unggul di lapangan, atlet Indonesia juga memenangkan eSport di kategori Clash Royal. Namun, emas yang diperoleh Ridel nggak dihitung dalam Klasmen perolehan medali karena eSport merupakan olahraga eksebisi Asian Games 2018. Walau demikian, nggak berkurang rasa bangga kita akan kemenangan pelajar SMAN 3 Tondano berusia 16 tahun ini.

***

Youthmanual nggak hanya bangga dan berterima kasih sama atlet yang mendapatkan medali emas, perak, atau perunggu, tapi pada semua atlet yang mengikuti Asian Games, para pelatih, official, serta semua pihak yang mendukung, Yup, medali nggak hanya merupakan buah mereka yang memenangkan pertandingan, tapi hasil kerja keras seluruh tim. Terima kasih untuk semua atlet yang berjuang untuk bangsa, dan salut untuk seluruh kontingen Indonesia!

ginting

Btw, ilustrasi-ilustrasi keren para atlet di atas dibuat oleh Martha Puri Natasande salah satu seniman muda Indonesia yang terinspirasi oleh Asian Games 2018.  Kamu bisa cek karyanya di Instagram @idekuhandmade.

(sumber gambar: IG @idekuhandmade)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Shannon Belinda | 4 jam yang lalu

Open endorsement @shannonbelindaa just dm for rate card thank you

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Agustin Lutfianty | 2 bulan yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1