Video Viral Tawuran Pelajar di Pasar Rebo dan Apa yang Harus Kamu Lakukan Jika Melihat Tanda-Tanda Tawuran

Beberapa hari lalu, sebuah video amatir mendadak viral karena berisi kekerasan (dan pembunuhan!) terhadap seorang pelajar SMK di daerah Pasar Rebo. Video tersebut, yang direkam 14 Februari 2017, menampilkan tawuran pelajar STM Budi Murni dan SMK Adi Luhur. Korban meninggal dunia bernama Ahmad Andika Baskara (17 tahun). Ahmad merupakan pelajar di SMK Bunda Kandung.

Dikutip dari Situs Tribunnews, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan, tawuran terjadi di fly over Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur sekitar pukul 17.00 WIB. Ini artinya, tawuran terjadi sekitar jam pulang sekolah ya, gaes.

Kata Pak Argo, saat ini kepolisian sedang mengejar diduga pelaku dalam video tersebut. Kalau dari video yang beredar, pelaku lebih dari dua orang. "Di lingkungan sekolah dan lingkungan rumah nggak ada. Mereka kabur. Jadi kita sedang bekerja untuk melakukan penangkapan," kata Pak Argo.

Selain itu, lanjutnya, pihak kepolisian juga lagi mencari orang yang merekam kejadian tersebut untuk dijadikan saksi. Sampai hari ini, alasan atau pemicu tawuran masih belum diketahui. Tapi menurut warga yang menonton, sepertinya para pelajar ini memang sudah niat tawuran. Soalnya kedua belah pihak masing-masing udah bawa senjata tajam, sob! Hiks…

Video ini juga menuai banyak tanggapan netizen. Ada yang bingung kenapa sudah hampir dua minggu, pelaku belum juga tertangkap. Ada juga yang miris bagaimana perasaan orang tua korban ketika menonton video tersebut dan melihat anaknya meninggal dunia karena perlakuan sadis teman sebayanya.

Bahkan, beberapa netizen mempertanyakan wujud pendidikan Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Kenapa seorang remaja yang notabene terpelajar bisa melakukan tindakan sadis seperti itu.

Kenapa, sih, tawuran pelajar masih ada aja di Indonesia, khususnya kota besar kayak Jakarta?

Laila, salah satu alumni SMA 70 Jakarta, sekaligus editorial writer di Youthmanual pernah mewawancarai sesama teman alumninya yang dulu suka terlibat tawuran semasa SMA.

Menurut Reza (nama samaran), tawuran bisa terjadi karena hal-hal berikut:

1. Karena disuruh senior

2. Karena peer pressure alias tekanan untuk menunjukan solidaritas sesama teman

3. Supaya bisa menunjukkan kehebatan dan eksistensi mereka

4. Karena bosan dan nggak bisa mengekspresikan diri di kegiatan yang lain

5. Karena peraturan sekolah yang longgar.

Sementara menurut Alvin (juga nama samaran), Dulu, dia nggak punya alasan khusus kenapa ikut tawuran. “Seru-seruan aja, sih. Mungkin karena gue masih muda, belum berpikir panjang. Kalau dibilang karena tekanan senior, nggak juga. Menurut gue, sih, senior nggak bisa benar-benar memaksa juniornya ikut tawuran. Kalau kita [juniornya] nggak mau ikut, senior mau apa? Buktinya, dari satu angkatan gue yang jumlahnya kurang lebih 400an siswa, yang rutin ikut tawuran nggak sampai 40 orang.”

Kamu bisa baca artikel lengkap Laila di sini.

Terus apa hal yang harus kamu lakukan kalau melihat tanda-tanda tawuran?

Saya pribadi, selalu deg-degan dan merinding kalau mendengar ada tawuran. Kalau lagi di jalan, saya lebih memilih untuk langsung putar balik menghindari area tersebut. Pokoknya kabur aja, deh, menjauhi massa. Daripada saya kenapa-kenapa.

Buat saya, perkelahian massa selalu cenderung pada hal-hal yang merusak. Baik itu lingkungan maupun diri sendiri. Menurut Rias, alumni mahasiswa jurusan Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta‍, jiwa massa memang timbul ketika seseorang bergerombol. Dia menjadi lebih berani, agresif dan ingin melakukan sesuatu bersama-sama.

Sama kayak tawuran ini, karena bergerombol, masing-masing individu jadi punya keberanian untuk memukul, berkelahi dan melanggar aturan. Soalnya, perasaan bakal di back up sama teman-temannya jadi lebih besar.

Buat kamu yang melihat tanda-tanda tawuran, kamu bisa melakukan hal-hal ini:

Mencatat jam, lokasi serta keterangan yang terlihat di tawuran tersebut

Kalau kebetulan tawuan terjadi di dekat kamu, jangan ragu untuk mencatat jam, lokasi serta keterangan (seperti nama sekolah, jumlah massa dan senjata yang mereka bawa). Keterangan ini bisa berguna untuk kamu sampaikan ke pihak sekolah atau kepolisian nantinya.

Menjauhlah dari kerumunan dan segera melapor

Sebetulnya, polisi seringkali berpatroli untuk membubarkan kerumunan-kerumunan pelajar di tempat tertentu. Tapi tentunya, pelajar yang hobi tawuran ini terus mencari akal dan tempat baru yang nggak terjamah. Makanya, kalau kamu merasa bahwa akan terjadi tanda-tanda tawuran, jangan ragu untuk melaporkannya. Ingat, tawuran itu dimulai dari gerombolan yang tadinya cuma cari-cari mangsa aja. 

Memberi tahu teman-teman dan masyarakat untuk menjauhi lokasi tersebut

Zaman media sosial begini, gampang banget menyebarkan berita penting. Asalkan bukan menebar hoax, kamu bisa banget menginformasikan teman-teman atau masyarakat supaya menghindari area tawuran demi menjaga keselamatan.

***

Kalau Youthmanual boleh tahu, apa pendapat kamu tentang tawuran?

 

(Sumber gambar: langitsatu.com, merdeka.com, detik.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Crypton | 16 hari yang lalu

Setelah 2018 ingin masuk oseanografi di postingan ini dan sekarang sudah semester 9, sangat bersyukur bisa ada di oseanografi.. Next S2 Ocean Instrumentation!!

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
Olinnn | 19 hari yang lalu

Open pp/endorse cek ig : pragunawati_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1