7 Mitos Tentang Ujian yang Harus Kamu Ketahui, Supaya Jangan Dilakukan Lagi

Apa, sih, trik atau cara belajar andalan kamu? Hati-hati, lho, karena ada trik-trik belajar yang DIKIRA efektif orang banyak siswa, padahal nggak sama sekali. Berikut beberapa di antaranya.

Mitos: Belajar SKS (Sistem Kebut Semalam) itu efektif, asalkan materi pelajarannya sudah lengkap semua

Walaupun catatan dan materi ujian kamu sudah lengkap semua, nggak akan ngaruh kalau dipelajarinya dengan cara SKS.

Semakin pendek waktu belajar, semakin sedikit juga informasi yang bisa kamu tangkap. Tapi, stress juga bakal bikin kamu SEMAKIN nggak bisa memproses informasi.

“Tapi Kak, kalau bikin tugas, ‘kan semakin kepepet deadline, semakin banyak ide yang keluar?”

Ada orang yang memang jadi produktif ketika mendapatkan adrenaline rush (baca: saat kepepet). Tetapi kemungkinan besar, kalau mengerjakan tugas dengan buru-buru, kamu akan lebih banyak melakukan kesalahan akibat nggak teliti atau sembrono.  

Sama halnya dengan belajar, sob!

Baca selengkapnya tentang ketidakefektifan Sistem Kebut Semalam di sini.

Mitos: Begadang semalaman itu bisa efektif, asalkan kamu bisa kuat melek dan “on” terus

Semua siswa pasti pernah begadang, seenggaknya sekali dalam hidup. Malah banyak yang sering! Sekali dua kali mungkin nggak apa-apa, tapi jangan pernah membuat begadang jadi kebiasaan, bahkan kalau kamu pernah sukses begadang sekali, dan nilai ujian kamu jadi bagus.

Kenapa? Karena begadang dan belajar Sistem Kebut Semalam adalah cara yang nggak efektif banget untuk belajar. Soalnya, saat kita tidur di malam hari, otak menguatkan memori kita. Artinya, kamu akan mengingat materi ujianmu dengan lebih baik kalau kamu tidur, daripada kalau kamu begadang mempelajarinya.

Apalagi, kebiasaan begadang bisa merusak kesehatan kamu. Baca, deh, di sini

Mitos: kamu nggak perlu belajar untuk ujian open book

Hampir semua siswa hepi banget kalau dengar ujian open book. Dikira jadi nggak usah belajar. Hah! Salah banget

Jangan lupa, ujian open book punya batas waktu, lho. Selain itu, jawaban dalam soal-soal dalam ujian open book biasanya nggak akan terpampang nyata di textbooks atau buku catatan. Harus kamu cerna dan kamu simpulkan sendiri (apalagi kalau pertanyaan-pertanyaannya sejenis ini).

Jadi, percaya deh, kalau mau ujian open book, kamu tetap harus baca materinya dulu, buat rangkuman, dan stabilo bagian-bagian pentingnya. Kalau nggak, pas ujian kamu bakal kelabakan, bahkan mungkin nggak selesai mengerjakan ujiannya, karena sibuk bolak-balik buku. Percaya, deh. Dulu saya begitu banget!

Cari tahu cara-cara menghadapi berbagai macam ujian, termasuk ujian open book, di sini.

Mitos: Jangan dengarkan musik sambil belajar

Ada banyak pro-kontra tentang mendengarkan musik sambil belajar. Beberapa penelitian bilang bahwa kalau mau belajar pakai musik, paling bagus dengan musik klasik, karena katanya musik klasik efektif untuk mempertahankan fokus.

Penelitian lain menyarankan agar kita mendengarkan ambient sounds (alias “suara atmosfer” yang di-loop terus-terusan, seperti suara debur ombak, suara hujan, suara burung-burung di pagi hari). Saya bahkan pernah dengar, bahwa sebaiknya kita nggak usah mendengarkan musik sama sekali saat belajar, karena bisa jadi distraksi.

Solusi yang paling benar adalah… nggak ada satu jawaban pasti, karena sangat tergantung gaya belajar masing-masing individual. Kalau kamu gampang terdistraksi, jangan dengarkan musik sambil belajar. Sebaliknya, kalau kamu nggak tahan silence, jangan berusaha belajar dalam keadaan super hening.

Kalau kamu belum yakin, coba-coba aja dulu dengarkan berbagai macam, mulai dari musik klasik sampai suara ambient. Rasakan, mana yang paling efektif. Kalau nggak ada yang efektif, mungkin memang kamu memang cocoknya belajar dalam keheningan.

Satu hal yang pasti, kalau kamu mau belajar dengan musik, lebih baik dengarkan musik yang nggak familiar daripada daripada lagu-lagu favorit kamu yang sudah kamu hapal mati. Kenapa? Karena kamu jadi bakal distracted! Bukannya belajar, nanti kamu malah karaoke.

Kalau mau tahu penjelasan ilmiah bagaimana musik mempengaruhi produktivitas seseorang, cekidot di sini, gaes!

Mitos: cari satu tempat belajar, dan belajar di situ terus aja

Saya pernah baca bahwa katanya, otak manusia suka dengan konsistensi. Jadi kalau kamu terus-terusan melakukan satu hal dengan benar, kamu nggak akan melakukannya dengan salah lagi.

Tapiii… otak juga suka sedikit variasi, dan riset menunjukkan bahwa mengganti-ganti tempat belajar bisa membuat otak kamu mempertahankan informasi dengan lebih baik.

Mentok ide mau belajar di mana? Coba cari tempat belajar sesuai kepribadian kamu di sini.

Mitos: catatan lebih baik diketik, karena lebih cepat daripada ditulis tangan

Kalau lagi harus mencatat penjelasan dosen atau guru di kelas, pastinya lebih efektif kalau kamu mengetiknya di laptop, daripada ditulis tangan. Nanti tangan kamu kram!

Namun pada dasarnya, sebenarnya mencatat dengan tangan jauh lebih baik daripada mengetiknya, karena menulis dengan tangan membuat kamu menyerap hal-hal yang kamu catat dengan lebih baik. Youthmanual pernah menulis panjang lebar, lho, tentang hal ini.

Mitos: memang cuma orang pinter saja yang bisa mengerjakan ujian dengan gampang

Nggak. Untuk bisa “melibas” ujian dengan sukses, memang perlu skills khusus, namun skills tersebut bisa dipelajari, kok. Nggak ada hal di dunia yang nggak bisa dipelajari!

Yang penting, kamu harus mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baik, serta tahu kelebihan dan kekuranganmu. Misalnya, ternyata kamu adalah Pelajar Visual, maka belajarlah sesuai kemampuan seorang Pelajar Visual.

Trus, jangan ragu minta bantuan pihak-pihak lain untuk membantu kelemahan kamu. Kalau kamu lemah di pelajaran tertentu, coba ikut les atau minta bantuan tutor.

(sumber gambar: learningpotential.gov.au, theconversation.com, blog.donders.ru.nl, study-with-svt.tumblr.com)

LATEST COMMENT
Helena Chirsty | 3 jam yang lalu

sekedar saran dan sepengetahuan saya dari teman sih, biasanya kalau udah kuliah ( preklinik ) baru ketahuan minat dan kemampuannya nya ke arahmana, baru nentuin mau ambil spesialis apa.soalnya kan mata kuliahnya beda - beda , ada patologi klinik , forensik , anatomi ,reproduksi, kardiovaskuler,…

Kamu Nggak Cocok Ambil Prodi Kedokteran dan Jadi Dokter, Kalau…
Septi Alma Kurnia | 5 jam yang lalu

Kapan tanggal pendaftaran tahun 2021

Serba-Serbi Informasi mengenai PMB Mandiri ISI Yogyakarta 2019
Septi Alma Kurnia | 5 jam yang lalu

Doain saya ya supaya bisa diterima di ISI yogyakarta aamiin, saya harap kalian yang membaca ini bisa ikut men -aamiin kan hehe,makasi.

SNMPTN 2021 Universitas Indonesia: Keketatan Persaingan Prodi UI di SNMPTN 2020 dan Lainnya
Septi Alma Kurnia | 5 jam yang lalu

Doain saya ya gais,semoga di terima di ISI yogyakarta,saya sangat terima kasih apabila kalian yang membaca kalimat ini dan mengaminkannya,sekian makasi.

21 Pola Pikir Pelajar yang Perlu Diubah
Desy Damayanti | 2 hari yang lalu

Terima kasih kak, artikelnya sangat membantu, sukses selalu.

Materi UTBK SBMPTN 2021: Ada TPS dan TKA
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1