Menu

6 Kelebihan dari Program Sertifikasi

Pada saat ini, mencari suatu pekerjaan merupakan hal yang gampang gampang susah. Kenapa begitu? Karena jumlah angkatan kerja di Indonesia sudah sangat banyak. Terlebih, karena sekarang sudah eranya MEA atau Masyarakat Ekonomi Asean, kamu akan bersaing dengan orang-orang di seluruh Asean atau Asia Tenggara. Nggak hanya itu, teknologi pun sekarang sudah berkembang dengan sangat pesat. Kamu nggak hanya bersaing dengan manusia, namun, kamu pun akan bersaing dengan teknologi seperti Artificial Inteligent, Internet of Things dan sebagainya. Hal ini disebut sebagai digital disruption, nih, gaes! Mau baca tentang digital disruption? Cek di artikel yang ini, ya: Gen Z dan Digital Disruption: Tantangan dan Cara untuk Melewatinya

belajar

Nah, karena mencari pekerjaan pada saat ini merupakan suatu hal yang mudah-mudah sulit, akhirnya banyak orang yang melanjutkan untuk kuliah S2 dengan alasan untuk mempermudah dalam bersaing mencari pekerjaan. Lalu apakah hal ini salah? Well, sebenarnya nggak ada jawaban salah atau benar, sih, gaes. Tetapi, perlu kamu ketahui, nih, gaes, biasanya S2 itu dilakukan untuk menunjangmu jika kamu ingin bekerja di ranah akademik. Kalau kamu ingin meningkatkan kemampuanmu atau ingin mencari kemampuan baru, hal yang bisa kamu lakukan ialah mengikuti sertifikasi.

Sertifikasi tuh apa, sih? Sertifikasi adalah suatu penetapan yang diberikan oleh suatu organisasi profesional terhadap seseprang untuk menunjukkan bahwa orang tersebut mampu untuk melakukan suatu pekerjaan atau tugas spesifik. Biasanya, sertifikasi ini bisa kamu dapatkan ketika kamu melakukan suatu pendidikan terhadap suatu tema selama dua hingga tiga bulan.

Disini, kamu akan belajar, mendapatkan tugas-tugas dan juga ujian untuk mendapatkan sertifikat yang mengatakan bahwa kamu telah mengikuti serangkaian pembelajaran dan pengakuan bahwa kamu ahli di bidang tersebut.

Hmm... Masih bingung, nih, mau ikut sertifikasi atau melanjutkan studi ke yang lebih tinggi? Lebih baik, cek dulu, yuk, kelebihan dan kekurangan dari sertifikasi!

1. Waktu belajar yang relatif lebih cepat

Kalau kamu mengikuti sertifikasi, kamu akan belajar topik yang kamu pilih sekitar dua sampai hingga tiga bulan saja. Namun, ada juga, lho, sertifikasi yang memiliki waktu hanya empat hari untuk menyelesaikan kurikulum yang dipelajari. Kalau dibandingkan dengan melanjutkan kuliah ke jenjang yang berikutnya, tentunya, sertifikasi merupakan pembelajaran yang nggak memakan waktu yang banyak.

Kalau kamu memilih untuk kuliah kembali, maka, waktu yang harus kamu investasikan untuk belajar ialah sejumlah satu tahun setengah hingga dua tahun. Dari segi waktunya, sertifikasi tentu lebih cepat dibandingkan dengan waktu yang diperlukan ketika kamu melanjutkan kuliah. Dengan empat hari, sebulan atau tiga bulan masa pembelajaran, kamu sudah bisa mendapatkan sertifikat keterampilan yang telah kamu pilih, lho.

2. Hal yang dipelajari lebih mendalam

Nah, kalau di dunia kuliah, ketika kamu melanjutkan studi ke S2, maka, hal yang dipelajari tentunya lebih mendalam jika dibandingkan ketika kamu masih duduk di bangku S1. Namun, kalau kamu ingin lebih mendalami ilmu yang kamu pilih, kamu harus melanjutkan studi kembali ke jenjang S3.

Berbeda dengan dunia kuliah, ketika kamu mengambil sertifikasi, kamu sudah mempelajari hal yang kamu pilih secara detail dan mendalam. Misalnya, ketika kamu berkuliah di teknik informatika, mungkin kamu nggak akan mendalami tentang data analytics. Namun, ketika kamu memilih sertifikasi, maka, selama masa pembelajaranmu, kamu akan mengupas tentang data analytics dari A hingga Z. Kamu pun akan belajar mulai dari alat-alat yang bisa kamu gunakan hingga bagaimana caranya kamu mengolah data tersebut.

3. Pengakuan kompetensi secara nasional maupun internasional

Nah, ketika kamu selesai mengikuti sertifikasi dan kamu lulus di ujian akhirnya, maka, kamu akan mendapatkan sertifikat, nih, gaes. Sertifikat ini bisa berlaku mulai dari skala nasional hingga skala internasional. Maksudnya, gimana ya? Well, gini, gaes, ketika kamu selesai dalam masa belajar sertifikasimu, kamu bisa menggunakan sertifikat yang kamu dapatkan ketika lulus ujian akhir sertifikasi ke perusahaan-perusahaan nasional maupun internasional.

Meskipun begitu, kamu pun harus mengecek terlebih dahulu kepada instansi yang menyelenggarakan sertifikasi tersebut, gaes. Cari tahu apakah sertifikat yang kamu dapatkan bisa digunakan untuk melamar pekerjaan ataupun beasiswa di luar negeri. Meskipun banyak instansi yang mengeluarkan sertifikat yang bisa berlaku di luar negeri, namun, ada baiknya kamu bertanya terlebih dahulu sebelum mengambil suatu sertifikasi.

4. Meningkatkan posisi dan peluang dalam pekerjaan

Nah, dengan sertifikasi, kamu akan mendapatkan nilai tambahan di CV-mu, gaes. Kamu punya Linkedin? Nah, sertifikasi ini pun dapat mempercantik profil Linkedin-mu, lho. Lho, memangnya kenapa sertifikasi harus dimasukan ke dalam CV atau Linkedin? Wah, jelas, dengan pengalaman sertifikasi, kamu akan mendapatkan peluang dalam mencari pekerjaan atau meningkatkan karirmu.

Sertifikat yang kamu dapatkan dari sertifikasi merupakan tanda bahwa kamu bisa dalam bidang tersebut. Nggak hanya bisa, nih, kamu pun dianggap ahli dalam bidang yang kamu pilih saat sertifikasi. Maka dari itu, gaes, kalau kamu masih bingung mau lanjut kuliah atau sertifikasi, kamu bisa pikirkan poin yang satu ini, gaes.

5. Menambah wawasan baru

Namanya juga sertifikasi, pastinya kamu akan belajar banyak hal, nih, gaes. Nah, ketika kamu mengikuti sertifikasi, kamu nggak hanya belajar teori saja, tapi, kamu akan belajar semuanya dengan lengkap. Dengan begitu, sertifikasi pastinya dapat memberikanmu pengetahuan yang baru dan up to date.

Kalau kamu memiliki pengetahuan yang up to date, perusahaan mana yang akan menolakmu, gaes? Pada saat ini, banyak perusahaan yang mencari orang-otang yang ahli dan up to date akan suatu ilmu, lho. Maka dari itu, gaes, kalau kamu ingin memperbanyak dan memperdalam suatu kemampuan, yuk, deh, ikutan sertifikasi!

6. Waktu yang lebih fleksibel

mengenal waktu fleksibel

Nah, kalau kamu mengikuti sertifikasi, waktu untuk belajarnya fleksibel, lho. Kamu bisa mengikuti sertifikasi sambil kuliah. Kalau kamu punya bisnis sampingan, sertifikasi ini pun dapat dilakukan berbarengan dengan bisnismu, lho. Pokoknya, dengan mengikuti sertifikasi, kamu akan memiliki waktu yang lebih fleksibel, deh.

Selain bekerja menjadi seorang Content Writer, saya pun bekerja pada suatu perusahaan dan berfokus pada program-program pembelajaran. Saya sering banget, menemukan kelas-kelas sertifikasi yang hanya dilakukan tiga kali dalam seminggu bahkan yang hanya dilakukan dalam empat hari saja. Selain itu, tempat pelaksanaannya pun nggak selalu di suatu kantor atau universitas. Banyak juga sertifikasi-sertifikasi yang dapat dilakukan melalui komputer, laptop atau smartphone. Nah, makin fleksibel kan masa pembelajar dari suatu sertifikasi?

***

Nah, setelah membaca enam keuntungan dari sertifikasi, gimana, nih, gaes? Apakah kamu akan memilih sertifikasi untuk mendapatkan ilmu yang lebih detail dan mendalam? Ataukah kamu tetap melanjutkan berkuliah ke jenjang berikutnya? Well, sebenarnya, mau kamu melanjutkan berkuliah ataupun mengikuti sertifikasi, keduanya tetap bagus, kok, gaes, namun keduanya nemiliki persiapan yang berbeda-beda. Maka dari itu, pertimbangkanlah dan pilihlah yang terbaik untuk kamu. Semangat!

Baca juga:

(Sumber gambar: b-c-u.de, asana.com, intipesan.com)

LATEST COMMENT
Genius Revanza | 1 hari yang lalu

Wahhhh bagus ni kak artikel nya next sma sama smk kak hehe

5 Kemampuan yang Sama-Sama Dimiliki Anak IPA dan IPS
Khusnul Khotimah Hamzah | 6 hari yang lalu

Temen²ku juga kayak gitu. Malahan mereka udah janjian dari awal, nanti pas presentasi gak usah ada yang berpendapat macam². Padahal kan kita mau diskusi itu berjalan supaya semuanya paham :(

6 Sifat yang Harus Kamu Hindari Agar Kamu Dapat Meraih Kesuksesan
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©