Hal-Hal yang Dirasakan Pelajar Tipe Auditori
Gaes, gimana hasil asesmen kamu di Youthmanual? Sudah selesai belum? Hayo, yang belum selesai, diselesakan dulu.
Di asesmen tersebut terdapat modul "Gaya Belajar". Dari situ kamu akan tahu sebenarnya tipe cara belajar apa yang paling sesuai dengan dirimu. Apakah kamu cenderung tipe visual, auditori, atau taktil.
Saya sendiri termasuk tipe auditori alias lebih mengandalkan audio/suara dalam belajar. Nah, saya dan kamu-kamu yang anak auditori, (hampir) pasti mengalami beberapa hal ini.
1. Kalau lagi di kelas, paling suka mendengarkan guru atau dosen yang lagi jelasin.
Saat guru kamu menampilkan suatu grafik yang canggih (dan ruwet!), kamu pun bengong karena nggak ngerti maksudnya. Kamu bakal menunggu guru untuk menjelaskan. Ketika akhirnya guru/dosen menjelaskan dengan panjang lebar tentang maksud grafik tersebut, saat itulah kamu merasa mendapat pencerahan. Yup, bagi kamu penjelasan dengan suara lebih powerful dibandingkan gambar atau tampilan visual lain.
2. Punya memori kuat tentang perkataan seseorang.
Karena anak auditori punya kepekaan lebih dengan suara, kemampuan mendengarkan mereka jadi lebih terasah. Nah karena pendengarannya sering digunakan untuk menyerap ilmu, alhasil mereka jadi gampang mengingat perkataan orang. Bahkan, mereka sampai bisa menirukan dengan persis setiap kata yang terucap dari orang lain, beserta nada dan intonasinya..
Makanya, hati-hati ya kalau kamu membuat janji atau PHP dengan anak auditori. Dia bakal ingat terus "janji manis" kamu.
3. Suara musik yang kenceng masih lebih oke dibandingkan suara orang yang lagi ngobrol.
Anak auditori itu memang unik. Mereka belajar dengan mengandalkan daya pendengaran. Kebanyakan anak auditori suka belajar dengan menggumamkan apa yang dibacanya. Jadi ketika mereka lagi membaca suatu teks di buku pelajaran, nah nggak jarang mereka membaca dengan diucapkan atau sambil menggumam.
Makanya buat anak auditori, konsentrasi itu penting. Mereka lebih suka belajar di situasi yang nggak terlalu bising. Tapi mereka juga nggak bisa bertahan lama untuk belajar di situasi yang terlalu sepi. Untuk mengakalinya, biasanya anak auditori memilih belajar sambil mendengarkan musik. Buat anak auditori, suara musik bisa ditoleransi (bahkan membantu belajar) daripada suara orang yang lagi ngobrol.
Hal ini saya alami banget sebagai anak auditori. Kalau lagi belajar atau ngerjain tugas, saya gampang teralihkan perhatiannya jika diajak ngobrol. Di sisi lain, saya merasa lebih produktif apabila belajar atau ngerjain tugas sambil dengerin musik. Kadang malah saya belajar sambil mendengar suara dari televisi. Iya dengerin suaranya aja, tapi nggak nonton TV-nya.
4. Biasanya catatannya anak auditori nggak bagus-bagus amat.
Sadly to say, catatannya anak auditori biasanya sih ya biasa aja, atau malah jelek. Hehehe. Kok bisa gitu? Begini ilustrasinya:
Karena kamu merasa lebih bisa menyerap pelajaran dengan mendengarkan, ketika di kelas kamu jadi sangat fokus dengan penjelasan guru. Saking asiknya, kadang kamu jadi lupa mencatat dan karena waktunya mepet kamu jadi cepet-cepet nulisnya. Kamu pun nggak terlalu peduli sama kerapian catatan. Karena buatmu, yang terpenting adalah konsen mendengar dan mengingat pelajaran di kelas. Sementara catatan hanya sebagai penunjang saja.
(sumber gambar : education.com, emaze.com, irishmirror.ie)
gimana? udh wisuda?
Ciri-Ciri Proposal Skripsi yang Baik dan Berkualitas (dan Nggak Bakal Bikin Kamu Dibantai Dosen Penguji)ka mau tanya kalo dari smk keehatan apa bisa ngambil kedokteran hewan?
Mengenal Lebih Dekat Dengan Program Studi Kedokteran HewanKak, ada ga univ yang punya jurusan khusus baking and pastry aja?
5 Program Studi yang Cocok Buat Kamu yang Suka Makanansemangat terusss https://sosiologi.fish.unesa.ac.id/
5 Jurusan yang Diremehkan, Tetapi, Memiliki Prospek Kerja yang Bagussemoga selalu bermanfaat kontennya https://sosiologi.fish.unesa.ac.id/
5 Jurusan yang Diremehkan, Tetapi, Memiliki Prospek Kerja yang Bagus