7 Cara Mengurangi Kebiasaan Baper a.k.a Bawa Perasaan!

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, kalau kamu memiliki rasa baper atau memiliki perasaan yang sensitif, kamu memiliki banyak kelebihan seperti kamu memiliki sifat empati kepada teman-temanmu, berpotensi menjadi seorang pemimpin, bisa bertindak yang adil kepada seluruh teman-temanmu dan sebagainya.

Nah, meskipun memiliki perasaan yang sensitif atau baperan ini memberikanmu beberapa kelebihan, akan tetapi, kalau perasaan baperanmu udah parah banget atau berlebihan, bukannya kelebihan yang kamu dapatkan justru kamu malah mendapatkan kerugian-kerugian seperti gampang marah, susah beradaptasi, nggak disukain banyak orang karena sifat pemarahmu, mudah tersinggung dan sebagainya.

Daripada kamu memelihara kebiasaan baperan yang berlebihan dan membuat masalahmu sendiri, ada baiknya, nih, kalau kamu mengurangi kebiasaanmu tersebut. Untuk mengurangi kebiasaan baper berlebihan yang kamu miliki, ada beberapa cara yang bisa kamu ikuti, lho. Hmm... Ada apa saja, ya?

1. Belajar untuk cuek

Sounds cliche, but its true. Kamu harus belajar untuk cuek dengan apapun itu. Biasanya, ketika kamu gampang banget merasa baper, kamu memiliki perhatian yang sangat besar terhadap orang-orang di sekitarmu. Nah, perhatian yang sangat besar ini akhirnya berubah menjadi overthinking atas apa yang dipikirkan oleh orang lain. Setelah kamu terlalu overthinking, akhirnya, kamu merasa bahwa kamu memiliki banyak masalah seperti orang lain nggak suka sama kamu, orang lain sangat acuh padamu dan sebagainya.

Padahal, hal-hal yang kamu overthinking dan hal-hal yang menurut kamu menjadi masalah tersebut belum tentu benar dan hal tersebut hanyalah ketakutan-ketakutanmu saja. Maka dari, itu, gaes, daripada kamu merasa ini dan itu yang belum tentu benar, ada baiknya, nih, kalau kamu belajar untuk cuek dengan perasaanmu.

Misalnya, kamu merasa bahwa temanmu benci padamu karena dia mendiamimu sepanjang hari, well, daripada kamu mengikuti apa yang kamu rasakan dan akhirnya baper, mending kamu lupakan perasaan tersebut dan tanya apa masalah temanmu. Siapa tahu temanmu pun butuh teman cerita jika ia memiliki masalah.

2. Jangan mudah menyimpulkan sesuatu

Terkadang kita dengan mudahnya menyimpulkan suatu hal. Padahal, apa yang kita simpulkan itu nggak selamanya benar, lho. Bisa saja apa yang kamu simpulkan hanyalah merupakan pendapatmu saja.

Misalnya, nih, pada suatu sesi evaluasi kinerja suatu organisasi, kamu kena kritik dan saran dari ketua organisasimu. Bukannya kamu menganggapnya menjadi suatu hal yang bisa membuatmu lebih baik, kamu malah memilih untuk menjadikan kritik dan saran itu sebagai suatu hal yang menjelek-jelekkanmu. Duh...

Padahal, sang ketua organisasi hanya memberikan poin-poin dimana kamu harus perbaiki. Siapa tau, teman-temanmu pun mendapatkan hal yang serupa. Tapi karena kamu terlalu cepat menyimpulkan sesuatu tanpa mencernanya, hasilnya kamu salah menanggapi apa yang orang lain bicarakan kepadamu. Jadi, jangan mudah menyimpulkan sesuatu, ya!

3. Cari aktivitas

Kalau kamu merasa bahwa omongan orang lain banyak yang menyakitimu, cobalah untuk melakukan banyak aktivitas. Ketika kamu memiliki banyak aktivitas, kamu akan lupa dengan segala hal yang bisa membuatmu tersinggung dan akhirnya baper.

Yang tadinya kamu banyak memikirkan tindakan atau perkataan seseorang terhadap dirimu, sekarang, kamu akan lebih banyak memikirkan aktivitas yang mesti kamu selesaikan. Nah, daripada kamu baper nggak jelas, lebih baik kamu menyibukkan dirimu dengan mencari aktivitas!

4. Sadari bahwa diri kamu memang sensitif

Kamu perlu sadar bahwa diri kamu itu sensitif. Ketika kamu sadar bahwa diri kamu sensitif kamu bisa mengetahui batasanmu tentang kapan kamu harus memikirkan tindakan dan perkataan orang lain dan kapan kamu nggak harus memikirkannya.

Ketika kamu mengetahui bahwa diri kamu itu baperan, saat kamu merasa sedih atau kesal karena ucapan atau tindakan seseorang, kamu pasti berpikir bahwa apakah orang tersebut hanya bercanda, mengkritik dan sebagainya. Kamu pun pasti akan berpikir dua kali untuk baper.

5. Sadari bahwa apa yang orang lain pikirkan bukanlah urusanmu

Yes, hal yang perlu banget kamu ingat adalah kamu harus tahu bahwa apa yang dipikirkan orang lain bukanlah urusanmu. Meskipun mereka memikirkan tentang kamu, apapun yang mereka pikirkan bukanlah urusanmu.

Ketika kamu mengurusi apa yang dipikirkan oleh orang lain, yang ada kamu capek sendiri, lho. Padahal apa yang kamu takutkan, apa yang kamu urusi dan sebagainya, belum tentu itu yang dipikirkan oleh orang tersebut.

6. Kamu nggak bisa mengontrol apa yang orang lain pikirkan terhadap kamu

kamu tidak bisa mengontrol pikiran orang lain

Selain apa yang dipikirkan oleh orang lain bukanlah urusanmu, pikiran orang lain, meskipun yang berhubungan denganmu bukanlah hal yang bisa kamu kontrol. Mau bagaimana pun, pikiran yang dipikirkan oleh orang lain merupakan hasil apa yang ia lihat, nilai-nilai yang ia miliki, prasangka yang ia miliki dan sebagainya.

Kamu nggak bisa mengontrol pemikiran seseorang. Kamu nggak bisa memaksa orang lain berpikir seperti apa yang kamu mau. Saran saya, meskipun kamu nggak bisa mengontrol pikiran orang lain, ada baiknya, kalau kamu berusaha memiliki tingkah laku yang baik.

Walau kamu nggak bisa mengubah apa yang dipikirkan oleh orang lain, setidaknya, ketika kami memiliki tingkah laku yang baik, orang-orang lain akan memiliki pemikiran yang baik tentangmu.

7. Pikirkan segala sesuatunya dengan akal yang sehat

pikirkan segala sesuatunya dengan akal sehat

Ketika kamu baper akan suatu hal, biasanya, kamu nggak berpikir menggunakan akal sehatmu. Kamu cenderung mengikuti perasaan yang sebenarnya belum tentu apa yang kamu rasakan merupakan suatu hal yang benar.

Misalnya, nih, ketika kamu sedang melakukan wawancara di suatu tempat, saat kamu berbicara, para interviewer-mu malah saling berbisik dan tertawa. Mungkin, kalau kamu mengikuti perasaanmu, kamu akan merasa malu dan kesal karena dua interviewer-mu malah mengobrol dan tertawa seakan-akan ia mengetawaimu.

Padahal, kalau kamu pikirkan kembali dengan akal sehat, apa benar kedua interviewer tersebut membicarakan dan menertawaimu? Ketika kamu berpikir dengan akal yang sehat, kamu akan memiliki banyak kemungkinan akan kejadian tersebut. Nah, karena banyak muncul kemungkinan-kemungkinan, kamu nggak akan terlalu terbawa perasaan karena kamu pun nggak tahu apa yang sedang ditertawakan oleh para interviewer tersebut.

***

Nah, itu dia beberapa cara supaya kamu nggak gampang baperan, nih, gaes. Perlu kamu ketahui bahwa ketika kamu merasa baper berlebihan, kamu akan mendapatkan banyak kerugian dibandingkan kelebihannya.

Padahal, nih, apa yang sedang kamu baperin belum tentu benar, lho. Bisa dibilang kalau kamu baper akan suatu hal yang belum jelas, kamu hanya melakukan suatu hal yang sia-sia saja.

Nah, karena kamu sudah tahu apa saja kekurangan ketika kamu terlalu baper, maka berusahalah untuk nggak baperan, ya, gaes. Yuk, kurangi rasa baper-bapermu dengan ketujuh cara di atas! Semangat mencoba, ya!

Baca juga:

(Sumber gambar: brainfacts.org, facebook.com, buzzsouthafrica.com)

LATEST COMMENT
Audry Sophie Biba | 16 jam yang lalu

Jurusan ilmu kelautan itu lebih ke soshum apa saintek?

Mengenal Lebih Dekat dengan Program Studi Ilmu Kelautan
Sya Zikra P | 2 hari yang lalu

Misalnya dari SMK jurusan seni dapat snmptn dan ambil jurusan saintek apakah pasti tidak akan diterima?

Lulus SMK, Kuliah di Prodi Sejalan atau Lintas Jurusan?
Rizkiyanto | 2 hari yang lalu

Open PP/Endrose Tiktok @rizkiyanto25 Folower 83,5k bayar seikhlasnya No tlpon/wa 082116945166

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Marsya Ayu Rofiah Heryani | 5 hari yang lalu

Nerima kok, alumni ku ada yang keterima di UI tapi sayang ga diambil karna ga bisa bayar

Peluang SMK Lulus SNMPTN, SBMPTN atau Ujian Mandiri. Serba-Serbi yang Harus Jadi Catatan Sebelum Berjuang Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1