5 Cara Nggak Biasa Untuk Melatih Pola Pikir Kreatif

Barangkali ada yang belum tahu, kreativitas dan kemampuan untuk dapat berpikir kreatif adalah salah satu skill yang paling dibutuhkan untuk dapat menjadi Individu berdaya saing tinggi di abad ke 21. Standar anak muda 10-20 tahun yang lalu tentunya berbeda dengan standar anak muda masa kini. Anak muda jaman sekarang kudu banget kreatif, nih!

Nggak salah, sih, kalau hampir di setiap wawancara kerja pasti ada pertanyaan seputar thinking out of the box alias kemampuan untuk berpikir di luar batas imajimasi. Dengan perkembangan lingkungan yang semakin kompleks menuntut kamu untuk dapat mengidentifikasi masalah dari berbagai perspektif yang berbeda dan memecahkannya dengan sekreatif mungkin.

Little did you know kalau pola pikir kreatif nggak akan bisa dilatih dengan cara yang sama seperti melatih skill lainnya. Pola pikir kreatif bisa dipicu dan ditingkatkan secara efektif jika kamu menggunakan metode yang “nggak biasa” untuk melatihnya.

Yup, kamu butuh banget cara paling kreatif untuk dapat melatih dan mengembangkan pola pikir kreatif menjadi sekinclong mungkin. Agar kamu makin terinspirasi, yuk simak lima cara nggak biasa di bawah ini yang bisa kamu terapkan sehari-hari.

1. Sedikit bicara, banyak observasi

1

Banyak orang yang masih salah kaprah ketika membicarakan kreativitas. Katanya, orang yang kerap kali menyuarakan isi kepalanya adalah orang yang paling kreatif di muka bumi. Aslinya, sih, nggak selalu begitu!

Berdasarkan beberapa penelitian, observasi mendalam terbukti dapat mengasah otak untuk memicu imajinasi lebih kuat dibanding aktivitas lain seperti mengobrol atau berolahraga. Observasi memicu kamu untuk memahami sesuatu dari berbagai sudut pandang agar kamu dapat memahami hal tersebut dengan lebih baik, sehingga kamu dapat memecahkan masalah dan memberi solusi yang lebih tepat guna berkat pendekatan yang nggak biasa.

Ketika kamu mendapati diri kamu lebih banyak memperhatikan sekitar dibanding hanya sekadar mengomentari hal-hal apapun yang kamu lihat, dengar dan alami, tandanya kamu sudah mulai bisa melatih pola pikir kreatif kamu dengan baik. Silent mouth speaks loudest idea!

2. Buatlah doodle journal

2

Rajin menuangkan ide-ide yang kamu punya ke dalam sebuah jurnal adalah salah satu metode pemicu pola pikir kreatif yang banyak dilakukan oleh para tokoh sukses di seluruh dunia. Kalau kamu ingin mencoba cara lain yang nggak kalah efektif dan beda, alih-alih membuat jurnal tulisan, buatlah doodle journal alias jurnal bergambar.

Selain berguna untuk keep track semua ide brilian kamu, jurnal bergambar juga dinilai efektif untuk menggenjot otak kamu untuk dapat membuahkan suatu pemikiran yang nggak biasa ketika kamu mencoba untuk memvisualisasikannya, Semakin jelas visualisasi yang dapat kamu hasilkan, maka semakin besar imajinasi dan kemampuan berpikir kreatif yang kamu punya.

Tapi… aku orangnya nggak jago gambar. Nanti yang ada jurnalnya malah ancur!

Jurnal bergambar sama sekali nggak mementingkan aspek estetik untuk melatih pola pikir kreatif kamu, kok, gaes. Menggambar (meskipun dilakukan secara asal-asalan) dapat meningkatkan performa kognitif kamu dalam melakukan suatu aktivitas. Estetik-estetikan cukup dipikiri buat intagram feeds kamu aja, deh! Hihihi.

3. Cari konflik

3

Orang-orang yang memilki pemikiran statis akan menganggap bahwa konflik adalah sesuatu yang harus dihindari—bagaimanapun caranya. Tapi, kalau kamu ingin menjadi orang yang kreatif, jangan sekali-kali ikuti saran ini, ya, gaes. Tapi jangan sembarang cari konflik, apalagi sengaja bikin konflik dengan ikut tawuran!

Ilan Zechory dan Tom Lehman, para founder Genius.com berpendapat bahwa konflik yang terjadi di kehidupan sehari-hari sangat efektif dalam memicu timbulnya kreativitas. Konflik yang timbul ketika terjadi perbedaan antara ekspektasi dan realita atau bahkan konflik sepele karena perbedaan pendapat akan membuat kamu berusaha untuk mencari solusi yang nggak terpikirkan oleh orang lain.

Menurut mereka, kreativitas tinggi dapat muncul ketika kamu membiasakan diri untuk berada di bawah "tekanan" yang ditimbulkan oleh suatu konflik. Jika kamu terlalu membiasakan diri dalam zona nyaman dan berusaha menjauhkan diri dari berbagai konflik, pola pikir kamu nggak akan berkembang kemana-mana dan akan menyulitkan kamu untuk dapat mengasah kreativitas dan survive di dunia yang terus bergerak dinamis ini.

4. Mencoba gagal

4

Nggak selamanya kegagalan itu adalah sesuatu yang buruk dan memalukan, lho, sob. Jika kamu bisa memandang kegagalan dari kacamata yang berbeda, kamu bisa memanfaatkan momentum ketika kamu bangkit dari keterpurukan sebagai salah satu cara untuk melatih pola pikir kreatif.

Yang membedakan orang sukses dengan orang-orang yang menyerah adalah mereka belajar dari kegagalan tersebut, dengan cara mengevaluasi diri dan menemukan solusi untuk dapat mengembangkan diri kamu atau apa pun yang sedang kamu lakukan menjadi lebih baik lagi. Ide cemerlang (dan penuh kreativitas) akan mudah didapakan ketika kamu dihadapkan pada situasi yang tidak berjalan seperti semestinya dan bagaimana cara kamu menyikapi situasi tersebut.

Intinya, Kegagalan nggak cuma datang pada orang yang belum berusaha maksimal—kegagalan bisa menghampiri siapa saja dan kapan saja. Mencoba gagal pun bukan berarti kamu harus sengaja gagal biar dipandang inspiratif, tapi mencoba mengambil hikmah dari setiap kegagalan yang kamu alami. Saik!

5. Istirahat

5

Iya, gaes, kamu nggak salah baca. Membiasakan diri untuk beristirahat secara rutin dipercaya dapat menggenjot kreativitas kamu lebih baik dibanding jika kamu berkutat dengan pekerjaan kamu terus-terusan.

Pastinya kamu pernah ngerasain, dong, problem dimana kamu pikiran kamu malah terasa lebih “jalan” ketika kamu hendak tidur di malam hari daripada ketika kamu memaksakan diri untuk berpikir di siang bolong? Nah, hal ini adalah salah satu contoh bahwa istirahat menjadi salah satu elemen penting untuk kamu dapat memunculkan ide cemerlang, karena memang sulit untuk dapat membiasakan diri untuk berpikir kreatif ketika pikiran kamu sedang semrawut.

Hal ini tentunya juga berhubungan erat dengan cara kamu mengendalikan stres, karena semakin pandai kamu dalam mengelola waktu untuk beristirahat, maka semakin terbuka pula pikiran kamu untuk memunculkan ide-ide baru. Makanya, mulai sekarang, biasakan diri untuk beristirahat secara rutin, ya!

Baca juga:

(sumber gambar: dreams.co.uk, legendary.com, notonthehighstreet.com, prezi.com, theodysseyonline.com, philmaffetone.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Shannon Belinda | 4 jam yang lalu

Open endorsement @shannonbelindaa just dm for rate card thank you

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Agustin Lutfianty | 2 bulan yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1