Menu

Bekerja di Perusahaan Teknologi atau Gadget - Kenali Mitos dan Faktanya!

Zaman sekarang, bekerja di perusahaan teknologi atau gadget jadi incaran para fresh graduates. Soalnya, selain bisa selalu update dengan teknologi terbaru, bekerja di perusahaan teknologi terkesan modern dan canggih!

Tapi bener nggak, sih, bahwa bekerja di sana bakal menguras waktu dan tenaga kamu? Nah, Beberapa waktu lalu, Youthmanual mewawancarai Ibu Monica Pribadi (Head of HR & GA Department di PT Acer Indonesia), seputar mitos dan fakta bekerja di perusahaan teknologi atau gadget. Ibu Monica adalah lulusan University of Texas di Austin jurusan Psikologi. Ibu Monica sendiri sudah lima tahun bekerja PT Acer Indonesia, lho. Yuk, simak keseruan obrolan kami!

Menurut ibu, bagaimana rasanya suasana bekerja di perusahaan teknologi atau gadget? Apakah sangat formal atau cukup kasual?

"Menurut saya, kalau lingkungan kerja udah pasti semakin kasual. Dunia IT ‘kan bergeraknya dinamis sekali. Kita bekerja mengikuti perkembangan zaman. Mungkin agak sedikit berbeda dengan dunia perbankan yang sudah punya pakem tertentu untuk dipatuhi.

Contohnya, fitur smartphone, deh. Fitur smartphone tahun ini dan tahun depan pasti berbeda. Otomatis, orang-orang yang bekerja di belakang layarnya juga harus punya semangat untuk selalu melakukan perubahan.

Waktu saya pertama kali bergabung di Acer, suasana kerja di sini masih agak bergaya korporasi. Tapi semakin ke sini, banyak milenial yang lebih modern dan kita mengikuti semangat generasi muda supaya mereka betah kerja di sini."

Kalau di ACER sendiri, bagaimana perbandingan jumlah karyawan fresh graduate sampai dengan usia 24 tahun, dengan karyawan yang sudah lebih senior (di atas 24 tahun)?

"Kebetulan, karena jumlah karyawan kita secara keseluruhan nggak terlalu banyak, maka jumlah karyawan fresh graduate-nya juga nggak terlalu banyak. Kenapa? Karena jenis perusahaan Penanam Modal Asing atau PMA seperti kita memang sangat mengontrol jumlah karyawan.

Karena sangat limited inilah, kita juga harus merekrut orang yang paling nggak punya kemampuan yang spesifik atau fresh graduate yang nggak nol banget pengetahuannya soal dunia kerja. Misalnya, mereka pernah punya pengalaman magang atau punya pengalaman organisasi untuk bekerja bersama tim."

Apakah perusahaan teknologi cenderung mendahulukan mahasiswa lulusan IT, DKV atau Bisnis ketika proses recruitment?

"Untuk bagian teknis tentunya harus dari background pendidikan yang sesuai. Misalnya, kalau engineer sudah pasti harus dari IT. Tapi bidang seperti HR atau sales dan marketing, background pendidikannya nggak harus selalu psikologi, komunikasi atau bisnis kok. Kita terbuka untuk jurusan apapun, yang penting kompetensinya bagus dan punya kemauan kuat untuk terus berkembang bersama-sama."

Benarkah korespondensi ketika bekerja di perusahaan teknologi harus selalu menggunakan bahasa Inggris?

"Nggak juga. Tapi lagi-lagi karena Acer adalah jenis perusahaan PMA, mau nggak mau sesekali kita berkorespondensi dengan rekan kerja di negara lain. Ya pastinya lebih efektif kalau pakai bahasa Inggris.

Kalau saya dengan karyawan-karyawan di kantor Acer Indonesia ngobrol biasa aja pakai bahasa Indonesia."

Benarkah setiap karyawan harus menggunakan produk dari perusahaan dan nggak boleh sama sekali memakai brand lain? Ada yang pernah melakukan hal ini, nggak? Apa konsekuensinya?

"Nggak ada konsekuensi khusus untuk karyawan yang nggak pakai produk Acer. Tapi kita memberi kemudahan untuk karyawan yang ingin membeli dan memakai produk Acer. Misalnya, untuk karyawan yang ingin membeli smartphone atau notebook, akan ada harga dan penawaran khusus. Intinya, kalau mereka mau beli produk Acer pastinya lebih mudah dan lebih murah.

Selain itu, setiap tiga bulan sekali, kita ada pertemuan namanya Town Hall. Biasanya di acara ini kita membicarakan visi misi perusahaan, pencapaian perusahaan, termasuk sesi pengenalan produk. Sebagai perusahaan gadget, kita aktif memperkenalkan produk ke karyawan sendiri. Sehingga, excitement terhadap produk bisa terbangun dan teman-teman di sini tahu kuarter depan produk apa yang akan dikeluarkan oleh Acer."

Dari beberapa artikel luar negeri, pertanyaan wawancara untuk masuk perusahaan teknologi seperti Google, Microsoft atau Facebook cenderung sulit. Misalnya:

“Berapa banyak orang yang menggunakan Facebook pada pada hari Sabtu jam dua pagi?” Atau…

“Kamu bekerja di lantai 60 sebuah sebuah gedung. Ketika kamu masuk ruangan kamu, ada bom yang bakal meledak 90 detik lagi. Apa yang akan kamu lakukan?”

Apakah ACER melakukan hal yang sama? Pertanyaan dengan goal seperti apa yang dicari oleh ACER dari calon karyawannya?

"Kalau saya pribadi, lebih senang interview calon karyawan layaknya teman. Maksudnya, saya lebih senang ngobrol dan mengenal calon karyawan saya. Sehingga, saya bisa tahu apakah bisa ada chemistry yang terbangun untuk bekerja dengan tim di lingkungan kerja Acer.

Saya jarang banget melemparkan pertanyaan menjebak atau terlalu hipotesis. Tapi saya sangat berharap orang yang interview di tempat kami setidaknya tahu apa itu Acer. Mereka nggak malas untuk mencari tahu tentang perusahaan lewat internet. Apalagi zaman sekarang udah one-click away to get information."

Menurut ibu, apa suka duka bekerja di perusahaan teknologi?

"Bagi saya lebih banyak sukanya, makanya saya sampai lima tahun di sini. Hehehe…

Bekerja di perusahaan teknologi bikin saya terus terpacu untuk belajar hal baru. Ini menjadi manfaat besar bagi kami yang bekerja di perusahaan teknologi.

Sementara dukanya, saya suka sedih ketika ada karyawan yang udah saya didik, belajar dan tumbuh bersama di perusahaan, tiba-tiba dibajak masuk perusahaan lain."

Dengan semakin majunya teknologi di dunia, soft skills seperti apa yang penting untuk dimiliki anak muda supaya nggak tergerus sama kemajuan teknologi?

"Yang pasti mereka harus PROAKTIF. Kita bukan lagi hidup di zaman birokrasi yang kaku, di mana karyawan hanya mengikuti aau bekerja sesuai dengan yang diperintahkan atasan. Karyawan sekarang justru akan lebih dihargai kalau mereka bisa proaktif menawarkan bantuan atau ide. Ini artinya, mereka mau terus belajar dan peduli sama perusahaan.

Acer sendiri mencari orang yang punya inisiatif tinggi. Kalaupun orangnya pendiam, bukan berarti orang itu nggak punya bakat atau kecocokan di bidang tertentu."

Benarkah lembur sudah menjadi hal biasa ketika kita bekerja di perusahaan teknologi?

"Saya rasa lembur di perusahaan manapun yang berkembang dengan cepat adalah hal biasa. Kita harus tanggap terhadap suatu fenomena. Di Acer, ada sebagian karyawan yang punya jam kerja fleksibel, ada juga yang jam kantor. Nah, beberapa yang fleksibel ini menyesuaikan aja. Kalau memang waktunya lembur, diusahakan tetap seimbang dengan aspek hidup yang lain."

***

Gimana, gaes? Kerja di perusahaan teknologi nggak semenakutkan yang kita kira, kan? Selama kita bersikap profesional dan proaktif, kita bisa terus berinovasi bersama perusahaan.

Terima kasih, Ibu Monica. Semoga obrolan kita menginspirasi banyak anak muda yang berencana kerja di perusahaan teknologi!

 

(Sumber gambar: ascent.atos.net, Iyank)

LATEST COMMENT
Khusnul Khotimah Hamzah | 4 hari yang lalu

Temen²ku juga kayak gitu. Malahan mereka udah janjian dari awal, nanti pas presentasi gak usah ada yang berpendapat macam². Padahal kan kita mau diskusi itu berjalan supaya semuanya paham :(

6 Sifat yang Harus Kamu Hindari Agar Kamu Dapat Meraih Kesuksesan
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©