Pekerjaan yang Bisa Kamu Dapatkan Tanpa Ijazah Universitas

Masih kuliah atau sekolah tapi udah kebelet kerja? Ya, nggak apa-apa, dong. Malah bagus, supaya cash flow kamu jadi lancar.

Pertanyaannya, kalau nggak punya ijazah universitas, bisa kerja apa? Cek, deh, pekerjaan-pekerjaan di bawah ini yang bisa jadi pilihan. Bisa buat nambah uang jajan, nambah pengalaman, nambah ilmu, nambah stres… eits, jangan dong!

Cekidot, sob, pekerjaan-pekerjaan yang nggak butuh ijazah—tapi butuh niat—ini!

Guru Les

guru les youthmanual

Pekerjaan yang highly recommended, nih, sob! Kamu bisa jadi guru les apa aja, mulai dari les pelajaran (Matematika, Fisika, Akuntansi, dll), bahasa, sampai hobi (gambar, nari, piano, olahraga).

Peluang untuk ngajar privat cukup banyak, kok. Kamu bisa mulai dari ngajar orang-orang terdekat dulu, seperti saudara, tetangganya saudara, keponakannya pacar, dan lain-lain. Kalau kerja kamu bagus, reputasi kamu bakal nyebar ke kenalan-kenalan mereka. Alternatifnya, kamu bisa bergabung di lembaga, misalnya ngajar di bimbel, klub olahraga, atau studio seni.

Sebagai guru les, kamu memang wajib menguasai bidang yang kamu ajarin. But no worries, penguasaannya nggak harus level profesor, kok! Misalnya, kalau belum sanggup menguasai materi pelajaran anak SMA, kamu bisa ‘kan, jadi guru les anak SD aja. Yang penting, kamu harus suka ngajar dan sharing ilmu.

Tantangan jadi guru les emang banyak, sih, tapi reward-nya juga cukup besar. Selain bikin kocek tebel dan bikin ilmu makin mantap—soalnya dengan mengajar, otomatis kamu ‘kan banyak belajar juga—mengajar juga memberikan kepuasan tersendiri. Apalagi kalau ngeliat murid kamu berhasil. Sedikit banyak, kamu jadi berkontribusi untuk kemajuan anak muda Indonesia.

“Bagiku, ngajar itu enak banget! Apalagi, kalau materi yang diajarkan sesuai dengan background kita,” kata Sania, alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang sempat mengajar privat mata pelajaran sekolah untuk siswa SD-SMP.

Kisaran penghasilan: Rp500,000 - Rp2,500,000 per bulan.  

SPG/SPB (Sales Promotion Girl/Boy) atau Sales Assistant/Store Attendant

youthmanual magang

Menurut saya, sebelum ngambil pekerjaan jadi SPG/SPB, ada dua aturan utama yang sebaiknya diikuti. Pertama, kamu harus paham luar-dalam tentang produk yang kamu promosiin. Jangan asal terima job lantaran silau sama iming-iming duit.

Kedua, sebisa mungkin, pilih job yang memberikan nilai lebih plus. Misalnya, nih, kalau kamu juga diminta untuk melakukan survei konsumen, selain sekedar promosiin produk,. Lumayan ‘kan, jadi dapat pengalaman riset lapangan?

Yang pasti, untuk jadi SPG/SPB, kamu mesti jeli dalam memilih job. Soalnya nggak sedikit agency SPG/SPB yang “bandel” dan gencar mengeksploitasi bodi tenaga sales-nya. Pastikan kamu nyaman—dan merasa aman—dengan pekerjaannya.

Atau, kamu bisa juga jadi pramuria alias Sales Assistant di toko. Dengan jadi Sales Assistant, kamu bisa belajar cara menyampaikan product knowledge serta melakukan direct selling. Bukan sekadar kayak adek-adek ilang yang teriak-teriak, “Kakaaaaak, kakaaaak… bajunya, kakaaaak!”

Contoh pengalaman sukses jadi Store Attendant dialami oleh Efiya, alumni jurusan Psikologi Universitas Indonesia. Waktu kuliah Semester 7, Efiya kerja part time di toko buku Aksara sebagai Store Attendant alias penjaga toko. Nggak cuma jadi punya penghasilan sendiri, ujung-ujungnya Efiya berhasil merintis karir sebagai  book buyer sekaligus Head of Book Team di Aksara. Canggih!

Kisaran penghasilan: Sekarang ini, penghasilan jadi Sales Assistant di salah satu toko buku di Jakarta yang bekerja 40 jam seminggu adalah Rp1,800,000 per bulan. Sedangkan SPG di Pekan Raya Jakarta bisa mengantongi sekitar Rp5,000,000 dalam sebulan, belum termasuk bonus penjualan.

Kerja di Kampus

kerja di kampus youthmanual

Peluang kerja di kampus, tuh, buanyak banget, lho. Masa’ ah? Saya kok, nggak tau? Makanya jangan cuma nongkrong di kantin, sob. Main-main, deh, ke bagian administrasi, rektorat, atau kemahasiswaan kampus. Biasanya ada aja, tuh, lowongan kerja buat mahasiswa. Misalnya, bantuin registrasi wisudawan atau mahasiswa baru, atau jadi fotografer di acara seminar kampus.

Seperti Sarah Venezia, mahasiswi jurusan Manajemen di Universitas Bina Nusantara, Jakarta, yang kerja part-time di divisi Coorporate Markerting Communications kampusnya. “Pengalamannya lumayan, sih. Lagipula, aku ingin bisa menabung dari hasil kerja sendiri,” ungkap Sarah.

Kisaran penghasilan: Rp.500,000 - Rp.2,500,000 per bulan atau tergantung banyaknya project yang diikuti.

Barista atau Kerja di Restoran

barista youthmanual

Di luar negeri, banyak banget mahasiswa yang kerja part-time di coffee shop, restoran, atau delivery pizza, seperti Ligwina Hananto yang sempat bekerja di restoran saat ia kuliah di Australia. Di dalam negeri, fenomena ini pun mulai umum, meski belum seumum di Australia dan Amerika.

Mirip dengan Mbak Wina, saya pun sempat kerja sebagai barista di sebuah coffee shop yang memang menerima mahasiswa sebagai part-timer. Shift di sana terbagi dua, yaitu 4 jam dan 9 jam, dan dalam seminggu, saya bekerja 3-5 kali. Bagi mahasiswa dan pelajar SMK jurusan Boga atau Perhotelan, kerja di bidang ini berguna banget, karena bisa jadi ajang praktek ilmu sekalian nambah jam terbang.

Kisaran penghasilan: Rp850,000 - Rp2,000,000 per bulan untuk sekitar 20 jam kerja.

Reseller

youthmanual magang

Waktu SMA dulu, Husin, alumni jurusan Komunikasi Internasional di Universitas Muhammadiyah, Jakarta, sempat jadi reseller sepatu sport. Emangnya bisa, ya, masih sekolah jadi reseller? “Jadi reseller itu nggak pandang usia. Yang penting semangat buat jualan,” jelas Husin.

Secara umum, peran reseller adalah penghubung antara produsen dan konsumen (kalau antara aku dan kamu namanya Mak Comblang, kak!). Apapun bisa di-resell, kok, mulai dari bisnis pakaian, sepatu, makeup, sampai frozen food.

Ada reseller yang menjual barang dengan langsung, atau lewat sistem online, misalnya dengan memanfaatkan social media. Sistem dan cara kerja sebagai reseller pun tergantung masing-masing usaha. Soal penghasilan, umumnya, sih, reseller akan dapat jatah keuntungan dari barang yang berhasil terjual.

Kisaran penghasilan: Beragam banget! Tergantung pasar dan kegigihan si reseller jualan. Sebagai gambaran, untuk jualan pakaian, minimal (kalo nggak terlalu aktif jualan) tetap bisa mengantongi Rp500,000 per bulan.

***

Lumayan banget, kan, sob?

Selain pekerjaan-pekerjaan sampingan yang dijembrengin di atas, ada juga, lho, karir-karir jangka panjang yang bisa kamu mulai sejak bangku kuliah! Simak di postingan selanjutnya, ya.

(sumber: @aksaraindonesia, Fuse.TV, NBC News, Columbia International University, Atlanta Dance Central, Manual)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Al havis Fadilla rizal | 4 hari yang lalu

Open pp/endorse @alfadrii.malik followers 6k minat dm aja bayar seikhlasnya geratis juga gpp

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Deca Caa | 24 hari yang lalu

open pp/endorse @aaalysaaaa 11,6 followers dm ya bayar seiklasnyaa

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Deca Caa | 24 hari yang lalu

open pp/endorse @aaalysaaaa 1,6 followers dm ya, bayar seiklasnyaa

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
AtomyFirst Chanel | 25 hari yang lalu

Open PP @houseofshirly foll 427k @Idea_forhome foll 377k @myhomeidea_ foll 270k. Harga Paket lebih murah. DM kami yaa..

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2024 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1