10 Industri yang Jadi Prioritas Indonesia Hingga Tahun 2035 Serta Prediksi Jurusan dengan Lulusan Paling Dibutuhkan

Pemerintah telah mencanangkan 10 industri masa depan Indonesia yang menjadi prioritas negara sampai tahun 2035 mendatang. Nah, dari situ, bisa diprediksi lulusan program studi apa yang bakalan paling dibutuhkan. Bisa jadi salah satu pertimbangan kamu nih, dalam menentukan jurusan kuliah dan merencanakan masa depan.

Jadi, pemerintah khususnya Kementerian Perindustrian telah membuat rencana untuk fokus di sepuluh industri pilihan. Memilihnya bukan ngasal ya, tapi dengan melihat faktor penting, seperti industri tersebut memenuhi kebutuhan masyarakat serta mengurangi impor. Trus, punya potensi menyerap tenaga kerja. Industri itu juga punya daya saing internasional, dapat menguatkan serta menyehatkan industri tanah air, dan Indonesia punya kekuatan/potensi besar di bidang itu.

Nah, inilah 10 bidang industri yang menjadi prioritas saat ini dan di masa depan, beserta gambaran jurusan kuliah yang lulusannya bakalan banyak dibutuhkan.

1. Industri Pangan

Sebagai negara agraris dengan sumber daya alam yang sedemikian kaya, potensi Indonesia untuk mengembangkan industri pangan sebenarnya gede banget. Maka goal pemerintah nggak hanya untuk menguasai pasar di dalam negeri, tapi juga memenangkan pasar internasional. Nggak hanya kualitas dan kuantitas produknya, teknologi pangan dan berbagai inovasinya juga bakal ditingkatkan. Laboratorium uji pangan juga ditargetkan semakin canggih. Yang juga jadi fokus adalah pengembangan industri pangan yang ramah lingkungan serta dapat memanfaatkan limbah.  Yup, siapa tahu sisa pengolahan pangan A bisa jadi sesuatu yang berguna.

Jurusan yang dibutuhkan: Teknologi Pangan , Teknologi Industri Pertanian (Agroindustri) Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian , Agroekoteknologi, Agribisnis (Sosial Ekonomi Pertanian) , Mikrobiologi Pertanian, Rekayasa Pertanian, Peternakan, dan program studi bidang Pertanian lainnya.

2. Industri Farmasi, Kosmetik, Alat Kesehatan

Menurut bagian Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan, saat ini baru ada 214 perusahaan farmasi di Indonesia. Padahal dengan banyaknya rakyat Indonesia, seharusnya  ada ribuan farmasi. Trus, hampir semua bahan bakunya masih diimpor.

Selain industri farmasi, pemerintah juga ingin menggenjot alat kesehatan serta industri  kosmetik (produk perawatan dan kecantikan). Alat kesehatan ini mencakup perlengkapan, fasilitas, dan teknologi yang menunjang pelayanan kesehatan, seperti furnitur rumah sakit, implant ortopedi, hingga software kesehatan. Oya, bila industri kosmetik makin berjaya, maka makeup artist serta media, blogger, dan pekerja di bidang kosmetik bakalan semakin ramai. 

Menurut Kemenperin, bidang farmasi, kosmetik dan alat kesehatan merupakan salah satu industri penyumbang PDB terbesar.

Jurusan yang dibutuhkan: Farmasi, Teknik Kimia, Teknologi Informasi Kesehatan, Prostetik, Tata Rias dan Kecantikan,  dan prodi terkait lainnya.

3. Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki

Indonesia diharapkan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi produk fashion, sepatu, kain, produk rajutan, kulit dan kulit sintetis serta lainnya. Selain itu, kerajinan dan furnitur kayu, serta produk berbahan karet dan produk berbahan plastik juga bakal menjadi prioritas. Di antara kekuatan industri ini adalah dapat menyerap banyak tenaga kerja.

Jurusan yang dibutuhkan: Teknik Industri, Teknik Kimia, Desain Produk, Fashion Design, Bisnis Fashion, Seni Kriya, dan prodi terkait lainnya.

4.  Industri Alat Transportasi

Industri kendaraan bermotor, perkapalan, kedirgantaraan, dan kereta api merupakan jenis yang diprioritaskan. Untuk kendaraan bermotor, fokusnya antara lain perangkat otomotif dan mesin kendaraan. Jadi, arahnya bukan produksi motor/mobil Indonesia, ya. Lain halnya dengan dunia dirgantara. Selain membuat komponen pesawat dan perawatan pesawat, juga mulai dirintis pesawat Indonesia.

Jurusan yang dibutuhkan: Teknik Mesin, Teknik Perkapalan, Teknik Kedirgantaraan, Teknik Elektro, Teknik Otomotif, dan prodi terkait lainnya.               

5. Industri Elektronika dan Telematika

Rencananya sih, pemerintah bakalan mengembangkan produk elektronik, seperti perlengkapan rumah tangga, dan produk komputer seperti laptop dan smartphone. Mudah-mudahan aja, di tahun 2035 Indonesia sudah mengikuti kesuksesan Amerika Serikat, China, Korea Selatan, dan Jepang sebagai negara pemasok gadget dan perangkat elektronik yang sukses.

Jurusan yang dibutuhkan: Teknik Informatika, Teknik Komputer, Ilmu Komputer, Teknik Elektro, Desain Produk, dan lainnya.

6. Industri Pembangkit Energi

Ada 4 hal yang ingin dikembangkan hingga tahun 2035, yaitu motor/generator listrik, batere, tenaga surya, dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Seiring dengan berkembangnya teknologi, tentunya listrik makin dibutuhkan. Mudah-mudahan aja, energi terbarukan seperti tenaga surya, akan makin dikembangkan.

Jurusan yang dibutuhkan: Teknik Nuklir, Teknik Listrik, Teknik Energi Terbarukan, dan prodi terkait lainnya.

7. Industri Bahan Modal, Komponen, Bahan Penolong

Inilah industri yang menghasilkan barang dan jasa untuk keperluan produksi berbagai industri lain. Mulai dari mesin, peralatan industri, kemasan, zat pewarna, hingga jasa perawatan alat dan lain sebagainya.

Jurusan yang dibutuhkan: Teknik industri, teknik mesin, teknik kimia, teknik komputer, teknik elektro, desain produk, dan prodi terkait lainnya.

8. Industri Hulu Agro

Industri ini merupakan hasil dari hutan dan perkebunan. Yang termasuk hulu industri antara lain oleofood (margarine, gliserol), oleokimia (sawit, asam lemak nabati), kemurgi (biodiesel, bioavtur), pulp dan kertas, dan industri barang dari kayu. Nggak hanya fokus soal hasil produksinya, tapi juga proses produksinya ditargetkan ramah lingkungan, khususnya untuk industri pulp dan kertas.

Jurusan yang dibutuhkan:  Agrobisnis, Kehutanan, Pertanian, Agriculture Industry Technology, Silvikultur, dan program studi terkait lainnya.

9. Industri Logam Dasar dan Bahan Galian Bukan Logam

Produk yang termasuk dalam industri ini antara lain logam mulia, semen, keramik, alumunium, dan baja. Sementara jenis industrinya adalah industri pengolahan dan pemurnian besi dan baja dasar, pengolahan logam dasar bukan besi, industri bahan galian non-logam, serta industri logam mulia, tanah jarang, dan bahan bakar nuklir.

Jurusan yang dibutuhkan:  Teknik Bioenergi dan Kemurgi, Teknik Metalurgi, Teknik Fisika, Teknik Kimia, Teknik Industri, dan program studi terkait lainnya.

10. Industri Kimia Dasar Berbasis Migas dan Batubara

Industri ini terbagi ke dalam enam jenis; Pertama industri petrokimia hulu yang di antaranya manghasilkan ammonia dan bensin. Selain itu ada industri kimia organik, industri pupuk, industri resin sintetik dan bahan plastik, industri resin karet alam dan sintetik, serta industri kimia lainnya.

Jurusan yang dibutuhkan:  Teknik Pertambangan, Teknik Perminyakan, Teknik Fisika, Teknik Kimia, dan program studi terkait lainnya.

(sumber gambar: co.uk)

 

LATEST COMMENT
pipi | 2 jam yang lalu

Hai min! aku mau cerita. Dari beberapa poin di atas aku merasakan hal yang sama. Jujur, dulu aku termasuk orang yang ambis untuk masuk jurusan di rumpun kesehatan. Dari kelas 9 aku sudah memiliki plan untuk kuliah di jurusan gizi, tetapi seiring berjalannya waktu, aku memilih untuk mengambil jurusan…

Kamu Salah Ambil Jurusan Kuliah? Cek 15 Tanda Mahasiswa Salah Jurusan!
Yoga Sinaga | 13 jam yang lalu

keren! coba baca juga http://news.unair.ac.id/2021/02/10/tips-etika-berkomunikasi-digital/

20 Panduan dan Etika Mengirim Email Untuk Keperluan Akademis, Organisasi, Atau Kerja
Fatimah Ibtisam | 3 hari yang lalu

Hai Safiqah, untuk lebih jelasnya kamu bisa mengecek perguruan tinggi yang dituju. Secara umum, jika lewat jalur SBMPTN bisa saja.

Kenal Lebih Dekat dengan Program Studi Ilmu Perpustakaan, Yuk!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1