20 Skills yang Perlu Dikuasai Anak Muda di Tahun 2020 Agar Karier Sukses

Inilah soft skills dan hard skills yang akan dinilai dari mahasiswa saat masuk dunia kerja. Coba deh, asah 20 kemampuan tesebut di sepanjang tahun 2020.

1. Menulis/komunikasi tertulis. No, kamu nggak perlu sekaliber penulis buku. Tapi, penting untuk bisa menuangkan gagasan dengan dalam bahasa yang baik dan benar. Kenapa? Karena seringkali pekerjaan dikomunikasikan dengan tulisan, baik ke atasan, rekan kerja, hingga klien.

Pada level mencari kerja, bahasa pada surat lamaran, CV, dan dalam tes tertulis akan menjadi penilaian. Banyak typo dan kesalahan tata bahasa bisa membuat kamu tersingkir dari kandidat pekerja. Cara mengasah kemampuan ini adalah dengan mengerjakan tugas kuliah (esai) dengan maksimal. Learning by doing. Di jurusan apapun, kamu membutuhkan kemampuan menulis ini.

2. Bahasa Inggris. Ya, kemampuan membaca, mendengar, berbicara, dan menulis. Selain ada mata pelajaran dan mata kuliah, kamu juga bisa mengambil kursus bahasa Inggris. Berusaha juga untuk meningkatkan kemampuan diri dengan membaca buku/artikel serta nonton film/tayangan berbahasa Inggris. Coba juga menulis bahasa Inggris secara rutin.

3. Public speaking. Wajar banget jika ada yang merasa nggak nyaman jika harus berbicara atau presentasi di depan orang banyak. Siapkan mental dan asah kemampuan berbicara di depan umum/orang banyak. Belajar menyampaikan pesan dengan sederhana dan tidak berbelit-belit. Atur volume suara, intonasi, dan gesture. Pelajari pula bagaimana membuat perlengkapan presentasi (powerpoint dan sebagainya) yang efektif.

Mulai sekarang, jangan ngumpet kalau ada presentasi kelompok atau di Unit Kegiatan Mahasiswa. Tantang dirimu sendiri untuk berbicara.

4. Matematika dasar. Please, jangan alergi dengan hitung-hitungan, karena kamu akan menemukannya di hampir semua pekerjaan. Bisa jadi program studi yang kamu ambil sangat nggak nyambung dengan Matematika, tapi kamu tetap harus paham logika Matematika dasar, seperti presentase dan penghitungan data. Gunakan waktu luang kamu mempelajari soal matdas ini.

Tau nggak sih,  di beberapa perusahaan, terutama perusahaan multinasional, ada tes hitung-hitungan lho, pada seleksi kerjanya. Lagipula hitung-hitungan melatih kamu agar tidak mudah menyerah dan mengasah ketajaman otak.

5. Bahasa asing lainnya. Nggak mutlak sih, tapi kemampuan bahasa ini akan menjadi nilai plus yang membuatmu stand out dibandingkan kandidat lain.

6. Desain grafis, edit foto dan video dasar. Sekarang ada banyak sekali aplikasi untuk membuat tampilan layout, edit foto/video, dan semacamnya. Skill kreatif ini akan membantumu dalam bekerja. Setidaknya, memudahkanmu dalam menyusun materi presentasi atau bikin CV.

7. Komunikasi. Tiap hari kita memang berkomunikasi, tapi apakah kamu sudah pernah mengevaluasi kemampuan komunikasi kamu?

Kamu harus bisa berkomunikasi dengan baik sama rekan/teman sekelompok, orang dari kelompok lain, pihak kampus, dan lainnya. Komunikasi yang kurang oke, bikin pekerjaan nggak efisien. Sering kali terjadi salah kaprah atau hubungan yang nggak smooth. Salah satu cara melatih komunikasi adalah dengan melibatkan diri di berbagai kegiatan. Di situ kamu akan bertemu dengan banyak pihak, dengan gaya komunikasi yang berbeda-beda.

8. Bekerja sama. Ini kesannya juga sepele, tapi banyak lho fresh grad berprestasi yang gagal dalam pekerjaan karena dinilai sulit bekerja sama/kolaborasi.

Banyak banget kegiatan di kampus yang melatih skill kerja sama, mulai dari tugas kuliah, acara jurusan, UKM, organisasi, dan lainnya. Kemampuan mendengarkan, berdiskusi, mengikuti arahan, menjadi pemimpin dan dipimpin, diperlukan dalam bekerja sama. Juga empati dan kedisiplinan.  

9. Bernegosiasi. Ini masih terkait dengan poin 7 dan 8. Keterlibatan dalam organisasi dan aktivitas kelompok lainnya bisa mengasah kemampuanmu dalam bernegosiasi.

10. Beradaptasi. New rules, new place, new enivironment, new challenges. Ini yang akan kamu hadapi di dunia kerja. Segala sesuatu cepat berubah dan berkembang. Makanya, kemampuan adaptasi ini diperlukan. Ini menyangkut mental, fisik, dan niat sih. Ada orang yang cepat bête dan capek dengan perubahan dan lebih senang berada di zona nyaman. Namun adapula yang semangat menyesuaikan diri dengan keadaan dan berusaha melakukan yang terbaik.

11. Kemampuan (dan kemauan) untuk terus belajar. Bisa jadi kamu adalah lulusan perguruan tinggi bergengsi dengan prestasi cemerlang. Tapi saat bekerja, kamu harus kembali belajar dan terus belajar. Ilmu itu nggak statis. Banyak hal serta pengalaman baru yang bisa menjadi pelajaran dan menambah wawasanmu.

Membaca, membuka diri, ikut seminar/workshop pelatihan, mendengarkan masukan orang lain termasuk cara untuk terus belajar.

skill kerja

12. Penguasaan teknologi dasar. Mencari informasi dengan tepat di internet, menggunakan aplikasi/program office, pengetahuan mengenai aplikasi dan media sosial pendukung pekerjaan merupakan kemampuan teknologi basic yang wajib kamu kuasai.

Susah juga kalau kamu misalnya, “buta” dengan excel atau nggak bisa mencari jurnal ilmiah di internet. Nah, kemampuan dasar ini bisa kamu tingkatkan, misalnya dengan pengetahuan coding, penguasaan berbagai aplikasi penunjang, dan sebagainya.  

Penguasaan teknologi merupakan kelebihan Generasi Z dibandingkan pekerja generasi sebelumnya. Kalian dianggap lebih memahami teknologi dan cepat menyerap perkembangan terbaru.

13. Kemampuan untuk menghadapi kegagalan dan bangkit. Perusahaan nggak membutuhkan orang yang selalu berhasil. Kadang kita menemukan kegagalan atau mendapatkan hasil yang tidak sesuai harapan. Kemampuan untuk bangkit dengan cepat, mengambil pelajaran, dan terus berusaha alias resilience sangat dibutuhkan.

Banyak lho, orang terutama anak muda yang nggak siap menghadapi kegagalan dan bosan jika harus terus mencoba. Jangan seperti itu. Jangan menyerah dan down jika menemukan kegagalan. Jangan pula menghindar. Hadapi kegagalanmu dan bangkit. Semangat ini bisa diasah saat mengerjakan skripsi, proyek/tugas yang menantang, dan lainnya.

14. Kepemimpinan. Latih kemampuan ini dengan mengambil tanggung jawab di berbagai kegiatan. Tapi jangan asal numpang nama atau hanya untuk pajangan di CV ya. Lakukan yang terbaik dan belajar lah dari pengalaman memimpin tersebut.

Ketegasan, kemampuan mendelegasikan tugas, kemampuan komunikasi, tanggung jawab, dan kedisiplinanmu akan diuji di sini.

15. Empati. Orang lain memiliki latar belakang, pemikiran, dan tata cara yang berbeda. Keinginan dan usaha untuk memahami orang lain akan sangat membantu di dunia kerja. Kecenderungan gaya hidup yang serba individualistis, membuat empati menjadi skill yang langka saat ini.  Makanya, kamu perlu belajar lebih peka terhadap sekelilingmu. Tempatkan dirimu pada “sepatu” orang lain sebelum melakukan atau bicara sesuatu.

16. Kreativitas. Terbuka dengan hal baru, mampu memikirkan sesuatu hal yang berbeda, dan semangat berkreasi merupakan ciri orang yang kreatif. Kreativitas nggak melulu berhubungan dengan sesuatu yang artistik. Segala bidang pekerjaan membutuhkan kreativitas.

Jangan merasa mentok dan menganggap dirimu nggak kreatif. Banyak membaca, mendengar, dan mencari inspirasi bisa mengasah kreativitasmu.

17. Menganalisa. Membaca data dan fakta untuk menemukan sebab-akibat, kecenderungan, atau prediksi tren merupakan kemampuan menganalisa. Kemampuan analisis ini akan diasah di bangku kuliah. Literasi atau kemampuan memahami bacaan, sikap kritis, pengetahuan yang cukup terhadap subjek, serta kepekaan diperlukan dalam menganalisa.  

18. Memecahkan masalah. Amati bagaimana sikapmu ketika bersinggungan dengan problem/hambatan. Apakah kamu terlibat dalam konflik? Stres? Memastikan bahwa kamu nggak salah? Atau kamu fokus dengan problem solving alias mencari solusi? Nah, yang diperlukan adalah yang terakhir. Jangan hanya fokus pada diri sendiri atau pada kesalahan orang lain, sehingga masalah jadi berlarut-larut.

Sikap untuk melihat masalah secara objektif, berpikir luas dank ke depan, serta berusaha menemukan solusi perlu terus kamu latih lewat pengalaman di berbagai kegiatan.

19. Manajemen diri. Produktivitas bukan dinilai dari berapa jam yang kamu habiskan untuk bekerja, melainkan berapa pekerjaan yang bisa kamu selesaikan dengan baik dalam waktu yang ada. Dan kata kuncinya bukan sekadar “menyelesaikan pekerjaan” tapi “menyelesaikan pekerjaan dengan baik”.

Ada orang yang dalam waktu 6 jam dapat menyelesaikan 1 pekerjaan. Ada yang menyelesaikan 3 pekerjaan dalam waktu 2 jam. Hayo, pilih yang mana?

Kuncinya adalah mangatur waktu dan meningkatkan skill alias dengan manajemen diri. Kenali cara kera yang paling baik untukmu, juga kekurangan dan kelebihanmu. Disiplin dalam menerapkan target harian /mingguan serta dalam memanfaatkan waktu. Kadang kerjaan kamu jadi terhambat hanya karena hal sepele, seperti keseringan mengecek hape. Nah, makanya kamu perlu manajemen diri.

20. Sikap positif. Seperti halnya senyum, sikap dan semangat positif itu menular. Begitupula pesimisme dan kecenderungan serba negatif. Kalau kamu hobi mengeluh, doyan ngomongin orang lain, dan bersikap pesimis, tentu akan berpengaruh ke rekan dan lingkunganmu. Ini akan jadi penilaian penting lho, saat kamu melamar kerja.

Sikap positif bisa dinilai melalui tes psikologi serta wawancara. Makanya biasakan bepikir, berkata, dan berbuat yang positif, ya.

Photo by Stephen Niemeier from Pexels, Photo by KristopherK from Pexels

 

 

 

 

LATEST COMMENT
Ekky Lampassa | 5 jam yang lalu

Jurusan IPA bisa masuk kriminologi ga kak?

Jurusanku: Kriminologi Universitas Indonesia, Vania Nabilla Aditiarini
Fatimah Ibtisam | 2 hari yang lalu

Bisa Karen. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa cek syarat peserta SNMPTN untuk prodi HI di PTN yang dituju.

Lintas Jurusan pada SNMPTN, Bolehkah?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©