Berbagai Tahap Seleksi Kerja, Penilaian, serta Tips Menghadapinya

Seleksi kerja terdiri atas beberapa tahap dengan berbagai jenis penilaian. Seleksi/tes yang berbeda tentunya mesti dihadapi dengan cara yang berbeda pula. Simak tip dan trik berikut ini.

1. Seleksi berkas

Seleksi tahap awal ini murni berdasarkan surat lamaran dan CV yang dikirim oleh pelamar. Bisa dibilang, seleksi berkas selalu ada dalam tiap penerimaan kerja. Di awal, perusahaan mengeliminasi pelamar yang dianggap nggak memenuhi syarat. Kadang penyebabnya sepele banget lho seperti salah menyebut nama perusahaan, nggak menuliskan subjek email, atau tidak menyertakan surat lamaran. Kalau sudah begitu, isi CV yang mentereng pun nggak dilihat lagi.

Tip sukses:

* Kirim berkas lengkap: Surat lamaran + CV + berkas lain apabila diminta

*Jangan lupa subjek pada email beserta isi yang formal dan jelas.

* Buat surat lamaran berisi posisi yang ingin dilamar pada perusahaan dan mengapa kamu adalah kandidat yang tepat untuk perusahaan. Plis jangan salah tulis nama perusahaan. Sebaliknya memiliki informasi lebih mengenai perusahaan akan menjadi nilai plus.

* Cantumkan pengalaman dan keahlian dalam CV. Jual dirimu di sini. Tapi informasinya jangan bohong atau halu, ya.

* Jangan kepanjangan CV-nya, cukup 1 atau maksimal 2 halaman.

* Informasi yang nggak relevan alias nggak nyambung dengan pekerjaan tidak perlu ditulis. Misalnya, juara lomba puisi pas SD atau juara basket di SMA.

2. Tes kompetensi dasar

Biasanya, tes meliputi hitung-hitungan, pengatahuan umum, logika, pemahaman bacaan dan kadang bahasa Inggris. Balik kayak zaman UN sama SBMPTN, ehehehehe. Penilaiannya adalah jawaban yang benar

Tip sukses:

* Belajar. Tenang, materinya relatif umum kok. Bukan kayak ulangan di sekolah dulu.

* Teliti ketika mengerjakan.

3. Psikotes/Asesmen psikologi

Tes ini dilakukan untuk mengetahui dirimu, kecenderungan sikap, kepribadian, dan cara kerjamu. Akan dinilai apakah tipe si pelamar sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.

Tip sukses:

* Jadi diri sendiri.

* Konsentrasi aja, karena tesnya biasanya banyak dan berulang-ulang.

4. Tes berhitung dengan cepat

Seringkali tes ini dilakukan saat psikotes. Bentuknya, bisa berupa kertas yang besar berisi deretan angka yang sangat banyak. Nah, pelamar akan diminta menjumlahkan angka di tiap kolom dengan waktu terbatas. Penilaiannya bukan siapa yang paling jago mengitung, tetapi konsentrasi dan ketahanan bekerja dalam tekanan.

Tip sukses:

* No panic! Konsentrasi dan kerjakan sebaik mungkin.

* Kondisi tubuh juga penting. Sebaiknya cukup istirahat dan makan sebelum tes.

5. Wawancara

a. Wawancara dengan HRD

Pertanyaan pada sesi wawancara bisa dibagi menjadi 3, yaitu:

* Past: Menanyakan tentang apa saja yang pernah kamu lakukan (pengalaman magang, organisasi, kuliah)

* Present: Pertanyaan mengenai  diri kamu saat ini, seperti mengapa melamar di perusahaan ini, mengapa memilih posisi tertentu, hingga kelebihan dan kekurangan diri.

* Future: Menanyakan mengenai rencana kamu kedepannya. (Seperti apa kamu 10 tahun mendatang)

Tip sukses:

* Past. Yang ingin diketahui adalah potensi dan kemampuanmu. Jadi jangan ragu menceritakan pengalamanmu, keahlian yang dimiliki, bagaimana sikapmu saat menyelesaikan masalah/memimpin, dan sebagainya.

* Present: Mencari tahu motivasi dan kepribadianmu, termasuk seberapa kamu mengetahui mengenai perusahaan yang dilamar dan posisi yang dipilih.

* Future: Mencari tahu apakah calon pekerja akan berkomitmen dengan perusahaan.

b. Wawancara dengan calon user (atasan)/ atau dengan pimpinan perusahaan

Wih, sesi wawancara udah lebih spesifik lagi nih, karena pewawancara adalah bos kamu. Pertanyaan pun pasti makin tajam dan terarah. Penilaiannya adalah kemampuanmu dan kecocokan dalam tim.

Kamu pun harus siap untuk memberikan ide serta menjawab pertanyaan teknis (sesuai bidang pekerjaan yang dilamar). Selain itu, bisa juga ada penilaian yang relatif subjektif, seperti chemistry antara pelamar dengan tim.

Tip sukses:

* Step up your game, kamu perlu lebih menggali mengenai perusahaan serta posisi yang dilamar. Sehingga bila ada pertanyaan, “Bagaimana tanggapanmu terhadap program X milik perusahaan kami?”, “Bagaimana media sosial perusahaan kami?” kamu bisa menjawabnya.  

* Be creative sehingga kamu bisa menjawab pertanyaan tak terduga, termasuk jika diminta memberikan ide untuk perusahaan sesuai bidang yang dilamar.

* Dengarkan juga apa yang disampaikan pewawancara. Biasanya, mereka juga akan berbagi mengenai perusahaan atau pekerjaan di timnya.

* Siapkan pertanyaan untuk perusahaan.

* Tunjukkan bahwa kamu adalah team player.

* Tonjolkan kepribadianmu dengan sikap percaya diri namun tetap rendah hati. Betapapun hebatnya kamu menjawab dalam pertanyaan teknis, akan percuma jika terkesan meremehkan orang lain ataupun nggak bisa bekerja sama.                                       

c. Wawancara combo

Bisa jadi, pelamar langsung diwawancarai 2-3 orang sekaligus dari lintas departemen. Penilaiannya kurang lebih gabungan tipe a dan b di atas.

Tip sukses:

* Jangan takut karena merasa dikerubutin. Anggap saja kalian sedang berdiskusi.

* No worry, mereka bukan ingin mencari kekuranganmu atau menyidangmu. Mereka justru ingin mengenalmu, mengetahui potensimu serta mencari tahu kecocokanmu dengan perusahaan.

* Apapun tipe wawancaranya, bersikaplah sopan dan profesional. Penampilan, cara berbicara, hingga gesture kamu menjadi penilaian.

6. Job test

Kamu akan diminta praktik kerja sesuai bidang yang dilamar. Misalnya, diminta menyelesaikan sebuah kasus, mengerjakan proyek, menjawab soal, praktik, dan lainnya. Biasanya dilakukan di kantor dengan batas waktu yang ditentukan. Mereka akan mengamatimu selama bekerja dan mengevaluasi hasil pekerjaanmu. Ada juga tes yang di bawa pulang.

Tip sukses:

* Saatnya menunjukkan kemampuan terbaikmu.

* Perhatikan petunjuk pengerjaan/soal yang diberikan dengan seksama sebelum mengerjakan.

* Untuk beberapa pekerjaan, penilaian dimulai saat kamu mulai mengerjakan soal. Misalnya, saat kamu dimintas tes mengajar di kelas atau tes menjadi pengarah gaya.

7. Tes Kesehatan

Seringkali dianggap sebagai formalitas, namun tes kesehatan bisa menentukan diterima atau tidaknya dirimu. Apalagi jika pekerjaan tersebut menuntut tubuh yang fit.

Tip sukses:

* Terapkan gaya hidup sehat.

* Apakah harus minum susu khusus, madu, atau telur sebelum tes? Nggak juga! Menjelang tes, jaga kondisi supaya nggak kelelahan dan ikuti petunjuk medis yang diberikan.

* Tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

Semoga berhasil!

(sumber gambar: Photo by Lukas from Pexels)

LATEST COMMENT
Ayu Vitri | 12 jam yang lalu

Open Endorse Murah Youtube 50k/Video Ig : ayuvitri86

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Fatimah Ibtisam | 3 hari yang lalu

Hai Acha, untuk lebih jelasnya kamu perlu mengecek prodi di PTN yang dituju. Dari pengecekan kami, UI, ITB dan IPB tidak menerima lintas jurusan untuk prodi Saintek. Namun untuk prodi Soshum bisa dari IPA.

Info Lengkap SNMPTN 2021: Cek Beberapa Perubahannya
Fatimah Ibtisam | 3 hari yang lalu

Umumnya, kandidat pekerja akan menunggu tahap selanjutnya. Jika lolos perusahaan akan menghubungi. Bisa juga kamu melakukan follow up, mengemail perusahaan dengan profesional dan sopan. Sampaikan terima kaih atas wawancara dan psikotes yang telah dilalui. Trus, sebutkan nomor kontak kamu yang menyatakan…

Berbagai Tahap Seleksi Kerja, Penilaian, serta Tips Menghadapinya
Fatimah Ibtisam | 3 hari yang lalu

Bisa saja jika kamu lulusan SMA/sederajat tahun 2020 atau 2019, dan belum pernah diterima di SNMPTN.

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
Handini Puspaningati | 3 hari yang lalu

Setelah melakukan wawancara dengan psikolog dan tes psikotes langkah selanjutnya apa ya.. 1 minggu menunggu hasilnya. Terima Kasih

Berbagai Tahap Seleksi Kerja, Penilaian, serta Tips Menghadapinya
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1