Pentingnya Medical Check-Up dalam Seleksi Kerja

Mungkin diantara kamu sudah mengetahui, kalau salah satu tantangan saat memasuki dunia kerja adalah harus menjalani tahapan recruitmen yang panjang dan sangat kompetitif. Mulai dari seleksi administrasi, Focus Group Discussion (FGD) wawacara dengan personalia atau HRD, wawancara dengan calon atasan (user), psikotes, dan tes bidang. 

Kalau semua tahap ini berhasil kamu lalui, ada beberapa perusahaan yang  masih mensyaratkan satu tes terakhir, lho—yaitu medical check up a.k.a tes kesehatan.

Sebenarnya apa, sih, medical check up itu?

Medical check up adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh calon karyawan baru di suatu lingkungan kerja. Tujuan dari pemeriksaan kesehatan sendiri adalah untuk mengidentifikasi dan mendeteksi secara dini gangguan kesehatan yang mungkin akan dialami oleh calon karyawan baru akibat faktor tertentu di lingkungan kerja.

Nah, beberapa profesi yang menerapkan seleksi medical check up dalam tahapan recruitmen-nya adalah Pilot, Dokter, Engineer, dan lain sebagainya.

Sementara, komponen dalam seleksi medical check up pun bervariasi. Soalnya, mungkin setiap perusahaan atau lembaga memiliki persyaratan medisnya secara khusus. Akan tetapi sebagai gambaran buat kamu nih, gaes. Secara umum, seleksi medical check up itu meliputi hal-hal seperti ini:

1. Wawancara atau anamnesis

Hal pertama yang harus kamu lalui adalah wawancara. Tahap ini terdiri dari pengisian formulir identitas diri dan medical record.

Pengisian formulir meliputi nama, umur, jenis kelamin, dan lain-lain. Sedangkan, untuk medical record terdiri dari riwayat kesehatan dirimu dan keluargamu, riwayat haid bagi perempuan, dan riwayat pekerjaan bagi yang sudah pernah bekerja sebelumnya.

2. Pemeriksaan fisik

Tahap kedua adalah pemeriksaan fisik, gaes. Pemeriksaan fisik  sendiri meliputi ukuran tinggi dan berat badan, pengukuran tensi, pemeriksaan hidung, pemeriksaan gigi, perabaan organ dalam (seperti jantung, hati, paru-paru, pankreas, ginjal), denyut nadi, denyut telinga, pemeriksaan mata, tes buta warna, detak jantung, dan lain sebagainya.

3. Pemeriksaan laboratorium

Hal selanjutnya adalah pemeriksaan laboraturim. Pemeriksan laboratorium merupakan tindakan dan prosedur pemeriksaan khusus dengan mengambil bahan atau sampel dari penderita—yang berupa urin (air kencing), darah, sputum (dahak), atau sampel dari hasil biopsi.

4. Pemeriksaan penunjang lain

Tahapan terakhir adalah pemriksaan penunjang lainnya. Beberapa pemeriksaan penunjang tersebut antara lain foto rontgen, Ultrasonography (USG), Electroechocardiography (ECG), audiometri, spirometri, dan sebagainya. Bahkan di beberapa perusahaan, ada yang mengharuskan untuk tes narkoba, alcohol, pemeriksaan penyakit menular (seperti HIV/AIDS), dan pengujian psikologis.

Alasan kenapa medical check up itu penting

Eits! Meski bukan mengukur potensi atau kemampuan diri, seleksi medical check up nggak bisa dipandang sebelah mata, lho, gaes. Kenapa? Yuk, cari tahu alasannya berikut ini:

Dalam artikel berjudul “Employee health screening: health checks and why they’re worth doing” di laman Fit for Work, disebutkan bahwa seleksi medical check up itu penting karena:

1. Medical check up menjadi tahapan seleksi yang penting karena berkaitan dengan keselamatan kerja bagi calon karyawan baru

2. Mendapatkan karyawan baru yang sehat, produktif, dan mencegah terjadinya penyakit serta kecelakaan pada karyawan tersebut.

3. Sebagai data dasar dan pembanding dalam rangka mendeteksi adanya kemungkinan Penyakit Akibat Hubungan Kerja (PAHK).

4. Sebagai data dasar untuk pengembangan kegiatan promosi kesehatan atau kesadar diri bagi karyawan lama.

5. kesehatan karyawan akan memberikan dampak yang signifikan bagi kerja tim, kekompakan antar-karyawan, dan tentunya produktivitas perusahaan

6. Dari sisi calon karyawan baru, seleksi medical check up mendeteksi secara dini akan berbagai jenis penyakit yang dimiliki dan menjadi lebih waspada dengan kesehatan diri sendiri

Penyebab seseorang bisa gagal dalam seleksi medical check up

FYI, gaes, dalam setiap rekrutmen, perusahaan atau lembaga tentunya memiliki standarnya sendiri-sendiri untuk para calon karyawannya, termasuk mengenai seleksi medical check up ini. Sehingga, bisa dibilang kegagalan pada medical check up di suatu perusahaan untuk profesi tertentu, belum tentu berlaku sama untuk proses recruitmen serupa di perusahaan dan profesi lainnya.

Misalnya, calon pilot biasanya akan gagal dalam seleksi medical check up ini ketika mengalami tekanan darah tinggi, serta memiliki nilai kolesterol atau fungsi hati terlalu tinggi.

Sementara itu, Dokter, Engineer, dan pekerja di bidang seni, biasanya diharapkan lolos dalam tes buta warna. Untuk seseorang penyelam, kondisi gigi berlubang bisa menggagalkan hasil medical check up. Sebab, gigi berlubang bisa menyebabkan nyeri akibat perubahan yang cepat, termasuk dalam hal tekanan udara dan air.

Selain itu, gagalnya calon pelamar kerja pada seleksi kerja ini juga bisa disebabkan karena gaya hidup yang nggak sehat selama bertahu-tahun. Sehingga, pada saat seleksi medical chek up akan muncul beberapa penyakit seperti berikut ini:

  • Tekanan darah tinggi
  • Hepatitis B
  • Hepatitis C
  • TBC
  • Gagal ginjal
  • Penyakit jantung kronis
  • Radang sendi
  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Kolesterol tinggi
  • Buta warna
  • Epilepsi atau riwayat kejang
  • Kondisi kejiwaan atau neurologis
  • Obesitas
  • Dan lainnya

Oya, perlu kamu ingat juga, ya, gaes. Kegagalan dalam seleksi medical check up, belum tentu karena kamu benar-benar nggak sehat. Semua tergantung pada standar yang sudah ditentukan oleh perusahaan.

Tips jitu menghadapi seleksi medical check up

Lolos administrasi sudah. Lolos psikotes oke. Lolos wawancara kerja juga sudah. Tapi masih gagal dalam seleksi kerja?

Yap, bener banget! Bisa jadi kamu gagal dalam seleksi medical check up, gaes. Sangat disayangkan bukan? Kalau kamu sudah capek-capek berjuang melewati semua tahapan tes dari awal dan harus gagal di medical check up. Bisa dibilang kamu rugi waktu, rugi uang dan rugi tenaga.

Trus, gimana caranya biar kita siap menghadapi seleksi medical check up dan melewatinya tanpa kendala? Cari tahu di bawah berikut ini:

1. Makan makanan sehat

Pertama, biasakanlah untuk mengonsumsi makanan sehat dan seimbang, gaes. Sederhananya sebelum menghadapi tes, ada baiknya kamu menjauhi makanan yang berlemak, berminyak dan bersantan. Sebab, nggak sedikit kegagalan yang terjadi di seleksi ini karena kolesterol atau tekanan darah yang mendadak tinggi.

2. Perhatikan asupan karbohidrat

Selain makan yang sehat dan seimbang, perhatikan juga asupan karbohidrat yang kamu makan. Beri tubuhmu takaran setidaknya 150 gram karbohidrat setiap harinya—setidaknya selama 3 hari sebelum pemeriksaan.

3. Makan buah-buahan

Kedua, perbanyaklah konsumsi sayuran dan buah-buahan yang memiliki serat sangat bagus, sehingga bisa membantu mengeluarkan kotoran yang ada di tubuhmu. Hal ini juga bertujuan untuk menjaga metabolisme tubuhmu.

Well, kalau kamu nggak suka mengonsumsi sayuran atau buah-buahan, cara yang baik untuk memakannya adalah dengan di jus atau dicampur dengan bahan protein lainnya, ya. Intinya, sih., jangan sampai ketika hari seleksi tiba, kondisi tubuhmu justru sedang nggak prima.

4. Perbanyak minum air mineral

Yap! Buat kamu yang akan melakukan seleksi medical check up, sebaiknya biasakan diri untuk minum air mineral ini. Minimal mulai diruntinkan seminggu sebelum pelaksanaan check up berlangsung sebanyak 8 gelas dalam waktu sehari. Untuk memulainya bisa dimulai dari pagi hari , sebelum dan sesudah makan, sore hari, dan sebelum tidur.

Soalnya, air mineral memiliki khasiat yang baik untuk tubuh. Salah satu manfaat yang bisa dirasakan adalah air tersebut bisa membuang racun dan kotoran yang ada dalam tubuh.

5. Tidur atau istirahat dengan teratur

Kamu memiliki kebiasaan bergadang atau tidur terlalu larut?

Kalau kamu ingin punya kesempatan besar buat lolos dari seleksi medical check up, sebaiknya untuk saat ini dihindari. Mulai-lah atur pola tidurmu. Lakukanlah tidur atau istirahat dengan teratur seminggu sebelum seleksi medical check up.

Psstt… apabila hal tersebut nggak kamu lakukan, maka akan berakibat fatal pada kondisi kesehatan kamu sendiri. Seperti tekanan darah tidak stabil, badan tidak fit, merusak anti bodi, dan kurang konsentrasi.

6. Berolahraga

Untuk membuat tubuhmu menjadi sehat, bugar, awet muda serta terhindar dari berbagai macam penyakit. Kamu harus berolahraga bukan?

Nah, mau nggak mau, kamu juga harus menjadikan olahraga sebagai kebiasaanmu. Minimalnya kamu harus lari pagi atau berjalan kaki di pagi hari. Soalnya olahraga lari ini memiliki sebuah manfaat agar oksigen yang ada dalam tubuhmu bisa terdistribusikan dengan baik ke otak. Sehingga, kamu bisa berkonsentrasi penuh untuk memulai kegiatan yang ingin dilakukan.

Oyaa… olahraga yang dilakukan pun memliki rentang waktu yang cukup singkat, yaitu hanya dilakukan selama 10 hingga 15 menit.

7. Berpuasa selama 10 jam

Biasanya, orang yang akan melakukan medical check up sangat dianjurkan untuk melakukan puasa terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar saat terjadinya pemeriksaan hasil yang keluar nggak terpengaruhi oleh asupan makanan yang dikonsumsi pada jam-jam tersebut.

Sebab, ketika tubuh mendapatkan asupan makanan, maka seluruh elemen yang ada dalam tubuhmu akan bergerak dan masing-masing organ akan menyerap makanan tersebut sebagai “bahan bakar” untuk beraktivitas.

Oleh karena itu, agar hasil medical check up kamu bisa maksimal, kamu memerlukan 10 jam untuk berpuasa.

8. Hindari penggunaan obat-obatan dan alkohol

Rupanya dengan mengonsumsi obat-obatan satu hari menjelang medical check up akan berakibat fatal pada diri kamu, lho, gaes. Karena di dalam obat tersebut mengandung sebuah zat adektif yang bisa larut dan kemudian bisa diketahui saat kamu melakukan tes urine.

Kalau sudah begitu, maka pihak petugas yang memeriksa bisa saja menganggap kamu sebagai seseorang yang menggunakan narkoba. Tentu, hal ini akan menjadi masalah besar dan berdampak pada karir kamu kedepannya bukan?

Selain menggunakan obat-obatan, sebaiknya hindari pula minum alkohol atau minuman keras. Karena selain nggak baik untuk kesehatan, pihak perusahaan juga nggak mau kalau karyawannya adalah seorang pemabuk atau pengguna minuman beralkohol.

9. Berhenti merokok

Fyi, pihak HRD kadang sangat memperhatikan hasil dari kondisi paru-paru calon karyawannya. Kalau banyak nikotin yang menempel pada paru-parumu, jelas akan membuat poin penilain berkurang, bahkan kamu bisa dinyatakan nggak lolos.

Kalau kamu nggak ingin itu terjadi, maka solusi yang tepat adalah berhenti dari merokok untuk sementara waktu. Jeda waktu yang bisa digunakan adalah seminggu sebelum pekasanaan medical check up.

10. Minum suplemen yang membantu menstabilkan darah dalam tubuh

Banyak orang yang nggak jadi untuk melakukan medical check up dikarenakan kondisi tekan darah yang ngak stabil. Atau ada pula yang darahnya cukup mengental sehingga sulit untuk diambil sampel darah tersebut.

Agar hal tersebut nggak terjadi pada kamu saat seleksi medical check up, maka langkah yang bisa kamu lakukan adalah minum suplemen yang bisa menstabilkan darah dalam tubuh. Suplemen tersebut bisa bersifat alami atau pun dalam bentuk obat yang sudah teruji kualitas dan khasiatnya.

Tapi, kalau kamu ingin yang menggunakan alami, kamu bisa coba mengonsumsi temu lawak1-2 kali dalam sehari, ya, gaes. Soalnya, temu lawak memiliki khasiat yang bisa menurunkan SGOT dan SGPT dalam darah. Sehingga ketika hari tes kesehatan tiba, kondisi tubuhmu sudah fit dan siap untuk melakukan tes.

***

Nah, sudah tahu ‘kan, rahasia biar lolos dalam seleksi medical check up? Tentunya, setelah ini kamu sudah tahu hal apa saja yang harus dipersiapkan dan dihindari. Jadi, jangan hanya otak dan soft skill yang kamu asah, fisik juga harus tetap bugar biar bisa mendapatkan profesi impianmu.

 

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: scientistpeople.blogspot.com, hellosehat.com, pinterest.com, heart.org, healthline.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Shannon Belinda | 4 jam yang lalu

Open endorsement @shannonbelindaa just dm for rate card thank you

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Agustin Lutfianty | 2 bulan yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1