Menu

Dari Mana Datangnya Ide Bisnis dan Startup? Dari 8 Hal Ini!

Seiring dengan berkembangnya wirausaha di Indonesia, makin banyak anak muda yang tertarik berbisnis dan jadi entrepreneur. Kewirausahaan sendiri merupakan skill penting yang perlu dimiliki anak muda agar bisa sukses di masa depan alias 21st century skills.

Yup, entah nantinya mau bikin usaha sendiri atau mau jadi pekerja profesional, kemampuan wirausaha penting buat dimiliki. Untuk itu, nggak ada salahnya kalau kamu coba-coba berbisnis dari sekarang. Kali aja, malah sukses berat. Kalaupun tidak, bakalan jadi pelajaran dan pengalaman berharga buat kamu.

Suatu bisnis dimulai dengan satu pertanyaan penting: “Mau usaha apa?” Kamu yang tertarik merintis usaha atau bikin startup bisa mendapatkan ide dari.....

1. Pengalaman Bekerja     

Dalam buku 50 Peluang Usaha dengan Modal di Bawah 10 Juta karya Alila Primayanti, dipaparkan studi mengenai ide awal para enterpreneur dalam mendirikan usahanya. Nah, mayoritas alias 43 persen di antaranya mendapatkan ide bisnis dari pengalaman kerja. Misalnya, seseorang yang bekerja di rumah mode akhirnya bikin usaha clothing line sendiri. 

Steve Wozniak co founder Apple awalnya bekerja di perusahaan gadget dan teknologi HP (Hawlett Packard). Di situ, ia ketemu Steve Jobs remaja (13 tahun) yang jadi anak magang di HP.  Intinya, banyak orang bikin usaha yang sejalan dengan tempatnya bekerja/magang, karena mereka merasa sudah memiliki “modal” skill dan pengetahuan di bidang tersebut. Belum lagi soal networking yang diperoleh ketika bekerja.

Cara ini bisa dibalik. Misalnya, jika kamu memang tertarik untuk bikin usaha bidang kuliner, cari ilmu dengan magang atau bekerja di restoran.     

2. “Meniru” usaha yang sudah ada

Nggak sedikit juga orang yang terinspirasi dari usaha yang sudah ada dan sukses. Misalnya, konsep aplikasi transportasi online yang diterapkan Uber banyak diadaptasi oleh perusahaan Indonesia. Untuk bisa melakukannya, pengetahuan kamu soal usaha mesti luas. Terutama usaha yang ada di luar negeri atau luar kota, dan belum ada di sekitarmu.

Cari-cari deh, bisnis apa saja yang menarik dan potensial, trus jadikan inspirasi. Jangan dicontek habis-habisan, melainkan sesuaikan dengan situasi dan kondisi serta tambahkan inovasi baru.    

3. Ada peluang besar, belum banyak pelaku usaha

Misalnya, di area sekitar kampus kamu belum ada yang jualan makanan sehat. Padahal kamu tau kalau banyak yang suka makanan sehat. Nah, kamu bisa tuh, jualan salad atau makanan sehat lainnya dan dititipkan ke kantin/koperasi mahasiswa. Atau, sekalian bikin katering sehat dengan menu praktis dan harga pas buat mahasiswa.

Peluang ini juga yang dilihat Miranti dan Nike founder blog Living Loving yang membahas seni, kerajinan, dan desain.  Ide blog ini muncul lantaran mereka kesulitan mendapatkan informasi soal art dan craft dari Indonesia, sementara kebanyakan sumber/tulisan yang ada dari luar negeri. Jadilah Living Loving mengisi "kekosongan" tersebut.

4. Usaha yang sejalan dengan pendidikan

Kalau kamu sekolah di SMK tata rias, kamu bisa bikin usaha agensi make up artist dengan mengajak teman-temanmu. Sedangkan mahasiswa Agribisnis bisa bikin usaha camilan olahan hasil ternak atau lainnya. Jadi kamu benar-benar menerapkan apa yang kamu pelajari ke dalam usaha, sekalian learning by doing.  

5. Penelitian/Riset

Kalau mau lebih niat lagi, kamu bisa melakukan/mengumpulkan riset, baik dari penelitian yang sudah ada ataupun bikin survei sendiri. Jadi bukan sekadar berasumsi bahwa pelaku bisnis anu sepertinya masih dikit, atau produk A kayaknya digemari, melainkan benar-benar berdasarkan data riset.

Misalnya, kamu mengumpulkan berbagai hasil penelitian soal konsumsi anak muda dan menganalisanya. Untuk memperdalam hasil riset tersebut, kamu bisa bikin diskusi bersama beberapa anak muda (FGD) mengenai gaya hidup dan pola konsumsi mereka.

Ini masih belum banyak dilakukan sama entrepreneur sih, mengingat riset membutuhkan waktu, tenaga, dan dana. Cuma oke banget kalau kamu mampu melakukannya.   

6. Memberi solusi

Youthmanual pernah membaca tulisan bahwa startup dan bisnis yang baik adalah yang bisa memberikan solusi atas permasalahan masyarakat. Itu artinya, kamu harus lebih peka dengan masyarakat dan sekitarmu untuk tahu problem yang ada. Terdengar berat? Nggak juga, kok. “Problem” yang terjadi bisa sesimpel banyak orang yang mengeluh kesulitan mencari baju dengan ukuran ekstra kecil (untuk yang bertubuh mungil), atau susah cari sepatu/sandal yang ukurannya super besar. Nah, kamu bisa tuh, bikin usaha yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

7. Hobi

Nggak sedikit juga orang yang menjadikan hobi dan kegemarannya sebagai usaha. Poin plusnya adalah dia punya passion dan minat yang besar dalam menjalani usaha tersebut. Misalnya, seseorang yang hobi banget bikin ilustrasi, terjun bikin usaha kaos dan tas dengan print ilustrasi karyanya.

Contoh lainnya adalah Moran bersaudara (Anita, Nina, dan Githa Moran) pendiri majalah Gogirl!. Ternyata perempuan muda hebat ini memang hobi banget baca majalah, hingga memutuskan untuk membuat majalah sendiri.

8. Kebutuhan tambahan

Suatu usaha nggak melulu harus memenuhi hal yang dibutuhkan olah masyarakat/orang lain. Bisa jadi, kamu bisa menyediakan kebutuhan lain, yang sebelumnya nggak tersedia dan belum diperlukan.

Misalnya, kamu bikin kaos khusus untuk olahraga lari. Sebenarnya 'kan, lari bisa pake kaos apa aja. Tapi kamu bisa bikin kaos lari dengan gambar atau tulisan yang nyambung sama kegiatan running. Trus, bahannya ringan, adem, namun menyerap keringat. Jadi pas banget buat komunitas lari atau orang yang suka lari.

(sumber: digitalbrandinginstitute.com)

LATEST COMMENT
Fasyni Sirojuddarori | 10 jam yang lalu

menarik! ikutan nanya... hehe

Ini, Lho, 5 Jurusan Buat Kamu yang Nggak Suka Matematika!
Rika Pratiwi | 16 jam yang lalu

mau tanya, kalo pindahan semester 3 ga terima jalur undangan snmptn ga?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©